Tak Penting

Resiko banjir sebab musim hujan, serupa dengan resiko mencintai sebagai tanda bahwa kita hidup.

Resapkanlah  banjir  sebagai isarat  nasib sedang mengapit lenganmu, entah asbab baik atau buruk, hal serupa dengan  cinta yang tak mesti kau tolak datangnya, atau ia akan meninggalkanmu setelahnya, segala berjalan seperti biasa.

sekali waktu kita bertemu, dan di lain saat harus berpisah, benar tak penting dan sama sekali tak menjadikan itu masalah,


mungkin lupa, tapi kita sendiri tak begitu mengerti apa artinya musim yang hujan ataupun kemarau. yang kering,  seperti "cinta",  kita tak mengerti kapan memulainya, ya segalanya berjalan seperti biasa mungkin sangat biasa.

Masa lewat begitu cepat  meskipun tak kita jalani bersama, tapi kita tetap seperti dulu seperti seperti jenis kelamin yang tak berubah."kau perempuan dan aku lelaki"

Sekali lagi kita  tak mencurigai akan waktu yang pasti berlalu, dan hanya menyisakan  kenangan yang tak hendak kita lepaskan dan membiarkan menua.

Tak ada apapun kecuali pagi ini aku lahir kembali, ketika kau terjebak dan aku menutup rambutmu dengan bajuku dari gerimis, jangan ke rumahku sebab aku pasti  merebuskanmu teh dari air sumur belakang, atau kau ingin aku  menemani-mu di atap, nikmati senja dan banjir yang hampir menenggelamkan.

Sederet peristiwa tak penting ini,  terjemah-lah kedalam catatanmu, : ku kan mengapresiasinya dengan tidak sederhana____

Kassi Banjir 2005 : Sang Baco _Catatan Tak Penting, (sayang jika membuangnya)

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar