pengalaman itu guru_ literasi sastra

sebab pengalaman, maka sesekali mari memandang masa lalu sebagai sebuah bentuk yang disederhanakan bahkan jika perlu diperindah, mengapa ??, Banyak yang menyukai pengalaman tapi tak dianggapnya hal tersebut sebagai guru,
pengalaman pada sifat anak2 : bahwa semangat antara penyair dan anak kecil ya serupa kemungkinan terburuk adalah mirip, mengapa demikian ??, karena " penyair sesungguhnya adalah anak kecil yang kebebasan angan-angannya sudah di batasi oleh pengalaman".  Seringkali kita mendengar ungkapan "Pengalaman adalah guru terbaik karena kita adalah aktornya", teks yg menjawab peristiwa berikut sebagaimana  Pepatah bilang ” Hanya keledai yang terperosok kedua kalinya di lobang", hal ini erat kaitannya dengan pengalaman, tapi pengalaman tidak berbentuk namun dapat membentuk diri kita. menerapkan pengalaman, memfungsikan sebagai bagian kemajuan hidup, maka Pengalaman adalah guru yang murah tapi bukan murahan.


Tapi bagi sherina " pengalaman itu menggilakan bukannya guru lantaran kesempatan aksi selalu membuat prasaan gila, ya pengalaman disetiap pentas itu  cukup ‘gila’. wawancara The Voice Indonesia .

ya...masih tentang pengalaman, kupernah baca dalam sejarah sastra, ketika itu di thn 40 an, banyak penyair hijrah ke  alam kemelayuan, lantaran pengguna bahasa berpengalaman adalah melayu, hal ini sebabkan orang sumatra itu mewarisi dan dominan sebagai penyair, peristiwa dalam angkatan sastra itu terjadi sebelum perang dunia ke II , mengaitkan saja bahwa mungkin ini penyebab sehingga Ws Rendra kagum dan belajar dari Amir Hamzah dan Chairil Anwar* ketika itu beberapa tokoh sastra (pula) demam kemelayuan-kesumatraan....hal juga yang sebab bahwa bahasa indonesia kita dalam (pengamusan) banyak nge-resap dari bahasa melay.

Tapi, harus diingat bahwa WS. Rendra tak pernah menjadi keduannya, (Amir Hamzah dan Chairil Anwar) ia menemukan pengalaman sendiri dari kedua tokoh tersebut, hal yg kemudian membuatnya matang dalam teks, ia WS. Rendra (berbeda) sebab mengembangkan puisi naratif dan balada, berbeda dengan tokoh-tokoh sastra sebelum dan seangkatannya (yang lebih cenderung dengan puisi lyrik). mungkin hal ini sebab pengalaman, pengalaman mengetahui sastrawan terdahulu lalu bentuk tipe penulisan gaya/genre lain, entahlah....ws rendra mang beda.
_____________
kaimuddin mbck dalam Pengalaman itu guru...ya..tulis-tulis saja.
*Chairil Anwar pun menemukan dirinya sendiri ,meskipun beberapa penyair sebelumnya di jadikan guru. tapi ia Ws,Rendar juga chairil anwar masing2 pernah tercelup oleh gaya penyair lain, tuduhan terhadapnya datang dari Subagio Sastrowardoyo, haha....ha...

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar