Hujan deras adalah diksi kemarau : ya tulis-tulis saja

Disini bukan tentang hal krusial politik, pada hajatan besar nanti yang berlangsung dengan suasana panas, suhu naik, apakah itu suhu politik atau suhu udara, karena hajatan biasanya berlangsung pada musim kemarau. 2014, disini hanya kecemburuan kemarau yang hendak tergantikan oleh musim hujan.
ciuman kemarau
Kepekaan ciuman kemarau benarbenar memberi tanda, bahwa ia akan di gantikan oleh musim hujan sebentar lagi dan menggerakkan segala ruang juga sel, tapi sebesar apapun pengaruhnya kekita ia tdk boleh dianggap sebagai bagian dari sejarah, sebab dalam adagium sejarah hanya teranggap sebagai suatu masa saja- sedang peristiwa pergantian musim selalu saja berubah. Orang sangat percaya bahwa sejarah adalah biografi orang-orang besar", maka kemarau dapat diterima sebagai sejarah jika presentase keterkenalan adalah prioritas yang kemudian teranggap sebagai sejarah, bukankah... pelaku bom juga terkenal, pelaku mutilasi org juga terkenal, teroris juga terkenal, malah di republik kita ada banyak yang pas-pasan saja tapi kita kemudian menokohkannya...haha..ha..., atau "apa dan siapa saja adalah sejarah ?", kesejarahan benar-benar sedang mampir ya..di bumi pertiwi kita ?, > ya... sistim "penanggapan sebagai sejarah", sedang nge-trendi di bumi kita ini, dari demokratisasi ke pemimpin karismatik, para selebriti, juga org2 yang sibuk di sebuah ruang rutin kemudian juga menjadi tokoh sejarah, bilangku, " oh...bisa saja sebab administrasi bisa juga sebab hal terencana yang lahir lewat kecerdasan, aih...

Sekarang bukan lagi tentang kemarau atau sejarah....yang penting tokoh tidak menjadi berhala sebab pengertian sejarah dalam perspektifnya sungguh hanyalah mitos. Mungkin ada yang telah berpendapat demikian /jika tidak biar aku saja------

Tapi diksi baru apa ya …tuk menanggapi musim ini ? aku masih setia mencari pada Trotoar.... tempat mukaku yang tersengat panas, sebab di pinggir jembatan ini tak mampu mengais dingin pada ac kendaraan yang lewat atau pada sela daun-daun pinggir jalan lantaran semua pohon seolah juga rindu pada garis-garis cuaca yang di harapnya berubah tiba-tiba, bukan perubahan perhatian yang mendebarkan seperti ketika semua perhatian tertuju ke credentials room di Istana Merdeka, saat Presiden Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya, atau hebohnya celetuk Anas yang minta di gantung di Monas Jika Terlibat Hambalang, segala ke-hebo-an tentu hanya pidato yang singkat, atau dengan istilah "tulis-tulis saja" lalu kemudian terlupakan. Di samping jembatan Marusu, masih mencari diksi "kemarau ", dan mobil tronton menggoyang jembatan begitu keras sungguh sangat mengusik, pun tak membekaskan kata sedikitpun : di mana senyum itu yang kuharap menjadi diksi sore ini ?.

Menemu diksi untuk judul tulisan ini masih kegelisahan seperti getir pemuda Soekarno, ketika ia pidato pembelaan dengan diksi yang ditemukannya "pledoi" di depan pengadilan kolonial di Bandung, saat 18 Agustus 1930 yang kemudian dikenal dengan Indonesia Menggugat, haha..ha..Soekarno muda dengan lantang mengecam Imperialisme dan Kapitalisme yang sangat merugikan kaum Bumiputra. ia terus menyoroti upah Bumiputra yang sangat rendah dibandingkan dengan pemegang andil (saham).

Atau diksi kemarau pada ranting-ranting kering yang entah kapan patahnya….atau kepul asap yang belum pekat untuk menenun awan, oh tidak adakah orang seperti Priyo bagiku, sebagaimana ia  memahami kegelisahan Presiden kita terkait pesan singkat gelap berisi fitnah itu, ia Priyo "memahami akhir-akhir ini banyak isu, rumor, dan fakta. dan berharap isu negatif tidak terus-menerus menyerang Partai Demokrat". bilangnya

Sore ini senyummu tergambar kukira ini diksi tuk kemarau, tapi senyummu bilang "Aku tak pernah bisa mencintai musim ini secara biasa, sampai jejalanan ini lindap jadi rerumpun", ih kukira ini diksinya........sebab hujan dan jembatan penyeberangan tiba-tiba tumbuh rumput liar dan sangat pariatif : haha..ha..sebelum rumput tadi adalah...hujan derasss sayang.....
____
kaimuddin mbck. ya tulis-tulis saja

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar