Cara Kitab Tua : khusus pasangan suami istri

Segalannya demi membahagiakan, memuaskan  pasangan, sebuah catatan dari kitab tua yang tercecer (sangat di rahasiakan keberadaan-nya). Sebelum bermain cinta dengan istri maka ambillah beberapa helai rambut istri. Ini mudah dilakukan bukan....?, atau bersegera anda berjalan ke arah cemin dan mencari sisir kepunyaan istri anda. baiklah kita mulai catatan sakral ini. (kekuatan metafisis yang bersifat psikis, boleh percaya boleh tidak)

Biasanya di sisir perempuan ada
 terselip beberapa helai rambut jika
 habis menyisir rambutnya. 

Selanjutnya
.....cara kitab tua.................cara kitab tua.........................
.................cara kitab tua......................cara kitab tua...............
..........cara kitab tua...........cara kitab tua.........cara kitab tua..............cara kitab tua................
.......cara kitab tua...................cara kitab tua...............
.............cara kitab tua........................cara kitab tua.........
...............cara kitab tua.......................
...cara kitab tua.........cara kitab tua....
.......cara kitab tua..........
...............
Bakar rambut tersebut ke-
mudian abunya usapkan di-
kepala penis Anda. 

Nah,
 selanjutnya….ber-
main cintalah dengan istri tercinta.
 Dijamin si dia bakal "nasa' ringngi" (bahasa 
makassar : terpuaskan /klepek-klepek bahkan ketagihan. Kalau istri sudah ketagihan, 
hati-hati……
selanjutnya jaga stamina Anda,
maksudnya: jangan sampai loyo. 
___________
kitab buku seks 
Cara Kitab Tua Bugis "Assikalabineng" sebelum bersetubuh
sebab kitab ini serupa dengan beberapa aturan dari kitab kuno Islam yang memandang pahaman seks dgn tidak menapikan teknik apalagi memberangus hasrat keterpuasan. Islam memberikan panduan lengkap agar seks bisa tetap dinikmati seorang muslim tanpa harus kehilangan ritme ibadahnya bahkan hal ini  bagian dari fitrah kemanusiaan, isarat Alqur'an dalam terjemahan, " datangilah kebunmu ....." (dengan teknik bercinta perasaan bahagia). Tetapi tawaran berikut hanya dasar-dasar yang sangat penting dan sekira anda mudah melakukannya

Dalam kitab "Assikalabineng" menanggapi peristiwa berhubungan badan sebagai bagian pertarungan antara kebaikan dan keburukan sebab terkait dengan proses kelanjutan keturunan manusia maka kitab assiklabineg menganjurkan pemenangan pada kebaikan dalam prosesi tersebut dengan beberapa kriteria yang harus diperhatikan. 

1. Membiasakan lebih sering berwudhu sebelum berhubungan badan, isarat kita sesungguhnya /dalam berhubungan badan benar-benar suci dan bernilai ibadah
2. Tidak me-tabukan ucapan salam bagi siapa saja yang hendak masuk kamar dengan tujuan mengusir gangguan setan dan jin kafir dan jika penghuni rumah kita adalah jin muslim, perihal ini (salam alaikum...) semacam kode untuk ia bisa menepi sejenak ketika berhubungan badan
3. catatan selanjutnya mengingatkan bahwa bacalah "ta’awudz...", Aku berlindung kepada allah dari godaan setan yang terkutuk itulah arti, dapat juga dengan menambahkan harapan doa, "Ya allah..Aku yang hina ini berjanji akan menambah pengetahuan tentang hal-hal seperti ini, Ya allah Tetapkanlah hatiku dalam jalan-Mu, Ya Allah...Jangan biarkan hamba-Mu tersesat setelah kau berikan petunjuk.
4. Jika saat berhubungan lintasan perasaan anda mengatakan, "mungkin aku lebih dahulu klimaks dari istri. maka cabutlah zakar /kelaminmu dan remaslah dengan keras lalu masukkan kembali..": Upaya untuk mengalihkan konsentrasi enak agar seimbang dalam klimaks).__ maaf catatan  ini akan kami lengkapi periode berikutnya. 
 
Cara Kitab Tua : khusus pasangan suami istri
dalam banyak cerita terdengar, literasi/keterangannya seperti berikut ini : MEMINTA NIKMAT DI SAAT NIKMAT_Esensial berhubungan badan menganjurkan / tanpa menapikan peran doa untuk benar-benar hajatan utama atau terbangunnya persangkaan baik pada peristiwa yang akan kita lakukan (berhubungan seks), dalam bahasa bugis dikatakan ," oh puang pasiterrukannga nyameng riatuoku sippada nyammena iae...(saat keluar sperma dikatakan)"_ terjemah "ya Allah berikanlahkenikmatan hidup seperti nikmatnya hal yang barusan terjadi ini" lalu menelan  ludah.

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar