Saat-saat Batu


Saat  aku konyol dan tolol, seluruh maumu tak
kuindahkan sama sekali, aku diam batu

alur sedang melambat sayang,
yah..kekurangan sedang berlangsung dan
penuh kesan mengada-ada,

Tapi aku tak sempat "bohong" pada keindahan yang harus kutanggapi dengan pengertian yang benar, meskipun indah itu belum dapat ku-teriakkan..

aku batu, semisal ruang cinta itu, kaku dan sedikit munafik sayang...,

Catatan ini kuanggap  menghiburmu.
"diam batu  ini lembab sayang..., jika beberapa lama terbiar, maka
seisi kulitku di penuhi lumut-lumut halus.. , batu batu itu mungkin menghijau, ah...(aku merasa  konyol) panggil aku "batu", atau aku melempar diriku sendiri ke pangkuanmu?_
_________________

Panggil aku "batu.."
menjadi batu tak perlu  belajar untuk sedih apalagi meminta maaf kepada hidup. Tempat ini terlalu hujan untuk ditanam air mata, dan terlalu sempit untuk diisi penyesalan. Santai saja ya..jika ada yang ngebuatmu marah "aku batu yang bebas tafsiran", kau boleh melemparku padannya.
_____________
Sangbaco 2016 : Segala-gala tak cair-cair.

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar