Pelukan Dingin

(detik subuh dan butiran embun di daun jendela, dengan kopi dingin dan sekerat bolu kacang)

matahari hampir menyibak gelap dengan jemari fajar
ia hampir mengetuk jendela,
dan me-dendangkan dongeng yang berjejalan di
langit raya, juga dengan sepi macet dilintasan jembatan kota,

mungkin juga tentang harapan yang menggantung di ranting-ranting pohon pinggir jalan

romantisme subuh ini baru saja aku mencatatnya, tapi
penghayatan selalu itu-itu saja, bahwa
"kepergian dan kepulangan sama saja", atau

ada yang sedang menjauh dari teks..menjauh dari catatan,
= nun jauh dan sebegini dingin

subuh dan aku sungguh ingin memelukmu, benarlah bahwa sebuah kenangan tak tumbuh rapi

maka kelak,  aku tak melepasmu lagi, tak.....
______
U/Rani : By Kampung Kassi , Pinggir Sungai Marusu_

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar