"kaidah Sastra & kearifa Budaya__

Tradisi adalah rumah kita sesungguhnya, rumah yang tak muncul hanya karena kita menyembunyikannya dibalik berbagai rumah kaca, padahal tradisi adalah rumah susun dari kristal kearifan, menantang kita mengasahnya._Tantangan yang bermula tepat diterbitnya Buku "Kearifan Budaya Lokal",yang memenuh di perpustakaan tiap sekolah di kabupaten Maros. Beberapa pesan sederhana menguat :

*Kebudayaan nasional tidak dapat dipandang sebagai rumah kebudayaan tunggal yang mengingkari keanekaragaman, tetapi justru sebaiknya dipahami sebagai sebaran dari sekian banyak rumah budaya kecil yang kemudian membentuk sinerji sosial dan mempunyai pengaruh besar terhadap proses-proses penyelenggaraan pemerintahan dan negara. Keanekaragaman juga termasuk di dalamnya bahasa dan aksara yang dipakai dalam naskah, termasuk juga bentuk, isi serta pengaruh asing yang masuk ke dalamnya

kaidah sastra &kearifan lokal
*meangkat nilai-nilai sosial budaya daerah yang luhur serta menyerap nilai-nilai dari luar yang positif, hal yang juga diperlukan dalam proses pembaharuan ke pembangunan bangsa. sunting dari cat.pinggir > www.Maros Budaya Pappaseng.blogspot.com

Menguat sastra terpanjang dan tertua di dunia, *Sirtjo Koolhof, peneliti Sureq Galigo "sastra lisan Bugis Makassar, mesampaikan bahwa terdapat Pemakaian bahasa literer yang khusus, metrum, penggunaan sejumlah rumus komposisi, sistem formulaik dan paralelisme. terdapat unsur-unsur yang ada dalam kecerdasan linguistik yang menunjukkan adanya sejenis kecerdasan linguistik yang memungkinkan terbentuknya sebuah komposisi sastra yang epik.

Sisi lain dari aspek seni diluar cabang seni sastra (pelukis, pematung, dan pemusik) punsecara kaidah tetap sebenarnya tetap menyampaikan "kata" ya..dengan sifatnya yang reduktif, setajamnya mereka menyampaikan bahwa keadaan yang lebih sering diwakili oleh kata-kata dapat menyempitkan makna sebab kata merupakan rumusan yang tidak dinamis. awwe...

banyak kata seni menyuarakan pengalaman dengan lebih langsung, ya... ekspresi seni, apa pun bentuk dan gayanya, adalah total, sekaligus dan tanpa sisa.

Buku "Kearifan Budaya Lokal" cet 2012, menggelikan fenomena anak usia sekolah yang senang dengan budaya asing >pengidolaan pada tokoh dlm film (shin chank, dora emon, naruto superman dll), telah me-seminarkan bahwa perihal demikian, tanpa sadar dimiskinkan oleh aneka tontonan dan tayangan yang mencerminkan budaya orang lain.............
semoga menjadikan kewaspadaan untuk mengangkat dan melestarikan budaya lokal agar menjadi bagian integratif dalam pemelajaran seni budaya lokal di sekolah.
______________
kaimuddin mbck "Maros Sul-Sel;

"kaidah Sastra & kearifan Budaya_

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar