itu kau (perempuan yang selalu singgah)


aku enggan ketika kau melintas,
lantaran kau bajingan yang percikan api dan nyala magis,
karenannya,  baris pembuka baru saja jadi penghubung dalam pengasingan dan keheningan,
 
kau bak nyanyian bikinku sibuk jadi  gerak belantara,
yang memaksa tanpa  batas,  antara bab kebimbangan dan  judul  yang  riuh,
:  aku bergumul dengan teks, meliar  mengerang dan tumbuh meruas-ruas

itu kau : yang kusangka  telah melukismu...
itu kau : yang menghentikan  malam, dan tak membiarkan   fajar tiba (demikian lama)
uh  aku menorehmu penuh di sini ....(tanganku  menunjuk dada)

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar