puisi paling "keparat"

Puisi paling keparat adalah pengantar laku hidup yang berkelindan dengan emulsi yang serba tak jelas, kadang sejuk, kering, mungkin juga sedikit becek, teks hingga kalimat pecah begitu saja menghambur pada rembesan hidup yang memeram makna tak terduga, ya berubah setiap detik atau se-kejap saja, rangkaian benar salah yang tipis bak lapisan kulit bawang yang saling jalin, tetapi puisi mengesah peristiwa, dan sifatnya yang keparat mengawinkan antara  kata dengan metafora, namun hal ini sebabkan (mimesis dan imajinasi ) menjadikan peristiwa kedua, sekali ini dalam puisi keparat terserahlah.., kau tak mungkin memarahiku sebagaimana puisi yang se-enak-nya saja menghancur-leburkan bumi juga seluruh pahaman lalu kemudian menciptannya kembali dengan utuh atau sedikit lebih berantakan, puisi seolah makhluk paling keras dan lunak, ah... puisi memang se-keparat ini ya.... ?!!, haha..ha..._ sekali puisi itu menjelma malaikat dengan bangunan rumah rumah di surga,  katanya " sebeginipun aku  tidak mengharapkan hal-hal yang berlebihan dari pembaca karena segala hal yang berlebihan akan dikembalikan kepada Sang pemilik, Sang Pencipta, tempat segala teks bersemayam
artis Tasela dengan  teks keparat: aku tak boleh lupa untuk selalu menasihatimu jika kamu marah padaku  keluarkan amarahmu, kalo kamu sedih keluarkan tangisanmu di dadaku, tapi ingat…! kalo kamu malu  jangan pernah keluarkan  Kemaluanmu…, ingat itu ya sayang!!!
Pada suatu pengantar puisi dengan teks malu-maluin, "menganulir rasa rindu yang dipenuhi ragu dan desak, pasti yang dikatakannya jauh dari ruang estetika-kata dan tanpa makna hermeneutik"_

 : oh...ini Rindu sedemikian perih, mengapa temu sore tadi dan teksku tak berbuah apa-apa, tak sesuatupun dan punggungmupun kian jauh terlihat..

Menulislah meski keparat : seperti kesetian matahari, yang mengetuk
di jendelamu ketika pagi, sedang  kau masih tertidur, ia pun berkata, "hei...bangun selesaikan mimpi-mimpimu itu....., hidup adalah puisi yang sangat mengenal kata "keparat" untuk ia menjadi lebih baik__ by Mao Zedong pemimpin klasik china
keterangan gambar : Hidup Harus Keparat by Mao Zedong
catatan keparat sebagai puisi  harus lahir, Dan dalam temu itu, aku si keparat pasti menenangkanmu dengan ciuman (nasehatnya disuatu hari), "bagaimana mungkin kau gampang tergoda pada teks, yang membuatmu gampang dikibuli, dirayu lalu kau menyerahkan dirimu penuh air mata..., haha...ha... jangan percaya pada teks", terlebuh teksku karena aku menulisnya secara jujur < > meski kau memaksa "tak suka".

pengantar puisi paling keparat
senyummu tertulis begitu saja, 
tanpa memintamu mengindahkannya, 
sebuah getir yang hanya ingin diterjemahkan sebagai "sayang"

uh... senyumlah sekali lagi dan aku...pasti
menggelinding sendiri penuh keparat, dan
 di pangkuanmu aku selalu luruh :  penuh metafora.
______________
 
kemestian puisi menjadi "keparat" lebih pada tanggap taks terhadap dunia dengan dinamika kontemporer (luas liar capat dan kacau) yang memandang dunia dengan kepribadian ekstrover, bahasa dengan usia yang kian menua juga teradiasi ketidak-sopan-an, teks telah jauh dari janin tempat ia dilahirkan, kata kalimat memilih menjadi dewasa, dan tumbuh maskulin dengan dada berbulu memberi tanggap atas dunia yang jatuh bangun_by kaimuddin mbck (sejak keparat itu me-ruang)

{ 1 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Jari Keriting mengatakan...

numpang mampir ... :)

Posting Komentar