Lebaran Tak Menulis "Hujan"

syair cinta yang tak mengindahkan hujan turun, ketika lebaran menangkupmu dengan gema takbir, semoga  hujan mangkir kebukit nan jauh, sebab hari ini, kau tak di sana, kau di sini sedang menyeret batinmu kepada Tuhan, lihat sayap lebaran ini memanggilmu.., merangkulmu .., ia menuju, hingga mendengar sendiri panggilannya yang suci untuk petualangan...._surga begitu dekat ya...

hari raya takmenulis hujan serupa
 lebaran dan hujan yang tak mesti membuatmu menangis, setelah 
pahala keikhlasan-mu_ 
 ikatan yang sama yang mengekalkan tentang Rab, mengekalkan cinta.
 (tidak terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan ), 
kau tak di manapun meski hujan...
:  sesutu telah mengekal
Allahu Akbar-Allahu Akbar Walillah Hilhamd.
____
Selamat jalan ma..., 4 hari setelah lebaran ini kembalimu pada Allah, dengan pengetahuanku dan keberadaan-U yang dekat di umur hidupku, kukatakan bahwa "kau kini lebih bahagia dari hidupmu yang sebelumnya, aku tak perlu minta maaf sebab kau selalu memaafkan, menjelas hal itu " seperti malam lebaran ini dan aku sering buru-buru mencium tanganmu lebih dahulu dan tangan kirimu bergerak membelai rambutku, ma..., ma......

Afra yang menikmati hujan
Terasa sedikit lega setahun sekali, jika menghisab jalan  panjang menuju liang-lahat, gema takbir dan kalbu ini menyayat sendu, seperti bocah... tangisan tumpah harubiru penuh kegembiraan_Hari raya  atau lebaran tak lain kecuali menikmati kemenangan, lebih asyiknya sebab tanpa hujan insyaAllah, disini pagi dan kontak teman yang juga sedang lebaran di china bilangnya, " kami sholat Ied di shinyu bersama di sebuah area yang luas, dan  usai sholat maka kegembiraan Idul Fitri bagi umat Muslim China kami lakukan dengan pesta makan, bernyanyi, dan menari bersama. setelahnya mengadakan upacara khusus untuk mengenang penduduk Muslim pada masa Dinasti Qing"_ segala kutuliskan terlebih peristiwa tadi ketimbang berhayal dan berimaginasi yah...sebuah medan yang kusebut "tanpa batas", tepat ketika hari besar ini dan sedang "miskin papa", dengan kategori tanpa baju baru, celana juga sepatu, tak apalah aku tetap benar dengan sikapku ini, yaitu mendatangimu dan memicu hujan di dadaku, bahwa aku akan memantaskan diriku untuk kau belikan,  kataku "kau tentu lebih manis dengan baju baru..dan lebih lagi jika AKU JUGA KAU BELIKAN : isarat yang setiap tahunnya demikian ?, haha..ha..

Hari raya adalah cinta yang mengembalikan-mu pada 
kehidupan yang sesungguhnya, resapkanlah bahwa hari indah ini 
tak datang sekali, so...

hari raya menggenapkan bahagiamu atas segala  yang telah kau capai, pun-hujan lebaran ini tak akan mencabut dirimu pada bahagia yang telah ditaqdirkan

berlebaran / beridul Fitri tanpa menulis hujan maksudnya, perasaan telah indah ini tentu tak  butuh biaya besar dan semuanya terasa lebih mudah. Id ditanggapi  Ibnu A’rabi bilangnya “berlebaran itu dinamakan demikian krn tiap tahun terulang dgn kebahagiaan yg baru. Sedang ” Ibnu Taimiyyah berpesan: “Id adl sebutan utk sesuatu yg selalu terulang berupa perkumpulan yg bersifat massal baik tahunan mingguan atau bulanan.”_ Saat itu Rasulullah datang ke Madinah dalam keadaan orang-orang Madinah mempunyai 2 hari yg mereka bermain-main padanya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Apa dgn 2 hari itu?” Mereka menjawab “Kami bermain-main padanya waktu kami masih jahiliyyah.” Maka Nabi bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menggantikannya buat kalian dgn yg lebih baik dari keduanya yaitu Idul Adha dan Idul Fitri.”< nih hadits shahih pembaca....

Lebaran tak menulis "hujan"
adalah kemenangan setelah keberhasilan berpuasa, aku TAK MAMPU menghitung-hitung hikmah antara menahan lapar,  tidur dikit, ngaji dikit lalu buka puasa , masyaallah..., jika hal tadi menjadi sebab tulisan maka: secara  emulsi sibuk pada Allah benar-benar baru saja terjadi, dengan aktivitas menjaga hati, kedekatan...kecintaan.juga bertemu dengan orang2 serupa  yg juga telah sibuk pd Allah dan sedang berkumpul keluarga kerabat, sementara  bahan-bahan makanan dan sembako harganya melonjak naik seolah terlupa sebab telah jadi kebiasaan, tak terhirau, uh....imajinasi apalagi ?, selain bahwa perasaanku seolah jungkir balik, menenggelam juga terasa terbang sampai bulan_ramadhan nanti semoga aku tetap sebaik ini...tekadq

Gelar hari raya lalu  menafsirkan beragam bentuk religi, sebuah  hari kesadaran menahan nafsu, saling memafkan, berbagi, suci, bersih,  berjuang melawan semua.. dengan ikhlas khusyu dan kelanggengan cita rasa khusyu, bikin  lebih hidup dengan perasaan cinta yang nyaris sempurna pada Al Haq_apalagi ya.. ?, mendatang semoga selalu terjadi Lebaran......insyaAllah

syahdu hari raya tak tersentuh dan tak suara, ikhlasmu saja yang membuatnya
 men-jelma jadi nyanyian menyenangkan..., kukirim desakan bahagia ini dan sekecup ciuman, 
sedang lebaran maka," kau tak dibiarkan sendiri
__
tulis-tulis saja (dirumah Almarhuma Sitti Amrah Dg Caya) : malam lebaran sedang hujan sejenak meruntuhkan segala dosa

{ 1 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Kisah sukses sarmila mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

Posting Komentar