Sore Perih dan Pelacur yang memohon Ampun

Catatan cinta sang pelacur : (dari jalan nusantara, essay) Meremang pada jerit waktu ketika malam hampir menenggelam, begitu abu-abu dan banyak persimpangan, diantara batas juga sepi yang hanya mengenal batu licin setebaran di sepanjang pantai losari, aku dari sekap jendela besi dan sesuatu tertinggal jauh di ujung malam, disini trotoar yang mengenalkan bunyi klakson pelanggan, juga tamu dari pelabuhan, anyir tercium bau kota dan selalu itu-itu saja, antara layanan pemuasan dan bukti bahwa aku masih hidup. Meranggas di kedalaman malam, aku tak berpikir lebih lagi mengingat tentang "bunuh diri". Nasib yang meremang atas sore yang tanpa pengertian kecuali luka sendirian, tak se-siapapun tahu. Masih sebab ampunan yang terasa manis dari kehidupan jika itu bukan kesan terakhir, kutulis catatan sore  (tentang : pantai.., penjual pisang epe, pengamen hingga tukang parkir juga tamu yang meninggalkan rumahnya dan sampai padaku...) yang aku takutkan jika harus berakhir dengan itu-itu saja. by : telisik malam-malam di hingar-bingar pelacuran jalan penghibur. Disini lekat menggurita, tak mungkin pergi jauh....
____"Ramadhan"  (maluQ menyebutnya)  belum mudik dan teringat anak2 di kampung ?)

catatan Perih "Sore tergelap "
diam dan saling memandang, tentang
 “betapa lama memahami ombak dengan biduk kecil bersama”,
dan tak se-siapapun tahu, bahwa 
“aku tak bisa jauh, pun tak kunjung mati...?“.
(sore yang kukira abadi)
 tapi, terasa mendadak aroma kenangan mulai
 tumbuh dan tercium pada harum hujan,
aku mencemaskan rintik yang
jatuh di rambutku pertama kali dan kusang "sejuk_

Sore dengan suara tersekat di lidah
seseorang di kerumuni hujan terlihat.....
 berpayung dan pergi......
___________
wawancara : jerit pelacur sore "jalan nusantara"

sore perih dan pelacur
Pelacur tulis "malam"
dan diantara ilalang kering dan tanpa kertas, aku batu bertulis
pada selembar langit, aku ingin merasa
atau ingin punya sedikit rasa
pada sedepa cerita tentang lacur-ku

  aku : lirih yang melantun elegi, aku teriak menyekat dengan tangan lemah 
   menarik sauh, aku berlayar jauh  tanpa dermaga juga tanpa pinangan 
   waktu.   sekali waktu aku terhenyak disela tiap batu gunung yang hening , 
   aku hela yang tertahan, aku terus mengabarkan sebuah malam yang buta,  
   sebuah depa tulisan dan serongga perih yang merajam anai-anai.
    disini tempatku berdiri dan telanjang pada lubang-lubang tanpa dasar

 Sore Perih 2
 semestinya sore itu temu yang
singkirkan sejenak sakit
  Selain bahwa aku angin demikian mengabai, 
selang waktu dan aku bukanlagi
pucuk yang kau sentuh.

*".....jalan masih teramat jauh mustahil 
berlabuh bila dayung tak tergayuh, 
maaf cintaku aku nasehatin kamu...."
Meremang sore.. : perih...dan jalan penuh telikung
______________
kaimuddin mbck , medio 2012
* sunting lagu  ( lonteku pelacur ) Iwan Fals
______________________________________________________________
*Berikut kumpulan beberapa puisi melengkapi sub postingan  ini
  
Puisi Sedih 1
Apakah kau mengingat hari itu...ketika hujan seperti ini dan aku memakaikan-mu jaketku yang kumal ?, 2 cangkir kopi dengan gula cream aku merayakan hujan ini.Usah ....?. Lihat selengkapnya di > Tangis Hujan : (catatan perih 

Puisi Sedih 2
 ia hanya menyusun cerita tentang tentang sebuah,“ bunga yang basah sendirian sedang...."Lihat selengkapnya di >

Puisi Sedih 3
menyulam harapan berkali kali dan menandai malam yang mendampar kita kemana saja, katamu, “kita insan malam, terusir.. , serupa asap rokok yang kita hempas bersama”kita ,hitam hempas bajingan, jejaki kita melapuk sa..., Lihat selengkapnya di >

Puisi Sedih 4
Mengenal luka kemarin yang belum kita terjemahkan, aku.....,  menulusuri bening matamu, lengkung alismu, jika saja tersimpan ledak yang mungkin mencairkan beLihat selengkapnya di >

Puisi Sedih 5
kuingat kembali bentangan namamu, hujan telah reda karenanya, meski sunyi belum bisa kuungkap sebagai  cerita “kelahiran kembali”, yah... kita jauh yang tertusuk...Lihat selengkapnya di >.kelahiran kembali

Puisi Sedih 6
oh..alangkah indahnya sepi, dalam tanah kerontang tumbuh bukitbukit baru seakan mendaki langit telaga jiwa, terus belajar tentang “sepi”, meskipun sepi juga cara sederhana .......bunuh diri....... Lihat selengkapnya di >. 

Puisi Sedih 7
saat kacanya buram karena lembab dan....kau-datang memebersihkanya penuh rindu. uh... kau pergi la.Lihat selengkapnya di >.kau pergi lagi.

Puisi Sedih 8
kertas-kertas lalu ditulis atau digambari dan mencari-cari jauhnya sebab kepemilikandari jelmamu sungai yang mengalir sedang laut tak kau temu......Lihat selengkapnya di >.~1782011_

Puisi Sedih 9
 kenangan yang tertinggal, pada pelukan dan tangisan selamat tinggal, sekali waktu  sepi itu menjelma angin membelai rambutmu dan kau seperti tersirap dalam keheningan seolah kau mengenal ini sebelumn....Lihat selengkapnya di >

Kisah Nyata "Sore Perih" 3
Tuhan, Aku Pelacur Yang Memohon Ampunan" 

Malangnya nasib Jenazah bocah 3 tahun yang sudah dikuburkan seharian mendadak disuruh bongkar Selasa (3/4) kemarin oleh Darmo, 34, yang mengaku kerasukan roh Dewa Naca Putri Langit. Tak ayal lagi, seluruh isi Dusun Indah, Desa Semudun, Kecamatan Sungai Kunyit, gempar habis. Darmo, ayah Hoki si bocah perempuan itu yang menyuruhnya. Dan ternyata setelah digali, mayat pucat kaku tak bergerak itu tetap tak bernyawa.
Mayat Setelah Kuburan dibongkar:Jenazah Shi Hoki Mempawah 
Memang tak dimungkiri cintanya Darmo pada sang putri. Ia kehilangan Shi Hoki yang meninggal setelah terserang step alias kejang-kejang. Putrinya meninggal Senin (2/4). Setelah dipastikan meninggal, pihak keluarga menguburkan Hoki di Pemakaman Tionghoa Yayasan Tri Dharma Desa Semudun sekitar pukul 14.30 sore.

Malamnya, Darmo mengaku kesurupan dirasuki roh Dewa Naca Putri Langit. Sang dewa mengatakan bahwa anaknya masih hidup. Kontan saja pihak keluarga yakni nenek Chin berinisiatif memanggil Tu Pai seorang tatung yang diyakini mengetahui hal tersebut. Benar saja, Tu Pai juga mengaku mimpi serupa seperti yang diucapkan roh ketika memasuki Darmo. Kata Tu Pai, dalam mimpinya anak Darmo akan bangkit kembali setelah dibongkar dari kuburannya. Bersama-sama nenek Chin, Darmo, dan Tu Pai, mereka memutuskan untuk menjalankan perintah Dewa Naca. Mereka pun membongkar kembali kuburan Hoki pada Selasa (3/4) pagi. Setelah membongkar kuburan Chin dan mengangkat jenazahnya dibawa ke rumahnya.

Sesampai di rumah, sebagaimana perintah roh Dewa Naca agar jenazah Hoki dibersihkan dengan air hangat agar dapat bangkit dan hidup kembali seperti sediakala. Namun, apa yang diwangsitkan itu tidak kunjung nyata. Setelah melakukan semua perintah tersebut, jenazah Hoki tetap tidak bergerak tanpa nyawa."Saya masih hidup dan belum mati. Beri saya waktu sampai jam 17.00 sore. Saya ingin hidup lebih lama. Orang-orang saja berumur sampai 80 tahun, kenapa saya minta waktu sebentar saja tidak boleh. Saya juga ingin hidup lebih lama lagi," ucap Darmo ketika dirasuki roh anaknya, Hoki.

Bahkan Darmo meyakinkan bahwa apa yang disampaikan roh anaknya dan Dewa Naca itu benar adanya. Karenanya Darmo dan keluarga melakukan seluruh wangsit yang diperintahkan. "Anak saya masih hidup. Tadi malam saya didatangi roh Hoki dan dia minta agar makamnya dibongkar. Kemudian, dia (Hoki, red) minta jasadnya diruh dan dipanaskan dengan air hangat. Saya mengatakan yang sebenarnya," tegas Darmo meyakinkan.Sementara itu, pihak Yayasan Tri Dharma Semudun mengaku keberatan dengan ulah keluarga Darmo yang membongkar kembali kuburan anaknya. Ironisnya, tindakan pembongkaran itu tanpa sepengetahuan pihak yayasan.

"Kami merasa keberatan dengan pembongkaran yang dilakukan pihak
keluarga itu. Harusnya terlebih dahulu sampaikan niat tersebut kepada pengurus sebelum pembongkaran itu dilaksanakan," tegas Gusli, salah satu pengurus. Kejadian yang langka itu mengundang
perhatian masyarakat setempat.

Warga berbondong-bondong mendatangi rumah Darmo untuk melihat apakah benar jenazah anaknya itu hidup. "Setelah dibongkar dan terbukti jenazah anaknya tidak hidup kembali, maka harus dikuburkan lagi sebagaimana layaknya tata cara pemakaman yang diajarkan dalam agama kami," pungkas Gusli yang juga anggota DPRD Kabupaten Pontianak itu. (shn)_sumber Post william Huang
_________
Catatan berikut Unik dan tanpa ampun :

* keluasan feminisme yang tidak terbatas dalam dirinya ini, mengharuskan ia memilih antara menjadi pria lalu membiarkan dirinya sendirian basah dengan tetes airmata, atau..entahlah...Nong Poy bertaruh...selengkapnya di PRIA terCANTIK & terSEKSI di dunia :news

*adalah catatan pagi dari getar yang kita lupakan, bahkan disangka bukan tragedi dan membiarkan mengalir sebagai jelata yang entah sampai padamu atau tidak, padahal tanpa embun maka ketukan seterusnya adalah warna cuaca gelap malam seperti biasa, kumpulan  estetika pilihan kata berikut ini  dikisahkan dengan penuh kasih, baca di  Kumpulan Puisi embun
_____
info teman dan aku diantara detak kehidupan, dari > Losari jalan nusantara makassar dan pelacur yang memohon ampun.

{ 1 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Kisah sukses sarmila mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

Posting Komentar