Bocah Ihsan Disembunyi Setan

Heboh, masyarakat kampung di Maccopa Kab. Maros, Sulawesi Selatan, mencari bocah  bernama Ihsan Salewangan yang disembunyikan setan tepat menjelang waktu Maghrib, benarlah pepatah Bugis / pappaseng mengingatkan dengan teks “Rekko mangaribi, rimpai maneng nanak ede tama ri bolae, nasaba Nrara I setangnge”, yang artinya : “ jika waktu menjelang maghrib anjurkan pada semua anak-anak untuk segera masuk ke-rumah,  sebab maghrib itu waktunya setan berkeliaran”. Ihsan anak dari  Pak Tadjuddin Kacang (seorang guru bid.studi Biologi) selama se-jam setengah disembunyi oleh setan, tapi rupanya  si anak tersebut hanya disembunyikan di sela/  2 lemari pakaian yang justru antara tersebut terdapat jendela yang telah tertutup bagian atas, sungguh tempat itu tak terlalu gelap/ dengan  ruang yang masih terang. Cerita si Ihsan pun kita mulai ketika,  ia berada di antara dinding dan 2 lemari tersebut, ia berteriak memanggil orang yang mencarinya, tampak jelas tubuh dan suara si pencari tertangkap oleh Ihsan, namun orang disekitarnya tak melihat keberadaan-nya, bahkan si Ihsan menuturkan bahwa se-keramain pencari ada yang melemparinya garam yang dihamburkan.

bocah Ihsan yang disembunyi setan
Saat Ihsan ditemukan kondisinya basah oleh peluh/ keringat, dengan luapan perasaan yang terbata-bata ia menuturkan “ibu…masa sih tidak melihat saya, dan saya berteriak terus-menerus tapi ibu hanya berada di dekatku dan terus buka tutup lemari berkali-kali, saya terus berteriak  dengan keras tapi orang yang lalulalangpun tak ada yang melihatku di sini, di bawah jendela ini, pula Mia sempat buka jendela yang berada di atasku dan Puang Ramma Jaya, bahkan  tante Muhe yang sempat kugapai-gapai tapi tidak merasakan bahkan cuma hambur garam saja.

bapaknya Ihsan:Tadjuddin Kacang
Pencarian yang mengesalkan dan se-kerumunan orang melanjutkan pencarian di bawah rumah (sebab rumah Ihsan adalah rumah kayu panggung). Dekat dari rumah Ihsan, salah seorang  orang tua dikampung Maccopa mengesan, ketika  jalan ia bertemu dengan sesosok yang antara alis kiri dan kanannya terdapat kekaburan/ semacam melihatnya samar, nada bicaranya aneh dan mengatakan , “adaji itu di atas rumah anak pak guru… tidakji na mau kubawa pergi , mauji ku main-mainin karena ia pintar dan menggemaskan”, usai orang tersebut berbicara ia si orang tua bernama  Dg. Nanring, lansung berjalan cepat ke arah rumah “pak Tadju” (demikian nama panggilan ayah Ihsan) guna menyampaikan berita tersebut, ternyata pembicaraan Dg. Nanring dan si orang aneh tadi terlihat pula oleh si  H.Halimah tetangga dari si bocah Ihsan, katanya pada Dg. Nanring, “kenapa bicara sendiriki..., siapa tadi ditemani bicara”, lugas ia Dg, Nanring menjawab “cepat beritahu orang-orang bahwa  anaknya  pak guru, masih berada di atas rumah“ maka larilah tergopoh-gopoh  H.Halimah kerumah pak guru memberitahukan bahwa  ia Ihsan masih di atas rumah , si H. Halimah baru saja mendekat di kediaman orang tua Ihsan, bersamaan dengan itu terdengar Takbir Ima yang mengejutkan, “ Allahu Akbar , ini iccang ada di samping lemari,  kelihatan kepalanya… “.

Mamanya Ihsan
Penuturan oleh Ima (sepupu Ihsan) yang pertama kali temukan Ihsan mengatakan, “jelas bahwa kepalanya Ihsan duluan terlihat, ya aku kaget makanya saya Takbir sedang semua orang tidak lagi mencari dalam rumah  juga di loteng, aku tahu sebab di bawah kolom rumah sangat bising dengan berbagai macam suara seperti suara seng yang dipukul, dan koor orang-orang memanggil Ihsan”. Ihsan yang merasa telah terlihat sesegera mau lari ke arah Ima tapi tak kuasa sebab seolah ada tangan atau ada penghalang didepannya, tegas Ihsan.

Menanggapi hal ini, tokoh masyarakat A. Nursidin mengobati Ihsan dengan me-jappi/nrugyah menenangkan, “hal ini jangan terlalu dikuatirkan , sebab yang sembunyikan itu tak bermaksud jahat, dan ada peristiwa yang sama dengan kejadian ini, maksudnya bahwa anak seperti Ihsan kelak akan mengalami penajaman panca indra ke 6 / bisa melihat hal gaib atau tidak umum”. Usai di ru’yah Ihsan lemas dan tak mau bicara dan masih dengan baju yang basah penuh keringat.

{ 3 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

ardiansyah bima mengatakan...

Apakah Anaknya Sudah ditemukan,,kebetulan Ayahnya adalah teman Kuliah saya di PPs UNM Makassar. trmksh.

ardiansyah bima mengatakan...

Waduh gimana ini pak tajud Ercis. Saya Kira Anda lulusan IAIN yang belajar tentang ketauhidan, fiqhi dll. Makanya jangan keluyuran malam-malam main Domino, kalau sudah kerja Tugas Kuliah ya...jagalah anakTa,,,,Cocok Mie Tooooohh,,,,,,??????????????????????????????

sangbaco mengatakan...

Pak Ardi, Ie.., ditemukanmi, memang ia pak Tadju guru Biologi dan ngajar di bebera sekolah di kab Maros.__
adreeww...sepakat pak, nda tauu kemana areki pak tadju tu haria ?, ok makasih pak Ardi komennya..wassalam

Posting Komentar