Kupu-kupu Khas Maros Beterbangan di Malang Ja-Timr

Tari Kalubampa Kab. Maros Sulawesi Selatan, dalam bedah penampilan budaya dianggap mengesan dan unik, pakaian dengan ala kupu-kupu terbang, dan property jaring penangkap serta peran music pengiring  pui-pui (alat music tipu tradisional Sul-Sel)dengan skeep suara lengking tenor, mengemas panggung dengan penuh semarak. Tari kupu-kupu ini diapresiasikan pada Panggung  Karang Pamitran Nasional (KPN) di Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Karang Pamitran dilaksanakan mulai  13-19 Agustus 2018, dibuka oleh
Mentri Pemuda dan Olahraga serta gubernur terkait, merupakan  tempat berkumpulnya para pembina dan pelatih Pramuka untuk bersama-sama, bersaudara, peduli pada lingkungan, saling tukar pikir, inovasi cara membina dan melatih dalam satu kegiatan besar.

Meriah di KPN 2018 dengan diikuti 9.234 peserta utusan dari 514 Kwartir Cabang, 34 Kwartir Daerah seluruh Indonesia, Gugus Depan perwakilan Indonesia di luar negeri, serta undangan Pramuka luar negeri. Mereka adalah para pembina Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega, Pamong Satuan Karya, pembina Pramuka Berkebutuhan Khusus, pelatih pembina Pramuka, Kapusdiklatcab dan Kapusdiklatda se-Indonesia, serta mantan peserta PW ASPAC 1978 dan Comdeca 1993. Provinsi Sulawesi Selatan mengutus 340 orang kwarcab, sedang perwakilan dari Kwarcab Kab.Maros berjumlah 20 orang.

Tari Kalubampa adalah perempuan yang kupu-kupu atau kupu-kupu yang perempun, memeriah di Malang Jawa Timur, sebuah ujud percakapan dengan kebebasan. Gerak Kalubampa juga berarti terbang menuju kemerdekaan untuk mencari sendiri apa yang benar dan yang adil - dengan sikap ingin tahu, ragu, juga gigih_SB

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar