WOW !, PENTAS SENI "PARAIKATTE' MAROS

SENI BUDAYA MAROS_Menggurat "Abbulo Sibatang Carammenna Indonesia", bersatu dalam cerminanan masyarakat Indonesia, sebuah item program pentas seni tahunan ke III yang dilakasanakan Komunitas Sanggar Seni “Paraikatte” Panjalingan Maros.

Kali ini mempersembahkan pentas kreatifitas seni dengan konsep Outdor mengusung Seni Kebudayaan lokal , ya sebuah dialog mengemas malam mingguan dengan pentas seni dengan ragam cerita yang dikemas dengan satu makna dalam bingkai keteladan dan budaya. Pementasan dibuka dengan tari padduppa, perkusi, teater, vokal dan akustik, serta visualisasi sastra. Kegiatan ini juga adalah salah satu program penguatan pada kiprah seni anggota baru Sanggar “Paraikatte” sebagai tanggung jawab dalam atraktif seni pada kemestian sebagai penerus atau anggota baru hasil recruitment.

Kegiatan diselenggarakan Sabtu Malam 25 Agustus 2018, tepatnya di lapangan Mannang Panjallingang. Pentas seni berenergi kultur juga dihadiri dan direspon baik oleh Bapak Camat juga Bapak Lurah Bontoa, saat memberi kesan dan pesan terhadap kegiatan anak muda di kampungnya ini, juga di hadiri oleh pemerhati seni di Kab Maros dan ketua BKKI Kab Maros Husni Siame.

Pembina sanggar Safri Dg Jarre (seniman dan Guru) menyampaikan bahwa kegiatan pentas seni ini salah satu ajang buat para pemuda, untuk mengentalkan nilaiseni , keindahan sebagai refresentasi kesibukan yang baik, yang dengan perihal demikian anak-anak muda lebih dekat pada seni atau keindahan di banding tergerus oleh kenakalan yang berkembang saat ini seperti begal dan kenakalan remaja lainnya. Ia mengakhiri pesan-pesannya dengan membacakan puisi sebagai tanggapan kerinduan permintaan para senior di sanggar tersebut.

Malam Pentas Seni Sanggar Paraikatte,  nuansa budaya seakan dihela kenilai revitalisasi kearifan local, juga tanggapan atas penguatan budaya yang di anggap aspek untuk mendorong penyelesaian konflik. Terutama setelah pendekatan ekonomi dan politik gagal menyelesaikan konflik. Warga setempat memadati lapangan mannang Panjallingang  tersebut dan tak beranjak hingga usai keseluruhan pementasan .

Dalam sambutan Ketua BKKI Maros mengatakan Kami percaya elemen ‘real time’ yang menjadi kekuatan platform ini dengan identitas “Bontoa” merupakan aspek keterhubungan dengan para pendahulu di kerajaan Bontoa ini, dimana mereka menitiskan sikap dan juang pada generasi yang ada hari ini, generasi unggul seni dan keteladan. Volume pementasan serupa Lareligion si ville (bahasa perancis) bahwa disamping agama, budaya juga masih nilai yang tepat bergandengan dengan kehidupan__Tulis : Sang Baco.

{ 3 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Unknown mengatakan...

Mantap deng pemaentasan nya

Faisal Patunru mengatakan...

Teruslh berkarya andi bau, sukses selalu Sanggar seni Paraikatte

Faisal Patunru mengatakan...

Teruslh berkarya andi bau, sukses selalu Sanggar seni Paraikatte

Posting Komentar