Kriteria passompe (perantau ) tempat yang baik : Lontara Kissa

Sebuah catatan dari Lontara Kissa (nama kitab riwayat/ kitab meriwayatkan suku Bugis Makassar)di Daerah Maros Desa Bontibonti (Malewang )


Perjalanan suku Bugis-Makassar melintasi lautan untuk tujuan hidup (Passompe wanua)/ perantau yang menemukan daerah baru. Tanda tegas : sangat memperhatikan hal-hal tertentu yang di pesankan  dari tanah kelahirannya. Pesan  attoriolong (nenek moyang) dalam teks Bugis tersebut, "narekko engka wanua risappae ... matinro ri toppo galung, makkangngulung ri padappadang, massulappe ri bulu, mattulekkeng ri salo, na mattiro ri tasi. Teks ini merupakan persyaratan terbaik untuk  memilih sebuah tempat tinggal , karena jika daerah tersebut memenuhi semua kriteria diatas, attoriolong Bugis-Makassar menganggap tempat tersebut sebagai  daerah yang subur dan baik untuk di sompeki atau massompe / hijrah kedaerah lain membentuk kelangsungan hidup/ berketurunan, karena adanya lahan (sawah, bukit, gunung, sungai dan lautan). Kami urai teks tersebut  berikut makna dan simboliknya pada kans lain.

     Di kisahkan di dalam lontara ketika seorang  bersikeras mencari kehidupan di tempat lain (dapat juga bertujuan mengembangkan keturunan) maka terlahirlah  amanat atau pappaseng yang disampaikan oleh  ayahanda sang perantau tersebut, sekaitan dengan kriteria tanah/ tempat yang baik dengan istilaah anennungeng  risompereng  (jiwa pencari atau perantau). Sungguh sebuah uraian yang sarat akan makna.  dalam teks   matinro ritoppo galung, berkononotasi  sebagai tempat yang baik mempunyai  pedataran yg luas juga sebab tempat : mengais reski dari mendulang hutan. Juga dengan tersedianya wanua  pulise babuwa atau terdapatnya tempat yang dapat dijadikan areal persawahan  untuk ketersediaan  pangan yang  dapat di jadikan lumbung padi : urusan perut, dan keinginan ini erat kaitannya dengan pelaksanaan tradisi maddengka  ase lolo  atau pesta menumbuk padi sebagai bentuk kesyukuran  kepada Allah swt atas limpahan hasil sawah tersebut.
__________
kaimuddin mbck ,hasil  Revitalisasi kearifan Budaya Lokal Pappaseng di daerah Kabupaten Maros, Desa Bonti-bonti / Malewang.

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar