Ketika Tak Bertanya Lagi "Siapakah Tuhan ?"

Dingin malam tadi seolah bersalju,
ketika doa-doa  sedang tengadah
hampir saja dari bibir langit tumpah bola-bola es,
mendayu gema zikir-zikir, riuh     menjelma  ledak,
       menjelma bunga-bunga cahaya  di petala langit ...,

Pagi yang syahdu, dan bulan  tiba-tiba bercincin,
sebegini khusyu maka "kata" tak lagi benar mewakili peristiwa,
mengerang antara khouf dan raja',
sebuah  hulu ledak dan  selalu nama  itu gema disetiap jawaban.

  "ya Allah yang ditangannya segala kehendak, aku tiada kuasa kendatipun terhadap diriku sendiri, niscayakanlah namaMu mengelus segalaku".



  Ledak
Menajam pada ruh  yang mengantar berita atau
ruh  yang membiarkan diri rebah sendiri,

sebab ruh tak sesuatupun luput dari ledak 
lihatlah....
    kesementaraan menarik waktu juga perasaanmu, 
    memberatimu dengan beragam tanya yang jawabannya, selalu 
     namanya......dialah "Allah"

Dialah Allah yang melihat jelas wajah-wajah juga napasmu yang berat, atau
meledakkanmu dengan cahaya dan kemudian pecah bak warna-warni 
dan kau  tak bertanya lagi, siapakah tuhan...?
_________
kaimuddin mbck "malam gigil ramadhan"

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar