"kita" melebihi cinta siapapun

kata "kita" mewujud dalam sekeping hati, sebuah tanda : tak membiarkanmu pergi begitu saja "tanpa catatan", sebab dalam kata "kita" sesuatu tersimpan melebihi cinta siapapun. Sekali Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat, tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati _ dengan ini kesan menjadi tak sederhana, sebagaimana  Tuhan telah menempatkan pecahan sekeping hati, sebagai ya hal yang sebenarnya tidak jauh/ sangat kita kenali.

cinta adalah alat indra tersendiri untuk bertemu-nya  hati, ada yang menyandingkannya dengan (fitrah), "kita" adalah  arti diri pada sebuah situasi yang menempatkan senang atau sedih sebagai kekuatan. Kata kita sebabkan tak sesuatupun menjadi asing, ya sebuah mimpi akan kebersamaan, kebersamaan yang mendekat dalam urat nadi.., darah.... perasaan, sedang tak sesuatupun yang membiarkan kasih itu seorang diri.
"kita" melebihi cinta siapapun
kesungguhan kata "kita" sekali diteriakkan oleh Zhu saat pelantikannya sebagai perdana menteri pada 1998, ujud selamatkan Cina dari kehancuran dengan  lantang ia teriakkan  ''Berikan kepada saya seratus peti mati, sembilan puluh sembilan untuk koruptor, satu untuk saya jika saya melakukan hal yang sama.''

Bukan lagi pada tendensi kemasan, karena segala-gala sesungguhnya adalah "kita" serupa ungkapan Anaxagoras, Filsuf Yunani “Penampilan fisik hanyalah sekilas dari apa yang sebenarnya tidak terlihat, fisik itu bukan "kita", yang ketika Cintanya di tolak maka perasaan sejatinya mengatakan : ketika dia mencintai orang lain aku masih mampu tersenyum, bahkan sambil berkata: "aku turut bahagia untukmu".Perihal atau kata yang banyak org mengatakan demikian

Sebab kata "kita" mungkin seseorang harus melakukan kesalahan duluan sebelum bertemu dengan orang yang tepat, sebagaimana hidup seperti roda berputar dan orang baik selalu memetakan pengalaman yang baik untuk "kita"/kebahagiaannya, demi mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia pengaturan kasih sayang Tuhan, dan bahwa demikianlah proses hidup itu menjadi penting, "kita" adalah kesalahan lalu kebenaran.


Keindahan Fitrah dalam mencintai
Sedang intersting Tuhan dalam kata "kita", meruah disetebaran kasihnya 100 % pada seluruh ummat bahkan pada hewan dan tumbuhan, dan terdapat ungkapan mengatakan bahwa kasih sayang Tuhan itu 99 tersimpan disisinya dan hanya 1 bahagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bahagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya karena takut anaknya terpijak, demikianl pula tak satupun dari harimau ganas yang pernah memangsa anaknya sendiri.

Ketika manusia dihinggapi keputusasaan ia bahkan tidak tahu apa sebenarnya yang dikehendaki oleh kemauan hati, tumpul tak berbuat apa-apa kecuali galau. Sesekali dalam kata "kita" Tuhan sedang memproses kegegundahan hati guna mendapat predikat "kependekaran dalam hal keimanan?" juga lebih tepat dikatakan "sebab Allah lah yang menghendaki padanya kebaikan", Ketika kita minta kepada Allah, supaya diberikan kebaikan didunia jangan pernah beranggapan bahwa kebaikan dunia itu hanya yang enak-enak saja. Karena mustahil itu terjadi, bukankah kata kebaikan disini bermakna terhindar dari fitnah-fitnah dunia? gempuran batu ujian dalam maksud Allah tidak lain sebagai jalan meningkatkan self image dan keimanan hambaNya, dalam kata "kita" sebenarnya tak ada yang asing..., dalam pengawasan Allah yg maha berkehendak.

dalam kata "kita " Tuhan tak pernah tidak adil"
Kasih sayang Allah akan tetap turun kepada mereka yang terpedaya fitnah wanita atau pun pria. Ia (Allah) akan mengambil semua apa-apa yang menyebabkan mereka terpedaya, demi kembali kerengkuhanNya. Meskipun  itu terwujud dari sesuatu yang berat untuk dihadapi, hal yang semisal menapikan "bunuh diri", kalau kita benar-benar paham.

kata cinta dengan pendekatan kata "kita" bukan "pembungkus kacang goreng"

(sekumpulan kata-kata dari siswa siswi sma Q (x referensi)dalam tanya mengapa ada kata "kita" ?)
Dalam kata "kita"rendahkan diri itu efek baik, benar bahwa :  menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.

Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi 
dirinya sendiri, dan kata "kita " tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri

“seberapa cintai atas kehidupan, tetapi kata "kita" tidak takut akan kematian.
Betapapun, sebisa mungkin sebisa mungkin banyak yang memilih meninggal paling belakangan, meski pikun, lumpuh (jompo)  nyusahin orang lain merawatnya.”

“sekali kata "kita" menjadi tabir alami untuk menyembunyikan ketelanjangan kebenaran.”
sebab dalam detik-detik hembusan hujan pada  tiap jengkal kehidupan,
 sang hujan memang harus tercurahkan, semoga prihal ini bukan kesadaran yg terlambat..!!

dalam kata "kita"  keluarkan isi hatimu, jika tidak, mereka akan menggerogoti hatimu. mengapa demikian?, sebab air mata "kita" menyehatkan mata juga terapi_silah searc di gogle fungsi air mata, banyak hal dalam kata "kita" juga termasuk logika yang coba kita tarik hingga keujung yang bernama pahit dan se-keadaan apapun buruk penguatan ini memenuh diri : maka dalam kata "kita" tetanggamu sesekali menjadi pagar rumahmu, tengok ulanglah peristiwanya...! 
__________
maafkan atas tulisan asal ini, sungguh Q simpan saja beberapa kesan ini dan kelak mengembangkannya lebih baik, ini gayakuu simpan file....

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar