kumpulan puisi 2014

Cinta Pertama di Lampu Jalan (puisi 2014)
Lampu jalan tempat kita berdiri,
bentuknya sederhana dan sedikit kasar,
ia mungkin masih sangat terbuka dan polos, seperti sikap kita dulu, ketika …kita penuh kemalumalu-an


Lampu jalan itu, tempat kita berdiri kini mulai berwarnawarni, apakah ini isyarat kau telah begitu lembut dan sangat tertutup, kali ini aku merasa : kita semakin jauh sayang…?

Aku ingin mengulang lampu jalan yang sederhana dan sedikit kasar itu sayang…
: untuk dapat mengerti akan ke-tergesagesa-an kita, tentang "cinta pertama itu", dan tak peduli apakah harus saling mencari atau  kesasar

Embun mengajakmu pada alam rahasia (pengantar puisi 2014)
Embun, kata yang menjelaskan mimesis peristiwa : ketika udara bebas berada di dekat permukaan,  Luapan  embun dan  segala benda-benda di atas tanah di embunkan,
 sepanjang tengah malam hingga dini pagi benda-benda dilumuri dingin, seperti rasa rindu yang beku di jantungmu....

Embun (puisi 2014)
Embun pagi yang menarikmu dari mimpi, mengajakmu pada alam rahasia Lihatlah disekitar mu, mimpi dan rahasia selalu kering, tak terbaca ...

Meski embun tak lagi mimpi, tak lagi rahasia jika "hari terang", tapi kau cemburu padanya,

Ketika" gerimis pagi datang..... dan 

bersamanya ia meluncur ditekuk daun pandan tanpa ada yang merasa memimpin dan terpimpin"

~~~~~~~~~~~~~

catatan film :  2014 Juvenile Delinquency - Flickchart (sedang kau berulang tahun dan sebuah hadiah coklat)

Di jendela kamar tahanan ini-lah, aku penuhi perutmu dengan coklat milik supermarket di seberang jalan itu, tentu bukan apa- apa sayang, seperti penjara yang sederhana ini karena cinta memang selalu sederhana, telah cukup kita bertemu sebagai dua orang asing yang saling cengkram, aku memberimu minum di senja itu dan seperti petang kau menutup seluruh dukaku dengan warna gelap

Dari jendela kamar tahanan, kita selalu memecah sunyi, dan itu sudah cukup, untuk saling memiliki juga menghianati. Kita terus berlari kan, seperti malam tempat kita melelap

: melumuri kanvas-kanvas dengan air mata, yang dengannya  kita saling merapatkan tangan dan berbisik, tentu kau tahu, "suara kita kedapnya melebihi kamar tahanan ini".

(film serupa saat sma dulu, Kotaraja 2002_Dari jendela Kamar Tahanan)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

{ 1 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Kisah sukses sarmila mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

Posting Komentar