Sayang kau tak melihat cinta

Sayang kau tak melihatnya : ketika Bulan mengendap-endap di daun mangga, mencatat gerak juga aroma keringatmu, gila.. .ini sangat detail, uh..., ia menunggumu bersiul sedang kau letakkan hatimu dikain putih, ia bulan sibuk di atasmu, memecah dirinya berganda-ganda, lihatlah tempiasnya bikin bunga dan pucuk daun ber-jatuhan, sayang kau tak melihatnya.

Sayang kau tak melihatnya ketika surga tercipta berulang-ulang, pun dengan alamat yang menderanya bahwa cinta itu buta, sayang...kaupun melihatnya ketika cinta di butakan oleh angan-angan memiliki dan kau seakan terjebak, dalam lingkar kenang dan ia tak tau kau pernah ada, sayang....

Sungguh sayang ketika kau tak melihat indahnya perbedaan dan melupakan warna-warni yang sering nyenyakkan matamu sedang kau kira kantuk padahal matamu mencatatnya sendu, sayang kau tak ingat apapun ketika seseorang menjelaskan padamu akan indahnya cinta pertama itu, dan kau seolah sangat mengerti atas keterburu-buruanmu melupakan peristiwa, sayang...kau tak mengenal cermin sebagai gambaran  wajahmu dan kau terus memberinya ucapan selamat datang atau selamat tinggal : padahal ia atau dirimu sendiri tak kemana-kemana, sayang....

Sayang kau tak merasakan uluran tanganya sedang melalui tangannya sudah tak terhitung luka bahkan nyawa yang telah ia selamatkan, sedang kau adalah hitungan detik sebagai korban berikutnya, sayang....sungguh sayang...


Allah menciptakan keselarasan dan keserasian antara satu pribadi dengan pribadi lain yang perangainya serupa. Ia pun menciptakan rasa ketertarikan antara siapa saja yang tabiatnya sesuai. Sedang tumbuhnya rasa cinta disebabkan oleh kekosongan hati akan cinta itu sendiri. Kekosongan cinta itulah yang membuka ruang-ruang untuk bersemayamnya sebuah cinta baru. maka cinta adalah memberi tanpa pamrih barulah pantulan cermin adalah dirimu sendiri yang berbicara tentang hikmah yang mengenalmu melebihi dirimu sendiri

Hati yang kosong akan cinta dan kasih kepada Allah, akan dihinggapi oleh rasa cinta dan kasih kepada selain-Nya. Sedangkan pupuk yang dapat menyuburkan pohon-pohon cinta adalah: anggapan baik terhadap pribadi yang dicintai dan keinginan kuat untuk mendapatkannya. Jika salah satu atau kedua unsur tersebut hilang, maka cinta itu tak akan bisa tumbuh sempurna.

Sayang Cintamu tak tumbuh

sayang kau selalu memilih yang sesaat, sementara cuaca terus berdenyut dan membentuk dirimu sendiri dan alam seperti tersirap terhadap kesejatian, tentu untukmu ketika kau bangun pagi dan depan berandanya kau tumbuh dari tanah dan menawarkanya sejuk juga buah yang harus ia telannya atau disimpan-nya hingga kehati.

Dalam cinta yang tanpa perlu sayang, meskipun ia doa, tangan yang menampung luka, tapi menjagamu, agar kau tak pernah merasa sendirian dan ditinggalkan. Berhentilah membuat penghalang, balaslah senyum dari orang yang memberimu luka hingga  orang tersebut berhenti menakarmu dan mulai mengenalmu dengan segala keterbukaan, setelahnya kaupun heran cintamu seolah tumbuh sendiri dan beruas-ruas.

Jika tak kau lihat Obat Sakit Hati itu, sayang...

Jika penghalang-penghalang di atas tidak ada dan cinta uang tumbuh sebagai cinta sejati, maka cinta tidak akan tumbuh dari kedua belah pihak, sebab kefitraha-an. Sebaliknya, jika muncul salah satu atau ketiga macam penyebab tersebut di atas, maka cintanya tak akan bersambut. Untuk mengobati keadaan hati yang seperti itu, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Tahap pertama yaitu menghadirkan rasa putus asa akan terbalasnya cinta. Dengan rasa putus asa ini, maka hati akan nyaman dan tidak terus-menerus berambisi mendapat buruan atau target dari cinta tersebut. Seseorang tak mengharap cinta apapun selain bahwa cinta itu adalah terapi atau mengobati sebagai hal yang tak lekang.

Bila kondisi keputusasaan tersebut tidak mampu menahan gejolak hati, maka dapat ditanggulangi dengan menanamkan kesadaran bahwa ketergantungan pada sesuatu yang tidak mungkin dicapai adalah sebuah kegilaan. Sikap-sikap pengharapan yang berlebihan ini hanya dilakukan oleh orang-orang gila. Bila hati terus bergejolak karena tidak memperoleh kekasih dengan cara yang disyariatkan dan sesuai dengan kemampuan, maka berusahalah berprasangkan baik kepada Allah dengan menempatkan diri sebagai orang yang berudzur. Munculkanlah kesan bahwa apa yang dicari sejatinya tidak pernah ada atau mustahil didapat.
Jika nafsu masih tetap tidak mau menerima keadaan ini, maka cobalah sekuat tenaga untuk meninggalkan angan-nagan tersebut karena dua hal: Takut kepada Allah atau keyakinan bahwa hilangnya apa yang dicari adalah lebih baik, lebih berguna, dan lebih berfaidah, bahkan dapat menuntunnya menemukan cinta yang lebih besar dan lebih menggembirakan, cinta sejati. 
Bisa jadi dengan terus mengejar sasarannya itu hanya akan menjerumuskannya ke dalam dua musibah sekaligus: hilangnya sesuatu yang lebih besar dari kekasihnya tersebut dan terjadinya kesusahan yang lebih parah daripada hilangnya sang kekasih hati.

Andaikata usaha-usaha di atas belum dapat mengusir cinta itu dari hati, maka cobalah berfikir tentang keburukan yang akan ditimbulkan dari tindakan yang menurutkan syahwat. Betapa banyak kemaslahatan yang akan hilang karenanya. Sebab, menuruti syahwat akan menghalangi seseorang menggunakan kecerdasannya.

Kalau hati masih saja belum dapat disembuhkan, sayang sekali....maka teruslah mengingat-ingat keburukan dari sang kekasih hati dan segala hal yang dapat membuat benci sang kekasih hati. Alihkan dari sekadar pandangan luar (fisik) ke dalam perilaku buruknya. Menyeberanglah dari kecantikan lahiriah menuju kebusukan hati dan jiwanya. Bila tetap tidak tersembuhkan, maka pasrah dan berdoalah kepada Allah, memohon keselamatan kepada-Nya. Namun, hendaknya seseorang yang cintanya bertepuk sebelah tangan tidak mudah menyebut kekasihnya dan mencelanya di hadapan orang banyak. Jika itu dilakukan, maka ia telah berbuat zalim dan melampaui batas_ By Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Zadul Ma’ad: Bekal Perjalanan Akhirat, Jilid 5
___________
Penutup : Maka segalanya harus dicermati, disikapi... dengan kedekatan cinta, hingga kau merasakan sesuatu tumbuh dalam fitrah-mu, serupa hati memahami langit yang berdiri tinggi tampa tiang, jika demikian TAK ADA kata.... "sayang kau tak melihatnya

{ 6 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

ÁLVARO GÓMEZ CASTRO mengatakan...

Hi, I have been visiting your blog. ¡Congratulations for your work! I invite you to visit my blog about literature, philosophy and films:
http://alvarogomezcastro.over-blog.es

Greetings from Santa Marta, Colombia

Anonim mengatakan...

responsibility is a necessity that needs to be learned from the base, a strong foothold for the future

ebigmedia mengatakan...

wahai penulis rembulan malam,... berikan sedikit waktumu utk mereka tamu2 budayawan dari mancanegara,... ha ha ha

Anonim mengatakan...

semoga saja jika benar ia tak melihatnya, bulan tetap merekam dan menyimpan untukmu,...................sayang.

Sang Baco mengatakan...

pada (Alvaro) I've visited, your blog is full of good teaching

Anonim mengatakan...

Nama : Hariyanti Syamsidar
Kelas : XII IPA 2
Sayang kau tak melihat
Diheningnya malam yang
gelsp gulita duduk seorang diri
dengan diriku yang lemah ini
Diriku yang memandangi langit
Malam saat itu berpikir apakah
Mungkin aku bisa menjalani
Keseharianku seorang diri
Diri tumbuh menjadi seorang
Yang kuat, sabar, dewasa
Dan mampu bertahan dari
Kerasnya kehidupan
Tapi sayang, kau tak meliat itu semua
Terkadang aku bertanya,
Mengapa kau begitu cepat pergi,
Pergi meninggalkan diriku yang masih haus
Akan kasih dan sayangmu
Tapi meskipun tak melihat itu semua..
ketahuliah hingga saat ini dan sampai kapanpun
kau masih yang terindah dalam hidupku...

Posting Komentar