puisi : jangan berkedip

Puisi , "Bulan bertengger di bulu matamu,  jangan..... berkedip : senyumku tenggelam abadi.." adalah tafsir yang menemu jalan hidupnya sendiri, teks-teks atau syair dalam "jangan berkedip", perihal yang sangat sederhana tapi mungkin indah.  Dunia yang saling saling kait dengan teks menghidupi antara realitas keseharian dan imajinasi yang diciptakan melalui pergulatan dan penjelajahan berbahasa. Kedua entitas berbeda ini hadir secara bersamaan dan harmonis menjalin ”dunia kisah tersendiri” yang kaya dengan kejutan segar. 
"Jangan berkedip..., maka berlaku juga dalam cara kerja kesadaran "si tulis-tulis saja" dalam menyerap dan memaknai dunia yang baru dikenalnya, termasuk ketika realitas diberangus zaman, juga kadang diapresiasi dengan penghargaan tinggi , ya…tidak ada lagi air mata untuk Jalan hidup yang penuh ketidakterdugaan. "jangan berkedip sebelum dunia bukan milikmu lagi..."  
Puisi jangan berkedip, ketika ia diserahkan dengan ikhlas ke khalayak dan sang penyairnya (pengarang) keterusan-nya dapat saja mati dengan indah atau penuh kecemasan. Sebuah puisi bisa bernasib malang di tangan redaktur karena dianggap tidak layak muat. Sebuah puisi bisa bernasib indah ketika ia dimuat dan. Sebuah puisi bisa pula bernasib tragis,  ketika ia karena dianggap menghina agama atau kekuasaan. Nasib puisi sama halnya dengan nasib manusia. demikian sebuah ulasan yang aku lupa sumbernya maafkan. 

artis kedipan terbaik
Jangan berkedip , Ini tentang puisi tanpa terencana, sebab "mata mereka sembab" ah, perempuan yang menangis dan memberi maaf, yang coba kutahu, "kapan ia datang lagi" kau tahu irama yang tidak kita inginkan adalah "matanya berkedip saat kau renang di dalamnya, ya..hari itu Competition berkedip, peserta diminta untuk mengunggah foto ’kedipan’ yang menunjukkan bulu mata cantik mereka ke wall Facebook fanpage My True Match, sedang 1 ’kedipan’ terbaik akan mendapatkan 1 buah iPad dari L’Oréal Paris di akhir periode. foto yang hanya memperlihatkan bagian mata dari wanita tersebut, demikian sensasi ya..? Perjalananpun memanglah sangat teramat pendek. Aku sendiri masih sanggup untuk menghitung nafas detik yang berhembus dalam cahaya indah mata itu. Tapi kesingkatan itu yang membuat aku mengerti bagaimana seseorang yang diberi keterbatasan masih bisa berusaha....bersyukur.

Bulan bertengger di
 bulu matamu,  jangan..... berkedip
                                    Ketika itu tatapanmu sihir 
–sejauh memandang  tumbuh 
lumut-lumut hijau
Senyumku tenggelam abadi,  sebelum .......... 
Kau ......kedipkan mata
jangan berkedip....help...

jangan berkedip ya...klik.

ke tempat yang bisa ku jadikan tempat merenung segalanya ...dan mencoba bersyukur atas apa yang aku dapat, ya sesaat sebelum kedipan kedua.


Tatapan yang senantiasa memberimu ruang, berteduh, sunyi, dekapan dan juga rambut yang terlihat  basah pula sebuah sajak yang mungkin tak selesai sekira berkedip. Maka dalam melek itu hujan menghentikan rintiknya ketika seseorang menengadahkan wajahnya memandang langit, seakan sedang ingatkan atas hajatan terakhirnya, maka kasih dalam pandangan pecinta itu sungguh mengerti bahwa dalam setiap tatap penuh makna " kalimat cinta itu belum atau tak pernah usai maka dengan cinta, maka dengan tanpa kedipan itu akan menyimpan catatan yang lain dan waktu kan datang melengkapinya kapan saja. Jangan berkedip sebab keluasan yang tidak terbatas, yang lebih luas dari dunia diluar dirimu.

kunjungi Link Terkait menarik berikut:
hubungan kita bangsat-bangsat saja sayang..."sebab dalam tanpa pertengkaran kita kelihatan bego, (di mall mencari buku dgn tips "bertengkar menyenangkan"


___________
kaimuddin mbck 2009, maros di "rumah tedde" dalam puisi jangan berkedip

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar