Mercusuar Dunia Sastra Kekuatan Teks

Hutan sastra penuh keliaran dan dengan terpaksa kita masuk kedalamnya, menemu bunga hutan, dan memenuhi mata kita dengan warna/i  ulat bulu yang membesar bagai pelangi : sebuah gambar abadi dan natural. berminatkah anda terhadap keadaan ini, atau kau alergi dgn teks : hutan sastra?, mari ke mercusuar kekuatan teks, ya...meskipun hanya kuanggap sebagai nilai  hiburan rohani, tapi ku menerimanya tidak hanya dengan kesadaran otak saja, tetapi dengan seluruh kesadaran perasaan. pada sastra ku-tumpahkan seluruh pengalaman, juga tuliskan peristiwa entah itu jerit.... atau senyum..., haha..ha....

Mercusuar Dunia Sastra masih pada Apresiasi, mengenal teks sebagai persambungan nikmat dari si penyair, hingga ke teks sendiri sebagai upaya "siap berbagi metafora pengalaman dalam teks sastra ke-orang lain", hal yang lebih sulit serupa memilih menimbang kata untuk di letakkan sebagai perwakilan yang tepat atas peristiwa, seolah merawat bayi saja : mandikan dan lalu beri imun dan tumbuh dalam  “kegairahan cinta", padanya sekaligus terlengkapi dengan sikap kritis, berulang dan terus menerus demi penguatan akan kekuatan teks, <( kau mulai jenuh, ya..?) 

Mercusuar dunia sastra tak luput dari tengarai : mana karya sastra yang baik, dan mana yang buruk serta tidak layak ‘dikonsumsi’. demi pada unsur utama bahwa kau tak berpaling dan menjauh dari teks. Suatu saat aku menginginkanmu menyukai teksku sungguh bukan “dahsyat” ku-hanya berusaha ke ‘pembesaran’ dan (kau) tanpa malu-malu mem-perpanjangan lidah’untukku > kalau aku sedang....sedih, sepi, dan sesuatu mendekat, kukira itu kau yang juga sedang terinpirasi bersastra, haha...ha... "sini teksMu ku membacanya...", kataku

Mengembalikan tradisi sastra pada ‘kekuatan teks’ dalam patron seni untuk kebaikan jelas menjadi asa, cita-cita kita bersama. Tapi, dalam situasi seperti sekarang, diera ‘pasar bebas sastra’ kita memang tidak cukup mengandalkan begitu saja pada ‘kekuatan teks’ tapi dengan obyek yang menjemukan (ku lirik sastra dalam politik sastra, sastra dalam peradaban yang gelap juga sastra dalam perlawanan atas masyarakat tertindas’, weiiittsss....., jika demikian sungguh terasa lebih sehat, lebih orientasi dan hidup. Kukira dengan ini maka "dunia membacamu", atau teksmu ikut menjadi warna-warni penting dalam sejarah perkembangan sastra Indonesia, haha,,,ha,,,< harapan Q

*Insiden tiba-tiba Halusinasi Sastra 
Sekumpulan Burung Menyerang Pesawat AU Amerika Serikat :ya...langsung menyerbu pesawat itu. Pesawat senilai Rp1,2 triliun itu akhirnya .....Sekira 200 orang tewas dalam hitungan waktu seperti 5 menit, akibat burung yang masuk ke dalam mesin pesawat.
tragis 1 bahwa serombongan burung itu adalah kekuatan, kukira ini juga sastra
Ketika wahyu  itu turun lagi ke-bumi, refleksi ini berarti berilah satu jabatan pada  yang memiliki kemampuan/ “Penempatan orang-orang yang tepat akan membuat negara kita maju, menjadi mercusuar dunia, < harapan Q juga pada harapan Kekuatan Teks Sastra.
___________
Perihal terkait dengan dunia sastra sebagai kekuatan teks, berikut ini



definisi-definisi para pakar tersebut, semuanya merujuk pada ungkapan perasaan atau emosi, pemilihan kata dan rasa bahasa, aspek keindahan, imaji, asonansi bunyi, bentuk (typografi), makna, dan pesan.

> Mari kita membongkar kembali sastra atau (spesifikasi puisi) untuk kembali menyusunnya____hutanku...ya hutan-mu jugalah.., wassalam :Kaimuddin Mbck, ya tulis tulis saja dalam Mercusuar Dunia Sastra

{ 1 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Doddy Prayudi mengatakan...

artikel selalu menarik

kunjungan balik ya mas http://s7-doddy.blogspot.com/

Posting Komentar