Kumpulan Puisi Sedih :Tangis Hujan

Hujan yang resap pada dinding hatimu saat kau termangu, maka itulah sepi yang meruncing, setelahnya adalah sajak yang tak selesai kesaksian yang membatu atau dapat saja kau menangkapnya sebagai derai-derai air mata, entahlah_Hujan dan sepi berkepanjangan, meski telah lama mengenal tetas getir yang jatuh satu-satu, ian telah sampai pada pinta yang memaksamu mengulurkan tangan atas perih yang menampung luka, "uh dingin dan tak apapun kecuali badai sepanjang perjalan". Hujan yang benar-benar penjara, yang menarik dengan paksa pada kenangan yang meluapkan. Sesak pada tangis hujan sedang sebuah ruang menunggu, ya ruang yang hanya coba menjagamu agar kau tetap hangat, agar kau tak pernah merasa sendirian dan ditinggalkan. < pinta sepinya (sebelum badai jangan buka matamu)

 Berulang malam mengelana, pada detik dan dingin hujan dengan basah tertusuk...................., yah...malam  pada akhirnya adalah :
 kesepian… jalan panjang…asing.., tak pintu ….tak kenal…dan tak apapun                    
pada detik perhentian waktu, Ia berdiri kaku penuh dingin,
sebuah elegi didendangkan-nya,
    apakah terdengar rintih di rahimmu ?

Puisi Sedih 1
Apakah kau mengingat hari itu...ketika hujan seperti ini dan aku memakaikan-mu jaketku yang kumal ?, 2 cangkir kopi dengan gula cream aku merayakan hujan ini.Usah ....?. Lihat selengkapnya di > Tangis Hujan : (catatan perih 

Puisi Sedih 2
ia hanya menyusun cerita tentang tentang sebuah,“ bunga yang basah sendirian sedang...."Lihat selengkapnya di >

Puisi Sedih 3
menyulam harapan berkali kali dan menandai malam yang mendampar kita kemana saja, katamu, “kita insan malam, terusir.. , serupa asap rokok yang kita hempas bersama”kita ,hitam hempas bajingan, jejaki kita melapuk sa..., Lihat selengkapnya di >

Puisi Sedih 4
Mengenal luka kemarin yang belum kita terjemahkan, aku.....,  menulusuri bening matamu, lengkung alismu, jika saja tersimpan ledak yang mungkin mencairkan beLihat selengkapnya di >

Puisi Sedih 5 
kuingat kembali bentangan namamu, hujan telah reda karenanya, meski sunyi belum bisa kuungkap sebagai  cerita “kelahiran kembali”, yah... kita jauh yang tertusuk...Lihat selengkapnya di >.

Puisi Sedih 6
oh..alangkah indahnya sepi, dalam tanah kerontang tumbuh bukitbukit baru seakan mendaki langit telaga jiwa, terus belajar tentang “sepi”, meskipun sepi juga cara sederhana .......bunuh diri....... Lihat selengkapnya di >. 

Puisi Sedih 7
saat kacanya buram karena lembab dan....kau-datang memebersihkanya penuh rindu. uh... kau pergi la.Lihat selengkapnya di >.kau pergi lagi.

Puisi Sedih 8
kertas-kertas lalu ditulis atau digambari dan mencari-cari jauhnya sebab kepemilikandari jelmamu sungai yang mengalir sedang laut tak kau temu......Lihat selengkapnya di >.~1782011_

Puisi Sedih 9
 kenangan yang tertinggal, pada pelukan dan tangisan selamat tinggal, sekali waktu  sepi itu menjelma angin membelai rambutmu dan kau seperti tersirap dalam keheningan seolah kau mengenal ini sebelumn....Lihat selengkapnya di >
_____________________________________________________
Setelah kemarau yang retakkan tanah-tanah, hujan sekali waktu tiba-tiba berdenyut lalu menarik ulang peristiwa-nya, ia pun menceritakan banyak hal termasuk dingin  yang "mengeratkan kasihmu padanya". ya hujan tak selalu tangis, sesekali ia rindu mampir menyentuhmu...hal yang mungkin saja membelai kegelisahanmu, dan kau tiba-tiba takjub.  

Catatan Original by : http://www.sangbaco.com/
Teman...Saudaraku..., jika mo Copy cantumkanlah linknya ya..sebab keridhaan, juga etika penulisan, wassalam by : kaimuddin mbck

{ 2 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

gunu kumar mengatakan...

Great post, you have pointed out some superb details, I will tell my friends that this is a very informative blog thanks.
IT Company India

kaimuddin Mabbaco mengatakan...

thanks yes. IT....

Posting Komentar