Puisi Sejenak dihenti Hujan

sejenak dihenti Hujan adalah kejut yang memberat di rambutmu yang keduluan basah..kau gigil lalu sedikit bumbu dekapan atas ... " : sebuah sajak yang tak selesai. Sore ini dan hujan hentikan rintiknya ketika seseorang menengadahkan wajahnya seakan sedang ingatkan atas hajatan terakhirnya, sebab sore ini  diinginkannya gadis itu kering ujung jilbabnya dan memberi kesempatan pada angin menggoyang-goyangnya, ya sedemikian menggoda dihenti hujan juga bahwa sesuatu harus terkemas segera, cafe-cafe trotoar yang sibuk bertenda juga lelaki yang sibuk menawarkan jaket pada teman gadisnya dan di ujung jalan itu tampak tukang becak berseragam jas hujan. 

Sebab kasih pula maka pecinta sungguh mengerti bahwa henti hujan tetap penuh makna, katanya, "jika kalimat cinta itu belum usai maka dengan henti hujan, cinta kasih itu akan datang melengkapinya kapan saja, tak perlu duga atau tebak...musim sungguh bersahabat....
 

Henti hujan itu untukmu, ketika terbata-bata berbisik hingga tak terdengar setitikpun sedang kau seorang diri, saat itulah hujan melihat ke dalam kemanusiaan-mu dengan penuh canda. katanya, " karena kedalaman kemanusiaan itulah yang sebenarnya memiliki keluasan yang tidak terbatas, lebih luas dari dunia diluar dirimu, aku hujan menumpang saja di perasaan-mu. 

(isarat cinta yang coba kita pahami, semoga mengeringkan airmata-mu)

hujan tak reda di 
luar jendela, titik-titiknya kehulu
dalam jenak yang purna,  iringannya
gemulai penuh canda

"ku cemburu..................................", tak ke-
pikirkah hujan mengetuk sekali saja di jendela
: demi setatap luapan air pada muara ?
diluar hujan dan aku menengadah langit
sekira henti sejenak maka, "aku menggelinding sendiri  kepangkuanmu"
________


  Sebab hanya hujan  kisah itu, selebihnya aku tatap di jendela yang terbuka luas. hujan masih kah kau peristiwa yang mengentalkan rindu ?,
_ By : Kaimuddin mbck
Puisi: Angin adalah jarak hujan di pipimu


Gua terindah "gelindingan hujan terus menerus

__________
Puisi "sejenak dihenti hujan"

tak sejenak henti hujan maka tak ada danau di kalbuku
  pun tanpa hujan dimatamu, mengapa ?
langit tak begitu rata bahkan penuh benjolan
hujanlah...segalaku memelukmu dan
tak jadi menyebut "pergi" juga "air mata".
 ________
hujan hentilah sejenak, sebelum luapan air mencari dirinya sendiri, 
di ufuk timur matahari mulai terbenam, dan senja yang memanggil-manggil malam, aku kembara timur dan barat bahkan berulang-ulang pada 
rute itu-itu saja
 sejenak henti hujan-mu : aku mulai yang mencipta duniaku sendiri bahkan 
mengkonsep mati dengan bunga bunga di sekitarku 
__________________

demikian kumpulan puisi pendek dengan tema sejenak di henti hujan, segala adalah diriku yang menanggapi cuaca mengesahkan rasa pada asa. Tanpa percaya " mengharapmu tetap romantis meskipun kau sangat merindukannya", TAPI.....tak apapun sebelum henti hujan

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar