Titik Hujan pada Bunga

ketika Tuhan menaruh hujan dengan keyakinan di bulan Desember juga pada angin yang menghembusi daratan, sekembang teratai putih takjub pada rintik hujan yang mengelusnya, bunga yang mengenal titik hujan ini atas pengasih tuhan, adalah saat menyadari keindahan yang benar- benar hidup dan melakukan segala sesuatu dengan girah...semangat cinta. Berulang tuhan datang padamu lewat hujan juga pada bunga yang disentuhnya.

Ia titik hujan menelusuri cita,
di basahinya bunga sebagai simpulan senyumnya sore itu,
ia titik hujan tak peduli ada yang sejuk me-
         lihat bunga itu basah atau tidak,
ia hanya menyusun cerita tentang 
      “sebuah bunga yang basah sendirian ketika
                                       bumi sedang kering kerontang,

Suatu hari bunga berkata pada titik hujan ,
       “akhirnya kudekap juga segenap kehangatan yang
                    tersisa darimu, tapi 
                    aku sendiri mengerang hingga waktu tiba dan 
                           harus jatuh di taman ini jika tak ada yang memetik.
_____________

Semangat dalam titik hujan pada bunga  isarat damai dalam cinta yang  menyapa hari, seulas senyum diharapnya dari wajah semua orang, dan sesekali sekedar mendengar sekelumit resah, lalu tertawa bersama kemudian dan hujan di tubuhnya sekedar mengirim sebaris pesan pendek untuk kabar seorang yang sudah lama tak kau jumpai. Itulah sebenar benarnya hidup. Ketika kita melakukan semua hal dengan semangat pelayanan cinta, sebagaimana  puisi : titik hujan pada bunga ya begitu semesta...begitu alami dalam pengasih tuhan atas musim_

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar