Tanda intelektual pada senyum familiar

Senyum familiar penanda intelektual ?, Ketika ia senyum maka kesadaran yang tumbuh di kepala kita adalah bahwa  “ia telah  mengoperasi muka menjadi lebih baik dengan tanpa biaya. Senyum seorang wanita meskipun lebih sering tak harap apaapa tapi sesungguhnya ia telah melengkapkan dirinya dengan penanda intelektualitas, sebab...ukuran intelektual bukan pada gelar sarjananya atau di mana ia pernah menuntut, haha..ha…(ungkapan berlebihan ya ?). hentikan senyummu..!! atau aku menggelinding ke bibirmu. Senyum pemilik ke- luarbiasa itu dalam memaksimalkan kecantikan, sekorelasi dengan  sabda Rasulullah , “Janganlah engkau sekali-kali meremehkan suatu kebaikan, walaupun itu hanya sekadar untuk menemui saudaramu dengan wajah tersenyum /ceria”.(HR. Muslim). 

Tersenyumlah dengan gairahunderstand essential”  ketika di pandang sebagai obyek yang  tersambung kait dengan sikap ramah dan tulus , sungguh telah menunjukkan ke-feminiman, bahwa dia layak di payungi sebab  jiwa kewanitaan yang perlu di manjakan. Ketika inilah  senyum kunci bagi semua hati, bahkan hati yang terkunci rapat sekali pun. Jika anda melihat seseorang yang muram dengan wajah menggambarkan kekalutan serta kegelisahan, maka tidak ada hal lain yang lebih layak anda lakukan di depannya kecuali dengan memberikan senyuman. Kemudian anda pun akan melihatnya tersenyum tanpa dia menyadarinya, dan bisa jadi akan menjadi seorang teman yang tulus bagi anda. Anda tak sadar bahwa teman tersebut “telah kita operasi mukannya menjadi lebih baik”,haha..ha….


Memanfaatkan senyum secara intelektual adalah hasil dari  "sekolah  kehidupan",  sekolah b-ginian  tak pernah tamat hingga ajal menjelang. haha..ha..
kubilang, “sekolah begini belum ada setelah kucaricari”. Perihal ini seharusnya di perhatikan oleh (terutama) isteri=istri, mungkin belum ada teori bahwa  untuk menjadi istri yang baik tak perlu  universitas, sebagaimana juga tak ada Universitas dengan jaminan kelulusan menghasilkan seorang ibu atau istri yang  baik.  Sebuah pendapat mengatakan (tidak valid) ruang dan waktulah yang akan menempa perempuan menjadi istri dan ibu yang baik. dalam all functions,  tuk menempatkan senyumnya sebagai pelengkap kasih...dalam m-sikapi segala hal dari kehidupan.


dan dengan itu aku mengenalmu sangat dalam, seperti cinta yang Q simpan dalam senyummu itu haha...ha....__________________________________

kaimuddin mbck lelaki yang banyak tersenyum  menunjukkan bahwa ia familiar. haha..ha….”maafkanlah by slank”.

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar