impian gila, "kita terlalu sopan sayang..."

Impian gila yang penuh harap adalah dengan mencintai musim yang gugurkan dan tumbangkan pohon-pohon cinta sedang itu tempatmu satu-satunya berteduh juga menunggunya, musim memang sedang demikian dan tak tepat menangis dengan hati. Lewati saja petang dan tenggelam atau "tidur" sebuah jawaban kukira, tapi.... sekira ada yang ber-tanya, katakan bahwa "kau masih sendiri dan penuh impian", hihi..hi..hi, sebab jika tak tidur, maka dunia yang semu ini bagian dari usahamu terus menerus " memenuhi segala impian-mu", yah salah satu cara menjad gila, tapi ngaktifkan jam weker ya, meskipun ku tahu bahwa "alam mimpi jauh lebih indah dari kenyataan", uh.. waktu begitu nek, begitu sopan sesungguhnya jika saja kau tak memihak pada cinta tapi sayang..

Impian gila yang sopan

 
 *disuatu pagi aku sangat hati2 mengajakmu "ssst.. jangan berkedip, (dihalam rumah) embun membesar dan jatuh dari ujung daun pandan....
Kumpulan Kata-kata Gila yang Sopan
terhenti di patahan jalan*
: di jalan sini mereka mengamen, mengemis, meminta-minta demi uang receh, agar hari ini bisa makan, masih dari trotoar jalan dengan pakaian lusuh, kotor, compang camping tidak karuan terpanggang panas mentari, terbasuh debu jalanan, terasingkan diantara ramainya perkotaan terlupakan diantara 
bisingnya knalpot kendaraan 

*jangan tuliskan apapun di halaman depan suratmu, 
lekas kirim agar angin tak keburu mati, sehingga kau tak hanya tak tahu kemana sampainya melainkan juga menyesal karena tak sempat mengirimkannya

*Ketika impian terlalu sopan dan gila, lalu hanya sepi yang memenuh , ya..runtuhkan saja sunyimu ke sungai, dan berharap riaknya meng-antar pada pantai yang tepat atau 
berharap ada yang  menarikmu ke permukaan

*petang yg tenggelam, tersenyum sajalah , meski malam tak menjanjikan apaapa, tulis saja namanya pada 
kaca yang berembun itu

*masih dengan cuaca beku musim ini, adalah keterpaksaan yg membaringkan, tubuhku menangkapnya sebagai ke-telanjang-an> tanpa apapun, aku melupakan hampa, selubung, terkungkung, melupakan ke asingan, termasuk melupakan dibunuh atau membunuh.< dengan ini jauh-jauh hari aku berhenti dari impian gila, "kita terlalu sopan sayang..."


*Mengintai dari atas seng tempat buah mangga jatuh, 
dari sini...bumi kliatannya benar botak dan licin.

*uh… langkah pendek ini melapisi kita dengan titik-titik air,tanpa bicara…. kita terjatuh dari langit menetes bersama butir embun, tanpa ditanya… kita siap dalam iringan ini selalu

*hari ini renyah tawamu, seperti 
ketika SMA dulu, tak berubah.... 
kepadaku kau tetap banyak bicara dan aku tetap 
kuat makan hehe..he..he..

*
*katakanlah bahwa aku tak meragukan 
sesuatu itu, sebagai cara membebaskan diri dan 
menemukan mu berulang-ulang.

*masih.... dengan luka kemarin, membaca sepi hingga mabuk, aku terdesak, 
seberapa luka di puisimu aku hiasi jika 
terus tak menemukanmu.

*sebuah berita kau tunggu, padahal aku hanya punya secarik kertas kumal bertuliskan: jaga dirimu, sayang, hidup begitu menggetarkan....

*Kau nikamati benar kue coklat pemberianku, 
setelahnya kau memberiku senyum sebagai isyarat belum membelikanmu gaun malam, perih …kupenuhi janjiku yg tertunda, nantilah hingga teriakan terakhir “maling”, tak terdengar, aku masih disini sayang pada luka kemarin yg belum tersembuhkan.

*bangunlah lonteku... desing peluru dan 
luka yg me-nganga, biar menitipmu di pundakku, kita akan terus berlari hingga kebebasan kita tafsirkan sebagai milik kita. jangan tergesagesa waktu belum benarbenar penuh menegaskan kita sebagai 2 org bajingan yg saling setia.

*tulislah aku sebagai " bangsat", ketika menyembunyikanmu di atas pohon mangga tempatku berteduh, aku memaksamu tetap disitu hingga selesai teh kuhidangkan untukmu. hai bangsat.... kau masih diatas pohon kan..

*peristiwa biasa itu karena hanya berlangsung dalam hati, 
benar kita telah saling memanggil dalam persetubuhan sunyi tapi kita belum saling mengancan dalam bersalah ketika tak menuliskan sesuatu , brengsek memang.... kita terlalu sopan

*betapapun kau tetap menolak, padahal matamu telah dulu 
tenggelam dingin dan kabut bila aku mendesakmu dengan 
semburan api dan menciummu berulang-ulang, 
hehe…he..he.. maaf lonteku aku masih slalu nekat. 

*senyummu jenakamu ternyata tak terlupa, ketika itu aku menerimanya sebagai sepotong senja dan itu tak pernah lengkap karena aku terus mencari separuhnya. 

*Gerimispun berhenti, karena sebuah gagasan, komunikasi dan kecerdasan seni telah mereka bangun. slamat... 

*sebuah ruang lengang nan sepi, tempat... yang bisa kudatangi setiap saat tanpa ada yang marah, aku bebas berbisik apa saja dalam keluasan 
yang tak terbatas, uh.... 

*sesekali setujulah untuk dapat menarik hal positif 
kedalam diri anda, sabbara' ki nari pulaleng elo'na puangngE' 

*pagi benar2 cerah, menginginkanmu bahagia, seperti tanggung jawab matahari yang menyelusup di jendelamu sedang 
kau masih tertidur. haiiiiii.... 

*Demi esok pagi yang penuh rahasia impian....malam ini aq mengajakmu bertemu dalam sajak, tentu kau tak memilih sepi membiarkanmu terbawa ketempat segala perih bukan...... 

*(terus merangkai) seperti hendak membuat semuanya jadi enak, kita diajak bicara tentang sungai jembatan awan ataupun angin yang dingin, katanya, "musim hujan... tidaklah mesti mbuatmu terkurung", hehe..he..he.. 

*diamnya sejenak seperti membisikkan sesuatu tentang awan dan angin yang dingin, ada yg berkata, "terjemahkan isyarat masalalu itu secara gamblang sebelum aku murka".hehe..he..he.. 

*memupuk impian gila atas cinta wanita masih perlu bohong2 
sedikit sebagai bumbu... 

*kartu lebaran ini hanya benda2, tapi ungkapanmu didalamnya memberi fakta bahwa dunia betapa menghendaki ucapan yang luhur. >Idul Adha...untukmu, bagi bagilah hewan kurbanmu 
ke aq, hehe..he,..he..

*Kalimat-kalimat yang kau rangkai,,, membiusku,, 
lalu mengajak berpikir.. apa ada waktumu kali ini?

*Setiap Kerinduan Mu Datang, Rasanya Aku 
Ingin Menjadi Hantu Tampan.

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar