Menafsir idiom Maros dan Keberadaan Kerajaan Marusu

Maros, dahulu disebut "Marusu", dalam kurun waktu abad XV sampai abad XVI telah berdiri sebuah kerajaan yang dikenal dengan nama kerajaan Marusu, dengan Raja pertama bernama Karaeng Loe ri Pakere (1), daerah kerajaan ini mempunyai wilayah yang cukup luas, mulai sebelah selatan Kota Makassar, ke barat sampai ke Selat Makassar dan diapit oleh dua Kerajaan besar yaitu Gowa dan Bone.
Reaktualisasi dari diapit oleh 2 kerajaan besar ini sebabkan Marusu pada masa lalu merupakan daerah urban, atau sebuah tempat yang sering disinggahi atau kemudian juga di jadikan sebagai tempat untuk tinggal, maka demikianlah hingga era kekinian mayoritas penduduk Kab.Maros adalah sibgah /percampuran dua daerah tersebut, dengan bahasa masyarakatnya Bugis dan Makassar.

1. Maros dari idiom  A’maru atau appa’ maru yang artinya dimadu atau memadu, A’maru atau dimadu, dalam lontara bilang raja gowa dan Tallo, dan raja Tallo ketika itu  adalah I Mangngayoang Berang Karaeng Pasi Tunipasuru memadu putri raja Marusu III (Karaeng LoE Rimarusu), yang bernama I Pasilemba

Dan juga sebab identifikasi korelasi sejarah memadu istri. Karena Karaeng Marusu IX “La Mamma Daeng Marewa Matinroe Ri Samangki, mempunyai istri sebanyak 41 orang. disamping kenyataan cerita tersebut, raja atau bangsawan Marusu memadu beberapa istri meskipun terkadang tidak sederaja dengan-nya.

2. Maros dari idiom Marusu :Marusung /suatu keadaan yang sederhana baik individu maupun sebagai kelompok masyarakat, Jika kata tersebut menjadi kata berulang A rusung rusung/ ma rusung rusung, maka akan bermakna hal yang menuunjukkan pada seseorang yang mempunyai keahlian dan kelebihan dalam membawa diri, dan jika bertekad ia tak menyerah sebelum menggapai sesuatu itu/ cita-cita / .ide-idenya tercapai.

3. Maros dalam penafsiran lain Ma’roso, nama seorang pemilik kedai, yang letak kedainya di tengah-tengah daerah ini. Hal ini Isarat penanda : dikunjungi banyak tamu sebab Kabupaten Maros periode lampau dengan letak geografis pertengahan sirkulasi kedua kerajaan besar tersebut / (Bone dan Gowa)
__________
Keterangan Tambahan.

Keberadaan kerajaan Marusu dalam Catatan Lontara Patturioloang
      Dari lontara Patturiolongang ri gowa, tercatat adanya sebuah kerajaan Marusu yang berdiri dengan raja pertama Karaeng LoE ri Pakere, dalam sebuah keterangan di katakan (ketika di kerajaan Gowa sudah mulai surut Pemerintahannya) I Pakere Tau Tunijallo Ri Passukki Raja Gowa. Tahun 1463
Marusu itu di mulai dari kerajaan besar dan terdapat 8 raja yang pernah memerintah, kemudian (1 kerajaan besar terakhir /raja ke 8 dengan nama Kare Yunusu Raja Marusu VIII) berubah / pecah menjadi kerajaan-kerajaan kecil Toddo Limayya. atau sebagai bagian dari isyarat kumpulan kerajaan besar tersebut sebagai perwakilan. Sebelum pecah pemimpinnya disebut raja, setelah pecah pemimpinya disebut atau bergelar Karaeng.
____________
Karaeng Loe Ri Pakere  : Berdasarkan lontara patturioloanna tu marusuka ,beliau ini tidak mempunyai keturunan dan nama isterinya juga tdk diketahui,namun dlm lontara tersebut menyebutkan ,bahwa beliau mempunyai seorang putri angkat yg juga merupakan seorang tumanurung bergelar tumanurunga ri pasandang.yg lalu dikawinkan dengan seoarang tumanurung dari daerah luwu bergelar” Tumanurung Ri Asa’ang dan melahirkan seorang putra yg bernama I Sangaji Ga’dong yg setelah dewasa naik tahta menjadi karaeng Marusu II menggantikan karaeng loe ri pakere.
ketika Karaeng Tumapa’risika kallonna raja gowa IX yg memerintah sekitar tahun 1510-1546 melakukan eksvansi perluasan wilayah menyerang dan menguasai negeri sekitarnya, kerajaan marusu pun tak luput dari serangan tersebut. Dalam serangan pertama berhasil di bendung oleh laskar kerajaan Marusu sehingga Gowa harus pulang dgn tangan hampa. Kerajaan Marusu kewalahan ketika terjadi serbuan kedua yang mana pada akhirnya terjadi traktat persahabatan antara karaeng Loe Ri Pakere raja Marusu I dgn karaeng Tumapa’risi Kallonna raja Gowa IX

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar