Puisi Mistik : Trasendental

"Pada temaram maghrib dan langit diresap mistik,
sepandangan sungai hingga muara mengerang  kisaran ruh, selalu-
kegelisahan tertunda pada bumi yang renta padahal detik selalu baru.., selalu-
saja dinding me retak

Tuhan… aku berpijak jauh...pada siang yang memabukkan dan malam yang meruncing,
Tuhan... dalam pengasihmu yang selalu  baru,  aku hanya semenanjung kata yang penuh getir
Tuhan... aku sunyi yang HANYA punya kata
     : merancang istana surga, ampunkan aku tuhan...
___________
Usai hajatan pada teman : "detik dimakan menit lalu menit dihabiskan oleh jam, enNek ya...?, entah di sudut mana sesuatu harus kau muntahkan...": pada sahabatQ angg dewan_ by : kaimuddin mbck_
__________________


Puisi Mistik terkait
* mungkin ini adalah saat terakhir dari jarak isarat yang sedemikian lembut dan sangat tertutup ?. disini ku- mengerti akan ke-tergesagesa-an  itu....selengkapnya di >Kumpulan puisi mistik

* ketempat mata, mulut, kaki dan tangan yang terkunci, mungkin..sesekali sebuah jerit yang miris terdengar, atau suara longsor batu batu menghantam tulang belulang yang rapuh dan terdengar “kreeeek”, “uh, san....selengkapnya di > Puisi kematian

* transparan di temu yang ke 3x  nyata, ... bisa ditebak itu adalah "longga"/ hantu tertinggi di ...sekali dan pasti  memandang ke arahMu sung....selengkapnya di > cerita dan puisi mistik 

* kekuatan karakter dalam mistik mantra berbahasa Bugis ...selengkapnya di > makna puisi dalam trasendental
*...jelaskan dengan warna gelap...bau dupa dan suara..". Sekali lagi semerbak aromamu ..aku bisu tergenggam dengan mata belalak tak berkedip....selengkapnya di > genggaman sakral puisi mistik

* siapa yang turun dari langit itu......, tanpa busana dan katakata,ia menatap kita serupa matahari...selengkapnya di > Puisi pertemuan Musa dan Tuhan

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar