Menguji Perahu layar pinisi ke Vihara Borobudur

Melacak jejak keterkaitan Bugis Makassar dengan peradaban dunia, maka tak disini kecuali karena : Borobudur Writer and Cultural Festival tahun 2012 ini, dengan tajuk: Musyawarah Agung Penulis 2012, arus mengantarku menandai salah satu relief diantara 1460 relief lainnya, juga mengesan tentang dialog yang tak selesai perihal keberadaan atau asal-muasal Gajah Mada, apakah  dari Jawa, Sumatra,  atau Bali?. Atas Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra tahun 824 endapan mahakarya agung ini mengesankan dirinya sebagai monumen Budha terbesar di dunia dan dilegalitaskan UNESCO. 
relief 1
Maka siang itu diantara rata bentangan cerita yang disimbolikkan dengan  relief menguatlah 2 buah gambar "relief perahu layar", yang dalam pemetaan oleh Bernard, H. Russell. "Research Methods in Anthropology", menurutnya salah satu relief tersebut peristiwa yang menelisik tentang "semangat bahari masyarakat Macassary", seolah ketangkasan lampau itu menarik ulur Passompe (istilah Bahasa Bugis atau pengembara lautan) melengkapi relief di dinding candi tersebut, benar bahwa perahu pinisi Bugis Makassar pada periode yang sangat awal telah mengarung hingga ke madagaskar, afrika dan negara-negara kepulauan lainnya, mereka membawa budak-budak yang banyak hasil rampasan perang sebagai perompak, juga singgah di siam pada awal pra kemerdekaan negara tersebut untuk mengajari duel(silat) dan strategi perang gerilya melawan penjajah Thailand, sedang Bernard Vlekke, dalam bukunya : Nusantara, Sejarah Indonesia, melukiskan keberadaan armada perompak Bugis yang banyak berkeliaran di perairan Indonesia. Mereka bercokol di dekat Samarinda, dan menolong sultan-sultan Kalimantan di pantai barat dalam perang-perang internal antar-mereka, kiprah lanun Bugis dengan serangan sporadis kerap menjadi momok menakutkan bagi perusahaan dagang Belanda : VOC. maka lewat massompe sebagai pelaut dan tentara bayaran Bugis Makassarpun mengenal pembuatan meriam dan menuliskannya dengan huruf lontara, hal ini adalah catatan paling lengkap dari peran huruf tulis yang kemudian diterjemahkan kedalam banyak bahasa dunia, seolah-olah meriam itu adalah buatan Bugis Makassar padahal  cipta ini milik Bizantium Perancis(*).
 
relief 2
Sekaitan dengan relief ini anggapan semangat bahari Bugis Makasar ini di relief candi Borobudur" dalam "perahu bercadik", oleh arkeologi Bernard, H. Russell. 1994 "adalah serupa naskah kuno kesejarahan yang dikategorikan aspek historiografi tradisional, tetapi hasil tulisan atau naskah tersebut tentu sedikit banyaknya dipengaruhi oleh alam pikiran penulis naskah atau masyarakatnya, ketika mencocokkan latar belakang sejarah simbolik relif tsb dari sumber aslinya tentang, ya semacam kecenderung menonjolkan kepercayaan dan mistik yang dimiliki masyarakat adalah hal yang juga membuka ruang atas pendapat lain atas relief ini dengan ungkapan bahwa hal ini serupa pula simbol bahari Sriwijaya yang menguasai perairan Nusantara pada kurun abad ke-7 hingga ke-13. (pendapat sementara. ada pula yang berp[endapat bahwa relief kapal layar tersebut merupakan representasi dari kemajuan pelayaran yang waktu itu berpusat di Bergotta (). ya..hal tak perlu di aimana borobudur tak perlu di sebut candi tapi  “vihara”, karena memang Borobudur adalah sebuah vihara. Penyebutan “candi” pada Borobudur berawal dari kekeliruan budaya Inggris dan Belanda yang tidak memiliki kosakata padanan untuk kata “vihara”. Jadi “vihara” diterjemahkan dengan kata “temple”, dan pada saatnya –karena orang Indonesia belajar sejarah dari Belanda dan literatur Inggris– menerjemahkan kata “temple” ke dalam kata “candi”. wassalam.

gambar relief 1 sang baco
Kebenaran kekuatan sakral dan mistik lampau adalah sebuah kewajaran berbeda sebab tempahan alam kadang mengantarai mereka dengan kekuatan sakti, yang termaksudkan bahwa bahasa sebagai simbol tak lagi tepat mengantarainya sebagai peristiwa, didapati dalam kesadaran histiografi di banyak sejarah, nampak dimana-mana kekuatan tersebut bisa bekerja secara otomatis, atau diperlukan orang-orang tertentu untuk mengembangkan atau menggerakannya. "klasifikasi magis", kukira, adalah sesuatu yang ada di alam ini sebagai bagian peradaban Nusantara kita, baik itu mozaik , fozil makhluk hidup maupun benda-benda mati tumbuh bersama dengan pengertian dan kearifan, menempa mereka sebagaimana sastra tertua dan terpanjang di dunia yaitu La Galigo yang memaparkan bahwa Sawerigading pembuat perahu dengan pohon purba yang bernama welerenge', dengan pecahan akibat karam yang kemudian terdampar di Ara (belakangan keterang  Ara sebagai daerah dikuatkan penelitian menguatkan indindikasi bahwa daerah tersebut adalah Bulukumba Sulawesi Selatan, sebagai daerah kini yang terkenal "panrita lopi" atau pakar pembuat perahu pinisi.__Wassalam
____________
Referensi dan catatan kaki
*Gambar oleh Alimin ass (Kue khas Bugis Makassar

*Bernard, H. Russell. 1994. Research Methods in Anthropology. London: Sage.

*Meriam pertama diketahui dibuat oleh Ctesibius dari Alexandria pada abad ke-3 SM. Hanya sedikit informasi yang diketahui mengenai temuan primitif ini, dikarenakan sebagian besar karya Ctesibius hilang. Namun tercatat oleh Philo dari Bizantium bahwa meriam Ctesibius menembak menggunakan tekanan udara. Salah satu meriam pertama yang digunakan dalam pertempuran adalah tombak api, tabung yang diisi dengan bubuk mesiu, dipasang pada ujung tombak, dan digunakan seperti pelontar api. Serpihan juga kadang-kadang dimasukkan ke dalam tabung tersebut, agar terlempar bersama api. Pada akhirnya, kertas dan bambu yang membentuk laras tombak api mulai diganti dengan logam. Gambaran senjata api paling tua yang diketahui adalah sebuah patung di sebuah goa di Sichuan, yang diperkirakan dibuat pada abad ke-12. Patung ini menggambarkan seseorang membawa meriam berbentuk vas yang menembakkan api dan bola meriam. Senjata api tertua, yang diperkirakan dibuat pada 1288, memiliki diameter laras sebesar 2,5 cm; senjata api kedua tertua, tahun 1332, memiliki diameter 10,5 cm. kaimuddin mbck-l.posting "30 Juni 2011 jam 16:37, dalam semangat bahari bugis makasardi relief.

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar