Apresiasi Puisi : teks Sederhana dan Ganjil

secara sadar sebenarnya teks yang telah tertuang tak pernah sederhana, sipenulis meletakkan teksnya kadang lalu mencarinya sendiri bahkan mengoleksinya sendiri sebagai tanda bahwa dalam teks tersebut pernah tertinggal kesan, dan tak ingin melupakannya, jika sebab tulis dan ungkapan tak menemu idealnya sebagai sumbangsi nilai positif, (sebab keseragaman menjemukan atas kata, lantaran anasir-anasir yang dicipta bertalian erat hanya dengan penikmatan ragawi semata). Lantas peran seperti apa yang kita inginkan atas kata sederhana dan  ganjil dalam cipta sastra atau semisal membuat puisi ?.

-Keganjilan kata pada orientasi psikis pada upaya penghalusan teks/ kalimat hingga mampu membangkitkan emosi, (adalah teks yang mempunyai ruh/ sangat menggairahkan pembaca), dapat saja  terjadi sebab jembatannya adalah : semua manusia ditelusupkan oleh tuhan  sifat fitrah (menerima peristiwa jujur,  cinta dan keindahan, dan berhitung atas sifat kata secara holistis sebabkan tekanan pada kalimat dapat membuat  jauh lebih kritis dan mendalam dibandingkan berbagai disiplin ilmu lain, masih sebab sederhana dan ganji >  link berikut :
___________
uh...dan kau memintaku melupakan....
 "hujan tatapan itu ? ", itu sungguh, tak sederhana sayang....
sebab, setelah peristiwa tadi, aku tak membenarkan hal apapun,
 :  sebab sangat ingin ku-menceritakan pada alam,
langit juga pada mama  tentang, " hujan tatapan tadi", 
        juga bahwa  "aku belum menikah ?
Aneh dan ganjil :metafora
 Menjadi biasa sebagai kata dalam kehidupan sehari-hari diubah fungsi ataupun pemahamannya menjadi asing dan ganjil atau aneh, apakah kemudian reseptor (pembaca /pendengar) lebih tertarik setelah ini, atau lebih   pusing jika teks tersebut telah diolah oleh pikiran lalu menjadi sebuah bentuk kalimat atau puisi?, (camkan : tuliskan peristiwa berkesan ...edit lalu endapkan lagi, haha...ha...), tetapi mungkin saja atau  teks biasa dapat membuat tulisanmu  jadi asing dan ganjil lalu kemudian si pembaca  lebih menyadari hal-hal disekitarnya, entahlah...?, 


ketika malam tak menjanjikan apaapa,
aku menuliskan saja namamu pada kaca yg berembun itu
 
tapi sungguh teks itu adalah milik dirinya sendiri disini kutulis "unek-unek Q", : apresiasi puisi "ketika kata  menjadi sederhana dan  ganjil-__Kesadaran membuat peristiwa jadi sangat sederhana keterwakilannya sebagai bahasa, puisi atau cerpen misalnya. yang sederhana dari keinginaa itu adalah membuat objek itu hidup dan mencari jawaban, pun kau merasa sangat  ‘terlibat’sebagai pelaku.

pulang ke segala samudera atau pulang kekursi-kursi 
taman yang meratapi kesendiriannya
disini, ada yang menunggu hidup dan mati, hanya untuk
menulis atau mengukir senyum yang hendak dilihatnya ke-
dua kali itu ?. subuh benar ia menunggumu, dan embun yang 
membekukannya tak dihirau, ia disini
: bersimpuh pada senyum yang pernah dilihatnya.

kata yang sering digunakan dalam bahasa sehari-hari. lalu mengolah dan menyerapnya, barulah kita dapat menyimpulkan makna penggambaran sebagau ujud teks atau kalimat yang tetap biasa namun unik

ketika malam tak menjanjikan apaapa, 
aku menuliskan saja namamu pada kaca yang berembun itu

Gaya bahasa yang menonjol atau menyimpang dari yang biasa, menggunakan teknik cerita yang baru, membuat sesuatu yang umum menjadi aneh atau asing inilah yang akan membuat karya sastra itu menjadi lebih indah dan berseni, dan keganjilan ini menuntut kehalusan bangkitnya emosi luhur sekaligus menjembatani sifat fitrah manusia yang cinta akan keindahan. Sifat sastra yang holistis dan universal, mampu menerjemahkan polah-tingkah manusia jauh lebih kritis dan mendalam dibandingkan berbagai disiplin ilmu lain..( *Link terkait > apresiasi kata ketika  menjadi puisi 
senyummu jenaka itu  tak terlupa, 
sebab aku menerimanya sebagai sepotong senja 
dan itu tak pernah lengkap, karena
"aku terus mencari separuhnya"

J.K Rowling menyegarkan dunia sastra modern dengan memasukkan konsep defamiliarisasi ke dalam karyanya. Dalam dunia Harry Potter yang diciptakan Rowling terdapat banyak sekali ‘keanehan’ yang ditampilkan, baik berupa benda, tempat, maupun peristiwa yang terjadi dalam cerita. Novel ini berpeluang untuk dianalisis dengan teknik defamiliarisasi karena cara pengolahannya terlihat jelas dalam gaya bahasa yang digunakan maupun dalam simbol.
---------------
kaimuddin mbck : untuk searing saja dengan teman2 di sastra kampus,yapim maros.

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar