tips sehat sore dari Hembing, organ tubuh yang menguat dalam sistim imun (2)

Keyakinan sore ini adalah mengaitkan sebab pada pengetahuan akan kekebalan tubuh, baik pula jika dikaitkan dengan istilah(bahasa Inggris artinya keberuntungan, atau mengurainya dengan empat kondisi: Location (Lokasi), Understanding (Pemahaman), Connection (Hubungan), Knowladge (Pengetahuan).di mana pun itu selalu saja ada orang baik, tulus mengulurkan tangan dan menolong. Prasangka baik pula atas kesehatan sebab secara intern tubuh kita terdapat  Sistem kekebalan : tubuh memiliki peran sentral dalam melindungi kita dari infeksi, alergi, dan kanker. Beberapa jenis penyakit dapat menyerang tubuh meski dalam keadaan sehat, oleh karena itu pilihan makanan sehat akan mengoptimalkan pertahanan alami kita.

HATI (Jam 13.00 – 15.00) – Jam piket organ hati
Lemah. Bila orang tidur, darah merah berkumpul dalam organ hati dan terjadi proses regenerasi sel-sel hati. Apabila fungsi hati kuat, maka tubuh, kuat untuk menangkal semua penyakit.

PARU-PARU (Jam 15.00 – 17.00) – Jam piket organ
Paru-paru lemah, diperlukan istirahat tidur untuk proses pembuangan racun dan proses pembentukan energi paru-paru.


Sore yang sehat pula dapat terjadi karena  adalah hal yang tak dipungiri oleh Prof Dr. Hembing Wijaya Kusuma, katanya  "memaafkan itu menguuatkan sistim imun yang terus bekerja dalam diri kita, demi membentengi/ melindungi diri dari pengaruh keadaan juga lingkungan yang buruk, memaafkan itu menyehatkan bagi orang yang memaafkan sekaligus orang yang dimaafkan. Sebab rahasia marah, dendam  dalam jangka panjang dan pendek, organ-organ tubuh sangat rentan dari berbagai penyakit serius yang ditimbulkan oleh amarah. tubuh diperlengkapi dengan serangkaian sistem yang kompleks, terdiri dari sel-sel, berbagai senyawa biokimia, jaringan dan organ-organ tubuh tertentu yang saling berinteraksi membentuk sistem kekebalan tubuh atau yang disebut juga sistem imunitas tubuh. Sistem ini bekerja melalui beberapa peran termasuk rasa memaafkan.

peran TUBUH atas waktu kELUARKAN RACUN 

1. Malam hari pk 9 – 11: adalah pembuangan zat- zat tidak berguna/beracun (de-toxin) dibagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan.
2. Malam hari pk 11 – dini Hari pk 1: saat proses de-toxin di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.

3. Dini hari pk 1 – 3: proses de-toxin di bagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur.
4. Dini hari pk 3 – 5: de-toxin di bagian paru-paru. Sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernafasan,
maka tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.
5. Pagi pk 5 – 7: de-toxin di bagian usus besar, harus buang air di kamar kecil.
6. Pagi pk 7 – 9: waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit
sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 6:30. Makan pagi sebelum pk 7:30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap merubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada tidak makan sama sekali. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna. Selain itu,dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah. Sebab itu, tidurlah yang nyenyak dan jangan terlalu sering begadang

 


"Tips sehat sore pada organ tubuh yang menguat dalam sistim imun "by Hembing, Jaga kekebalan tubuh dengan makanan alami bukan instant, Makan utuh atau makanan yang tidak diolah adalah penting untuk fungsi kekebalan tubuh yang sehat.
  • Mengkonsumsi makanan yang kaya buah dan sayuran berbagai macam untuk membantu mencegah infeksi.
  • Jaga asupan protein yang tinggi (setidaknya 0,8 g untuk setiap kilogram berat badan), ini memiliki efek positif pada komponen yang beragam dari sistem kekebalan tubuh kita. Antibodi yang bekerja untuk melawan infeksi ini diproduksi dari sumber protein.
  • Makan makanan rendah glisemik dan kurangi asupan gula, terutama ketika tubuh anda terasa sakit. Kadar gula darah yang tinggi dapat memperburuk respon dari sistem kekebalan tubuh sehingga mengurangi efektifitasnya.
Jika sistem kekebalan tubuh memerlukan kerja ekstra, pertimbangkan untuk menggunakan beberapa suplemen berikut:
  • Konsumsi suplemen probiotik setiap hari, yang telah terbukti untuk mencegah berbagai infeksi, terutama pada anak-anak.
  • Konsumsi Vitamin D dalam jumlah yang cukup (hingga 1.000 IU per hari untuk orang dewasa), yang memainkan peran dalam penyakit autoimun dan juga untuk mengurangi kejadian infeksi.
  • Perbanyak asupan Vitamin C dan mineral seng untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  •  
 Sore hari dan Konsentrasi keaktifan tubuh atas waktu
LIMPA (Jam 09.00 – 11.00) – Jam piket organ limpa
Kuat dalam mentransportasi cairan nutrisi untuk energi pertumbuhan. Bila pada jam-jam ini mengantuk, berarti fungsi limpa lemah. Kurangi konsumsi gula, lemak, minyak dan protein hewani.

JANTUNG (Jam 11.00 – 13.00) – Jam piket organ jantung
Kuat, harus istirahat, hindari panas dan olah fisik, ambisi dan emosi terutama pada penderita gangguan pembuluh darah.

GINJAL Jam (17.00 – 19.00) – Jam piket organ ginjal
Kuat, sebaiknya digunakan untuk belajar karena terjadi proses pembentukan sumsum tulang dan otak serta kecerdasan.

LAMBUNG Jam (19.00 – 21.00) – Jam piket organ lambung
Lemah, sebaiknya tidak mengkonsumsi makan yang sulit dicerna atau lama dicerna atau lebih baik sudah selesai makan.

LIMPA (Jam 21.00 – 23.00) – Jam piket organ limpa
Lemah, terjadi proses pembuangan racun dan proses regenerasi sel limpa. Sebaiknya istirahat sambil mendengarkan musik yang menenangkan jiwa untuk meningkatkan imunitas.

JANTUNG (Jam 23.00 – 01.00) – Jam piket organ jantung
Lemah. Sebaiknya sudah beristirahat tidur, apabila masih terus bekerja atau begadang dapat melemahkan fungsi jantung.

HATI (Jam 01.00 – 03.00) – Jam piket organ hati kuat
Terjadi proses pembuangan racun/limbah hasil metabolisme tubuh. Apabila ada gangguan fungsi hati tercermin pada kotoran dan gangguan mata. Apabila ada luka dalam akan terasa nyeri.

PARU-PARU (Jam 03.00 – 05.00) – Jam piket organ
Paru-paru kuat, terjadi proses pembuangan limbah/racun pada organ paru-paru, apabila terjadi batuk, bersin-bersin dan berkeringat, menandakan adanya gangguan fungsi paru-paru. Sebaiknya digunakan untuk olah nafas untuk mendapatkan energi paru yang sehat dan kuat.

USUS BESAR (Jam 05.00 – 07.00) – Jam piket organ usus
Kuat, sebaiknya biasakan BAB secara teratur.
asupan dan sistim organ tubuh
Bagaimana tubuh melindungi diri dari pengaruh lingkungan yang buruk..?
Tubuh manusia secara terus menerus melindungi dirinya dari “serangan” yang datang dari lingkungan yang membahayakan dirinya. Hal ini dapat dilakukan karena tubuh diperlengkapi dengan serangkaian sistem yang kompleks, terdiri dari sel-sel, berbagai senyawa biokimia, jaringan dan organ-organ tubuh tertentu yang saling berinteraksi membentuk sistem kekebalan tubuh atau yang disebut juga sistem imunitas tubuh. Sistem ini bekerja melalui beberapa peran. Sebagai contoh, peran dari sistem saluran cerna.

Saluran cerna tidak hanya menyarikan dan menyerap zat-zat gizi dari makanan yang masuk tapi juga menghancurkan organisma-organisma patogen yang terkandung dalam makanan tersebut. Kerja sistem imun lain yang berperan lebih fokus dilakukan oleh sel-sel darah putih yang memang mempunyai tugas khusus untuk memerangi organisma-organisma asing yang menyerang tubuh manusia. Adanya defek atau “kelemahan” sistem imun dapat mengganggu kemampuannya untuk mengenali dan menghancurkan organisma asing sehingga meningkatkan kerentanan terhadap timbulnya berbagai penyakit.

Bagaimana supaya sistem kekebalan tubuh tetap bekerja optimal..?
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa fungsi kekebalan tubuh tergantung pada beberapa hal, terutama asupan makanan dan pola kehidupan yang sehat. Disebutkan juga bahwa aktifitas fisik dan status emosi yang sehat merupakan faktor penting yang mendukung sistem kekebalan tubuh agar dapat berfungsi dengan baik.
Apakah si kecil sudah mendapatkan asupan makanan sehat..?

Nutrisi yang tepat adalah asupan makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral dalam jumlah dan proporsi yang seimbang sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan, energi, sistem kekebalan dan status kesehatan secara keseluruhan. Jumlah makanan tentu disesuaikan dengan usia anak. Sedangkan komposisi makanan dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok karbohidrat yang terdiri dari roti, sereal, nasi dan pasta; kelompok kedua adalah sayuran, kelompok ketiga adalah buah-buahan, kelompok keempat adalah makanan sarat protein seperti daging, ikan, ayam/unggas, telur, dan kacang-kacangan, dan kelompok kelima adalah produk susu yang terdiri dari susu atau yogurt dan berbagai produk terbuat dari keju. Kelima kelompok makanan ini tersusun dalam bentuk piramid, dimana kelompok pertama merupakan dasar piramid, disusul kelompok makanan kedua dan ketiga di atasnya, dan kelompok makanan keempat dan kelima di atasnya lagi.

Yang menjadi puncak piramid makanan adalah makanan mengandung lemak, minyak dan gula. Hal ini menunjukkan bahwa tiap kelompok makanan mengandung sebagian, tapi tidak semua, dari kandungan gizi yang dibutuhkan. Makanan dari kelompok yang satu tidak dapat menggantikan makanan di kelompok lainnya. Tidak ada satu kelompok makanan pun yang lebih penting daripada yang lain. Untuk mendapatkan asupan makanan yang sehat, anak harus mendapatkan semua kelompok makanan tersebut dalam jumlah dan proporsi yang seimbang seperti yang telah digambarkan di dalam piramid makanan tersebut.

Karbohidrat
Karbohidrat ditemukan pada tumbuhan dalam bentuk gula dan zat tepung. Zat tepung merupakan gula dalam bentuk rantai yang lebih panjang dan kompleks, dan sebelum diserap di usus halus, zat ini dipecah dulu menjadi bentuk gula yang lebih sederhana. Zat gula pun terdiri dari berbagai bentuk seperti sukrosa, laktosa dan glukosa. Baik zat gula dan zat tepung memberikan energi bagi tubuh untuk terus beraktivitas. Makanan yang mengandung zat tepung juga mengandung serat dan vitamin. Gula bisa didapatkan dari buah, susu (laktosa), atau gula meja; sedangkan zat tepung diperoleh dari sereal, buah, sayur dan kacang.

Serat
Kenapa disebut “serat”? Sebagian makanan yang telah diproses ternyata sulit dicerna oleh usus halus, menyerupai sifat serat, itulah sebabnya kelompok makanan ini disebut makanan berserat. Serat mempunyai tugas penting untuk menjaga usus besar sehat. Pada anak, asupan serat yang cukup akan membantu menghindari buang air besar yang keras karena serat memperbaiki pergerakan usus, melunakkan tinja, dan mempercepat waktu yang dibutuhkan makanan untuk berjalan melalui usus halus. Kebanyakan makanan yang berasal dari tumbuhan mengandung serat. Serat banyak ditemukan dalam kulit padi, sereal (terutama biji-biji padian), beras merah, kacang-kacangan seperti kacang polong, buah dan sayuran. Jus buah hanya mengandung sedikit serat, oleh karena itu lebih dianjurkan untuk memakan buah secara utuh.

Protein
Protein merupakan zat yang terbentuk dari serangkaian asam amino. Tubuh kita dapat membuat sebagian dari asam amino tersebut, namun sebagian lagi harus didapatkan dari luar tubuh berupa makanan. Protein berfungsi untuk pembentukan organ tubuh. Otot dan darah kaya akan kandungan protein. Dimana protein bisa didapatkan? Protein hewani didapatkan dari daging, ikan, keju, yogurt, telur dan susu, dan mengandung asam amino yang lengkap. Sedangkan protein nabati (dari tumbuhan) didapatkan dari buncis, kacang polong, biji padi, dan kacang-kacangan lainnya, namun kelompok ini mengandung protein yang kandungan asam aminonya tidak selengkap protein hewani.
Anak membutuhkan protein untuk pertumbuhan dan perkembangan organ-organ tubuhnya, termasuk pembentukan jaringan baru, dan juga membentuk antibodi yang merupakan salah satu bagian dari sistem kekebalan tubuh. Tanpa asam amino esensial, anak menjadi jauh lebih rentan terhadap penyakit-penyakit serius.

Lemak
Lemak menghasilkan energi dan tenaga bagi tubuh, namun jika tidak segera digunakan maka lemak akan disimpan sebagai cadangan energi saat kita kelaparan. Selain sebagai salah satu sumber energi, lemak dibutuhkan untuk mendukung berbagai proses dalam tubuh seperti metabolime tubuh, pembekuan darah, dan untuk proses penyerapan vitamin-vitamin tertentu. Oleh karena itu lemak penting untuk menjadi salah satu asupan makanan anak. Namun konsumsi tinggi lemak terutama lemak yang tersaturasi (daging sapi, babi, kambing, susu, keju dan es krim) dapat berkontribusi menimbulkan plak atau sumbatan di pembuluh darah, serta meningkatkan tekanan darah di kemudian hari. Oleh karena itu anak usia diatas 2 tahun disarankan untuk mulai mengkonsumsi makanan dengan kandungan lemak yang lebih rendah, tidak tersaturasi (minyak sayur dan minyak ikan), rendah kolesterol (seperti: ayam, ikan, daging yang direbus, dibakar atau dipanggang; bukan digoreng), margarin rendah lemak (sebagai pengganti mentega), produk susu yang rendah lemak, dan minyak sayuran yang rendah lemak.

VITAMIN dan MINERAL
Kedua kelompok ini merupakan elemen penting dari keseluruhan kebutuhan zat gizi anak. Karena tubuh manusia tidak dapat mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral, maka kedua zat ini harus didapatkan dari asupan makanan. Tubuh hanya membutuhkan sejumlah kecil vitamin, dan jika asupan makanan anak cukup baik dan seimbang, biasanya kebutuhan akan vitamin dan mineral sudah mencukupi dan tidak dibutuhkan suplementasi lagi. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa vitamin dan mineral tertentu merupakan nutrient yang berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh manusia, yaitu vitamin A, vitamin C, vitamin D, vitamin E, zat besi dan zinc.

Vitamin A
Vitamin A sebagai retinol atau beta-carotene merupakan immune-supportive nutrient. Banyak penelitian menunjukkan kemampuan vitamin A untuk menurunkan insidensi dan tingkat keparahan penyakit-penyakit infeksi. Vitamin A mendukung kekebalan tubuh dengan cara memelihara integritas atau keutuhan dari permukaan mukosa. Membran mukosa adalah permukaan lapis terluar yang melindung sistem organ di dalam tubuh, misalnya sistem saluran napas dan sistem saluran cerna. Membran mukosa pada kedua sistem ini secara natural bertugas sebagai barrier atau pelindung tubuh dari segala organisma pathogen yang masuk. Vitamin A juga meningkatkan respons antibodi dan meningkatkan penggandaan jumlah sel darah putih yang dikenal sebagai salah satu komponen sistem kekebalan tubuh.. Selain itu vitamin A membantu fungsi penglihatan dimalam hari serta kemampuan membedakan warna. Sumber yang kaya vitamin A adalah sayuran berwarna hijau, merah dan oranye (terutama karoten dalam wortel), produk susu dan hati.

Vitamin C (asam askorbat)
Vitamin C merupakan vitamin yang paling dikenal sebagai immune-stimulating nutrient. Banyak penelitian menunjukkan bahwa vitamin C bekerja pada beberapa tingkat untuk mendukung fungsi kekebalan tubuh. Selain itu, untuk meningkatkan aktivitas sel-sel imun, vitamin C berperan sebagai cofactor dalam pembentukan kolagen, yang merupakan protein utama pada seluruh jaringan kolagen. Dengan cara membantu memelihara dan menjaga keutuhan struktur jaringan tubuh yang saling berkoneksitas satu sama lain, maka vitamin C mencegah penyebaran infeksi ke seluruh bagian tubuh. Selain memperkuat otot dan kulit, vitamin C juga mempercepat penyembuhan luka dan meningkatkan kekebalan terhadap infeksi. Manusia tidak dapat memproduksi vitamin C dalam tubuhnya sehingga harus didapatkan asupan dari makanan sehari-hari misalnya dari buah sitrus, stroberi, tomat, kentang, bayam, brokoli, kubis, dan tauge.

Vitamin D (Cholecalciferol)
Vitamin D merupakan zat nutrisi yang dapat ditemukan dalam lemak, tapi dapat juga dibentuk oleh tubuh dari sinar matahari yang mengenai kulit manusia. Vitamin D mengatur metabolisme kalsium dan fosfor sehingga penting untuk pembentukan tulang yang kuat. Selain itu vitamin D ini juga terlibat dalam proses pertumbuhan sel dan pembentukan sistem kekebalan tubuh. Makanan yang kaya vitamin D antara lain adalah ikan, hati, mentega, margarine dan telur.

Vitamin E (Tocopherol)
Vitamin E yang terkandung dalam sel-sel imun mempunyai konsentrasi yang lebih tinggi dibandingkan yang terkandung dalam sel-sel lainnya. Sel darah putih sebagai salah satu “sel imun”, sering menggunakan radikal bebas untuk membantu menghancurkan organisma patogen. Makin tinggi konsentrasi antioksidan nya – termasuk vitamin E – makin memungkinkan sel darah putih untuk menggunakan kekuatan radikal bebas tanpa “melukai” sel darah putih nya itu sendiri. Penelitian-penelitian menunjukkan bahwa manusia dengan kadar vitamin E lebih rendah, secara bermakna menunjukkan kerentanan yang lebih tinggi terhadap infeksi dibandingkan dengan manusia yang memiliki kadar vitamin E lebih tinggi. Vitamin E ditemukan pada minyak sayur, ikan laut, kacang, telur dan sereal.

Zat Besi
Zat besi merupakan mineral penting dalam diet anak karena zat ini dibutuhkan untuk membuat haemoglobin, (bagian “merah” dari darah), yang tugasnya membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh. Zat besi juga penting bagi sistem saraf (untuk pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak), untuk pertumbuhan badan dan membantu tubuh melawan infeksi. Zat besi ditemukan pada daging, terutama daging merah (sapi, kalkun, babi), hati, telur, makanan laut, biji padi, sereal dan kacang polong. Kekurangan zat besi atau anemia zat besi pada anak dapat terjadi saat fase pacu tumbuh (seperti saat sebelum lahir, dan beberapa bulan setelah lahir) dan saat terjadi kehilangan darah secara regular yaitu pada anak perempuan yang sudah mengalami menstruasi. Hal ini akan mengganggu tingkat energi, pertumbuhan dan perkembangan anak.

Zinc
Zinc merupakan mineral yang berfungsi mempercepat pertumbuhan sel-sel imun. Zinc membantu memelihara kesehatan kelenjar timus dan meningkatkan fungsi sel-sel imun penting lainnya, seperti imfosit dan sel imun lain yang berfungsi sebagai penghancur organisma patogen, sehingga membantu proses penyembuhan luka atau penyakit infeksi. Selain mendukung sistem kekebalan tubuh, Zinc juga dibutuhkan untuk pertumbuhan, penglihatan, pengecapan dan pembauan (smell). Zinc ditemukan pada daging, makanan laut, telur, dan produk susu.
Sistem kekebalan tubuh yang baik merupakan pertahanan tubuh natural yang akan melawan organisma patogen penyebab berbagai penyakit. Oleh karena itu sudah saatnya kita memperhatikan asupan makanan putra putri kita agar sesuai dengan pola makanan yang sehat baik jumlah, proporsi maupun kandungan zat-zat yang dibutuhkan untuk mendukung kekebalan tubuhnya.
_________
oase sore perspektif Prof, Dr H.Hembing Widjaya Kusuma.
Buku label "no 1 di Asia dan no 3 di Dunia".

{ 1 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

obat pembesar penis herbal mengatakan...

semoga bermanffat pak,, tapi capek bacanya,,, buanyak banget artikelnya,,,

Posting Komentar