Cara Tarwih di Gadde Dg Takka

Menunggu masih merupakan keadaan yang tak disukai, namun berbeda ketika di perkampungan kecil bernama pasar sentral maros ini, meski jauh dari kesan Mall, Supermarket, terlebih gedung bertingkat, bahkan  pasar ini telah 3x mengabu atau terbakar. Di sini dalam banyak malam ramadhan adalah detik menunggu sholat isya dan tarwih di masjid pasar, sekegiatan rutin malam me-rame anak muda seruput kopi panas mungkin juga extra joss plus kue sebaskom sisa berbuka puasa tadi yg dikirim dari masjid, sesekali ledak mercon dari bocah2 menutup suara percakapan dialek bugis dan  bahasa pasar mereka. Ya sebuah tempat dengan halaman sempit bernama "gadde dg takka", adalah gadde/ warung  yang terlebelkan dgn nama pemiliknya secara arbitrer, dipenuhi kendaraan roda (2)_ Melanglang lebih ke dalam lagi di depan gadde dg takka tempat duduk ngobrol terdapat sekat, yang menghubungkan dengan sebuah stand penjualan daging dan se-serakan sampah tulang hewan potong. ya kukenali tempat ini, yang sesekali seolah disulap menjadi sedikit terasa bioskop, saat moment tertentu : anak2 muda pasar m-bersihkannya dan me-mejakan elsidi dan menancap layar putih dari spanduk milik partai yg tak lagi di gunakan. katanya "persiapan nonton bola bang.....".
 

jauh dari kesan mewah dan dialog apa saja yang kadang kelihatan  sedikit nyeleneh semrawut tanpa moderator, identitas sederhana penuh tawa dan sangat bersahabat, malam yang nyaman dan tampak alami, seperti harapan sederhana mereka kali ini dengan target sukses kelak, tuk ngadain acara "halal bi halal' sebagai acara tahunan usai lebaran, ya anak2 muda itu lumayan sibuk,  sebuah  konsekuensi logis yang tak bisa dihindari oleh anak pekerja2 seni di pasar sentral maros itu, mereka menyebut habitat kelompoknya dgn sanggar "Masyarakat Seni Salima" .

 
Malam di Gadde dg Takka, ya sebuah Habitat rumah tinggal sekaligus "gadde ", kudengar lisan mereka menyebut "iyye...", bincang2 dan menunggu sholat tarwih, sekelilitan unit petugas kebersihan dengan memakai tutup hidung sedang beroperasi, ya pengendalian atas sampah di sepanjang lorong pasar.. menandaskan sebentar lagi sebuah ruang terbuka, lebih tepat disebut ruang parkiran yg telah bersih dengan gelar meja dan kursi yang kelak terisi usai sholat tarwih  dengan kelompok2 senior yg sedang bermain kartu dan kelompok mudanya yg benah2, U latihan lomba patrol sahur bentar, juga suara gitar mengalun lagu balada, "Kami menemu  sepeda, panci, kamera hingga kantong kresek bahkan beberapa butir peluru, dan granat aktif yang siap ledak...... " 

"pasar sedang tarwih" kalimat yang terdengar aneh, ya  lebih aneh dari kalimat, "pasar birokrasi", di seputaran gadde dg Takka ini sesungguhnya tempat rangsangan perekonomian kabupaten ini tumbuh, bagaimana tidak sedang pasar masih dianggap sebagai bagian dari sejarah perekonomian itu mengembang, haha..ha.._ seseorang pernah mengatakan "negara, pemerintah, birokrasi hingga seluruh jejaring diluar dari itu, terukur baik buruknya dari "sejauh mana sesuatu itu disukai pasar". Namun tak sedemikian itu dipikiran mereka, juga bahwa semenit lagi imam tarwih kumandangkan "Allahu Akbar"_bergegas

{ 1 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Kisah sukses sarmila mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

Posting Komentar