kegilaan yang me-janjikan "apresiasi puisi"

Kegilaan dapat terjadi saat menempias pada jalan setapak di matamu yang penuh bunga, dan lebih gila lagi tatkala di sudut matamu aku ingin berlama -lama bahkan memilih untuk sendirian, dimatamu tak ada yang menjanjikan apapun selain bahwa aku  telah berkubang,  menyelam disalah satu lengang ruang di ceruk matamu, Uh.. sangat takhayul  terlebih bahwa tatapan itu adalah metafora penuh amuk dan gempa

kegilaan yang men-janjikan "apresiasi puisi"

*betapa dulu kau dahaga sebelum bertemu kebenaran.....,"
Sebuah teks  sederhana yang baru saja kumulai membacanya, teks yang jauh dari  kesewenang-wenangan, pemaksaan kehendak, arogansi atau bentuk-bentuk penghakiman lainnnya, dalam teks tadi, ku-temu unsur hidup dalam catatan ini seolah  berkelindan menyapa makhluk satu-satu, Gila yang menjanjikan dapat berupa keinginan pada hal yang baik seperti tak terduganya kita yang tiba-tiba mengandung makna kemudian  hamil ..lalu melahirkan..dan merawatnya  penuh kasih.., *betapa dulu kau dahaga sebelum bertemu kebenaran!, setelahnya  tak adalagi apa-apa selain melepasnya...kemudian membiarkan ia tumbuh sebagai  perwakilan "kasih kita", pun kemudian kita tidak mengharapkan hal-hal yang berlebihan dari apresiasi, kita dengan segala kepasrahan berusah mengembalikanya kepada Sang Pencipta, hidup menjanjikan kebenaran kemudian gila untuk apapun pencapaian yang baik"_
*didepan mata terhampar ruang keberagaman 
yang sesekali melecut penghargaan terhadap nilai kemanusiaan kita.


Tapi keinginan gila itu terkadang berujud majemuk atau kolektif (mungkin) U TAK menjadi basi dan membosankan ?, sesuatu harus berkelompok sebagaimana jamaah, group, ketersediaan lengkap semisal super-market_ bahasaku yang kacau mengatakan "keaneka ragaman inilah menggerayangi kesadaran, kita ta' mampu sendirian dalam tadabbur , kesosialan tak berarti sepi , mengelompok..mewarna-warni  tempat menempa nilai kemanusiaan,  kita memang satu tapi tetap beragam termasuk anak kembar tetanggaku, mereka seolah satu tapi beda. Kegilaan yang menjanjikan > Sebelum kau menolak nilai sebuah jamaah, mari minimal kau merasa sangat  terlibat meski hanya menjadi tempelan /pelengkap saja dari kebaikan linier yang coba berkolaborasi dalam bangunan sebagai pelaku_ tapi keadaan seperti apa ya..inti kegilaan  itu ?, sementara , Bumi dengan Selokan Bau dan Kata Maaf Yang Tiada Henti menjadi tetap utuh..tak bercerai.


Ia berdiri kaku dan dingin, pada detik akhir waktu, sebuah nyanyian didengdangkan-nya,  apakah terdengar rintih di rahimmu ?


catatan ini amburadul juga Gaya bahasa yang biasa/ naratif atau menyimpang dari "yang luar biasa", kubilang saja bahwa "sedang menggunakan teknik cerita yang baru, membuat sesuatu yang umum menjadi asyik, kukira demikian.sebeginipun jangan katakan bahwa ini " karya sastra", ini unek2 saja _tulis2 tengah malam di ramadhan ke 2, 2013.


senyum jenaka mu_
ketika itu aku menerimanya sebagai sepotong senja 
dan itu tak pernah lengkap karena
"aku terus mencari separuhnya"

Sedikit ke-gilaan itu bahwa "berusahalah temuilah cintamu, meskipun kau kelak mungkin diabaikannya, resapkanlah bahwa betapa cinta tumbuh dan tak lekang oleh waktu, bahkan ketika sakitpun kau tetap mengenangnya sebagai sesuatu yang ngerang di-hidup-U, kegilaan yang menjanjikan adalah cinta yang kita terima tanpa tendensi apapun..?_si lugu bilang "rasa cinta yg tak terpaksa datangnya disikapi dgn berikan segalanya dan ambil apa adanya", haha..ha..

malam dan gigil di Malino > berusaha tetap biasa, dan uh...ketika malam tak menjanjikan apaapa, aku menuliskan saja namamu pada kaca yg berembun itu

Malam bodoh dan bete di Malino : tak sekilaspun kau di balik jendela, sedang aku tumbuh bersama malam (dingin juga embun), kuteriak memberitahumu tentang kata "sunyi", dan malam di malino adalah keterpaksaan me-sakralkan rindu dengan anggapan "bahwa angin juga ruh yang berkelindang , ia angin sederhana berhembus menyebut nama ...nama yang memeluk < terasa semakin gila...

Catatan yang mengajakmu aneh atau ke pahaman asing dan ganjil , tapi apakah kemudian reseptor (pembaca /pendengar) lebih tertarik setelah ini, atau LEBIH PUSING  jika teks tersebut telah diolah oleh pikiran lalu menjadi sebuah bentuk kalimat?, atau jangan-jangan, teks biasa dengan membuatnya jadi asing dan ganjil bikin-mu menyadari hal-hal sekitarmu, entahlah...?, tapi sungguh teks itu adalah milik dirinya sendiri_(kutempel  catatan di bawah ini biar dak hilang....wkwkwk

................
uh...dan kau memintaku melupakan....
 "hujan tatapanmu itu ? ", sungguh, tak sederhana sayang....
Setelah peristiwa tadi, aku tak membenarkan hal apapun,
  jika selalu dianggap sederhana,
        sebab sangat ingin ku-menceritakan pada alam,
langit juga pada mama  tentang, " hujan tatapan tadi", 
        bahwa "aku................

 Apresiasi >kusedang coba bilangin kenyataan dengan suatu cara baru, terasa ada sifat otomatik dalam pengamatan dan penerapan kita didobrak, dalam ketakterturan yang terpaksa_berikut kegilaan ke3. Contoh

pulang ke segala samudera atau pulang kekursi-kursi taman yang-
meratapi kesendiriannya
disini, ada yang menunggu hidup dan mati, hanya untuk
menulis atau mengukir senyum yang hendak dilihatnya ke dua kali itu ?, subuh 
benar ia menunggumu, dan embun yang membekukannya tak di-
hirau, ia disini
: bersimpuh pada senyum yang pernah dilihatnya.

sedunia > J.K Rowling menyegarkan dunia sastra modern dengan memasukkan konsep defamiliarisasi ke dalam karyanya. Dalam dunia Harry Potter yang dicipta-nya
________
kaimuddin mbck : (tambahan tema 3 tadi ) tuk searing saja dgn rekan2 di sastra di kampus, stkip yapim maros (himabas), sekali dalam teks "kegilaan yang men-janjikan "apresiasi puisi"

{ 1 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Kisah sukses sarmila mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

Posting Komentar