kegilaan yang me-janjikan "apresiasi puisi"

Jumat, Juli 12, 2013

Kegilaan dapat terjadi saat menempias pada jalan setapak di matamu yang penuh bunga, dan lebih gila lagi tatkala di sudut matamu aku ingin berlama -lama bahkan memilih untuk sendirian, dimatamu tak apapun selain aku  telah berkubang,  bahkan menyelam disalah satu lengang ruang di ceruk matamu, Uh.. sangat takhayul, tatapan itu adalah metafora penuh amuk dan gempa

kegilaan yang men-janjikan "apresiasi puisi"
*betapa dulu kau dahaga sebelum bertemu kebenaran.....,", Sebuah teks  sederhana,   jauh dari  kesewenang-wenangan, pemaksaan kehendak, arogansi atau bentuk-bentuk penghakiman lainnnya,

Tapi iapun juga dapat dianggap gila dalam apresiasi,
kata "kebenaran", merupakan tekad yang baik, janji terhadap  keinginan pada hal yang baik,  seperti tak terduganya kita yang tiba-tiba mengandung makna kemudian  hamil ..lalu melahirkan..dan merawatnya buah cinta itu  penuh kasih..,

*betapa dulu kau dahaga sebelum bertemu kebenaran!, setelahnya  tak adalagi apa-apa selain melepasnya...kemudian membiarkan ia tumbuh sebagai  perwakilan "kasih kita", pun kemudian kita tidak mengharapkan hal-hal yang berlebihan dari apresiasi, kita dengan segala kepasrahan berusah mengembalikanya kepada Sang Pencipta, hidup menjanjikan kebenaran kemudian gila untuk apapun pencapaian yang baik"_


*Kegilaan yang menjanjikan....
Terbayang sebuah apresiasi penghargaan terhadap nilai, menjadi gila adalah ketak wajaran, tapi menolak jadi basi dan membosankan ?,

Kegilaan itu lebih dari keaneka ragaman, juga sebab menjanjikan maka telisiknya adalah menggerayangi kesadaran, kita memang satu tapi dalam kegilaan segala tampak beragam termasuk anak kembar tetanggaku, mereka seolah satu tapi beda.

Kegilaan yang menjanjikan, adalah kremasi yang menolak nilai meskipun hasil berjamaah, ia bukan hasil secara umum, ia langit yang kita sangka, padahal hanya gumpalan awan sebagaimana jarak pandang kita.

Dalam kegilaan, minimal kau merasa takjub tanpa kata yang harus mewakili, atau kau sendirian bergelinding dengan nyanyian didengdangkan, tampa terdengar rintih di rahimmu, bahwa kau akan melahirkan kasih dan terus merawatnya.

Kegilaan yang menjanjikan tak akan menjadi karya balada yang manis, atau roman bertendens, pula tak luar biasa menjadi kekasih setia. tapi kegilaan bisa berupa tawa jenaka darimu dengan kelihatan gigimu yang tanggal satu, sangat lucu, tapi aku menerimanyaaku terus mencari separuhnya.

 Dalam kegilaan itu : berusahalah temui cintamu, dan bunuhlah dia dalam dekapan kasih sayangmu. kegilaan yang menjanjikan adalah cinta yang kita terima tanpa tendensi apapun, rasa yang segalanya dan kau cukup mengambil apa adanya", haha..ha..
_____________________

____________

tak sesuatupun dari kebekuan ini kecuali aku hanya menulis namamu pada kaca yang berembun itu.

Beku yang gila dan tak sekilaspun kau di balik jendela, sedang aku tumbuh bersama "sunyi", dan angin tempatku menitip pesan yang kusangka ruh yang berkelindang dan sampai padamu, uh, gila...

Apresiasi gila adalah Catatan yang mengajakmu pada alam rahasia, mungkin aneh atau ke pahaman asing dan ganjil , tapi apakah kemudian reseptor (pembaca /pendengar) lebih tertarik setelah ini, atau LEBIH PUSING jika teks tersebut telah diolah oleh pikiran lalu menjadi sebuah bentuk kalimat?, atau jangan-jangan, teks biasa dengan membuatnya jadi asing dan ganjil bikin-mu menyadari hal-hal sekitarmu, entahlah...?, tapi sungguh teks itu selain gila ia adalah milik dirinya sendiri
_
_____________________________________


"hujan tatapanmu itu ? ", sungguh, tak sederhana sayang....

Setelah peristiwa tadi, aku tak membenarkan hal apapun,
  jika selalu dianggap sederhana,
        sebab sangat ingin ku-menceritakan pada alam,
langit bahkan pada mama  

 Setatap darimu 
ajakan pulang ke segala samudera atau kekursi-kursi taman yang-
meratapi kesendiriannya
ada yang menunggu hidup dan mati, hanya untuk
menulis atau mengukir senyum yang hendak dilihatnya ke dua kali itu 
 subuh benar ia menunggumu, dan embun yang membekukannya tak di-
hirau, ia disini : bersimpuh beku pada senyum yang pernah dilihatnya.

________
Apresiasi Sastra gila, kata refleksi yang sedang coba bunuh kemandekan teks, kalimat harus lahir dengan cara asing dan dalam dalam ketakberaturan selalu ada yang baru, selalu ada intervensi untuk kegilaan baru demi kehidupan teks 

kaimuddin mbck : catatan  tuk searing saja dgn rekan2 di sastra di kampus, stkip yapim maros (himabas), "kegilaan adalah teks yang men-janjikan "

You Might Also Like

1 comments

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images