Puisi: Angin adalah jarak hujan di pipimu

*Kau pun mawas menatap.. hujan, lalu menjadi...angin pada jarak antara hujan dan pipimu

Ringan gerak angin itu, menengarai sisa-sisa hujan yang jatuh pada daun, ia angin selalu begitu.....dan tahu bahwa titik-titik  hujan itu tak harus jatuh di pipimu, tapi mengendap pada daun, ketika musim sedih tiba, dan pipimu tetap bersih dari hujan, ia angin
: "tak berharap kau  mengingatnya"


Puisi Angin dan Hujan
tapi, ia angin menumpangkan perasaanya pada daun, kalau-kalau titik hujan itu membesar dan kau melintas di bawahnya, ia angin  selalu begitu, berulang-ulang melintas di antara daun dan kepalamu, segalanya : demi hujan tak jatuh di pipimu 
ia angin me- resah ketika kau hendak beranjak dan seperjalananmu kau dengar erangan serigala

tapi, ia angin sungguh sangat takut kau mendengar jerit hatimu sendiri, tanpa mampu ia menahan hujan yang mungkin mengerang di hatimu sendiri 
:uh....ia angin selalu begitu ...menghalau hujan ketika harus jatuh  
  di pipimu
_________________
*angin yang sesekali mengganggu wajahnya,(selengkapnya di > .. 

*semua orang menoleh, Mengharukan ya....?(selengkapnya di >  dekat-ku saja buang angin 

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar