Cara Sederhana Menangkan Kehidupan

Catatan yang di buang sayang : Ke Sidoarjo dengan kemudi 30 ribu rupiah), tak lain sebab berkah jumat, dering panggilan baru saja tiba dan tiket PP tak kuhiraukan bebannya.

Kemenangan baru saja terjadi, ketika tiba-tiba saja hujan berhenti sejenak menyaksikan pemuja sedang membuka jendela zikir, lalu Allah SWT, melerai gelisah mereka, sebab waktu adalah milikNya.

Esok berharap penuhlah pada wajah Allah, ketidaktahuan kita yang tersihir pada penguasaanNya, sungguh mengeringkan air matamu.

“BERPIKIR POSITIF UNTUK MEMENANGKAN KEHIDUPAN”. dan ganjalannya adalah .....menanggapi pengawasan Allah setiap saat atas waktu dalam laku kita.

       
Ketika Tuhan Merupaka pusat Pikiran 

Maka, seseorang bisa mencapai kecerdasan, kesuksesan, kebahagiaan dan kesehatan, pun tanpa menapikan bahwa segala merupakan kekuasaan Allah.SWT_ menangkan dirimu semisal dengan menangkan pikiranmu,

Insan Pemaaf adalah Raja Dunia
Hubungan memenangkan hidup akan aspek ini disampaikan dalam kaidah, bahwa " Insan yang pandai memaafkan bahkan membalas orang yang menyakitinya dengan kebaikan, itulah kebahagiaan na meresapkan kelembutan dalam jiwa kita, serupa nilai pengasih yang dengan Allah Ridha terhadap laku kita".

Seorang ahli hikmah mengatakan, "lupakanlah dua hal.: "kebaikanmu kepada orang lain dan kesalahan orang lain kepadamu.".

 Pergaulan atas kehidupan secara hikmah memang tak bisa dilepaskan dari harapan sifat ke-maha baikan Tuhan, sebab Sabda Rasul : Tuhan bersama ummatku ketika ia mencintai orang yang bertaubat, menyayangi orang yang lemah, membantu orang yang berbuat baik dan memohonkan ampunan bagi orang yang berdosa.

Atas peristiwa adzan

yang memanggilmu dalam kemenangan, maka Air matamu terdorong keluar oleh kebahagiaan.., adzan maghrib pun melengkapinya dengan berita dari surga.

*sekali saja cinta itu tersentak, kaget dan takjub, ketika terdengar teriakan "hayya..alal falah......" cinta itu tiba2 berhenti dan menghambur ke aras tempat segala indah mengental__

*adzan dari seberang sungai kuterjemahan sebagai seseorang yang menunggumu dengan kerinduan penuh. 

 Persangkaan itu vitalitas bagi tubuh,

 (dalam hadis qudsi “aku (Allah), tergantung pada prasangka baik hambaKu”), ketika Anda merasakan perasaan-perasaan yang baik, perasaan itu adalah pantulan komunikasi dari semesta yang mengatakan, “Anda sedang memikirkan pikiran-pikiran yang baik”. begitu pula ketika Anda merasa buruk, Anda menerima pantulan komunikasi dari semesta yang mengatakan, “anda sedang memikirkan pikiran-pikiran yang buruk.”

*Menyadari bagian manusia mahkluk sosial. maka seseorang berjalan di belakangmu, iya mendukungmu, sebab ia sadar, kau memiliki kepercayaan pada kemampuanmu. juga sadar akan kepercayaanmu sebagai Allah pemilikmu, 

Maafkanlah 
"Tapi terhadap peristiwa memaafkan yang bikin-mu mudah masuk surga, sungguh tak dibiarkan syaitan .

Dari Uqbah bin Amir, dia berkata: "Rasulullah SAW bersabda, "wahai Uqbah, bagaimana jika kuberitahukan kepadamu tentang akhlak penghuni dunia dan akhirat yang paling utama? 

Hendaklah engkau menyambung hubungan persaudaraan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu, hendaklah engkau memberi orang yang tidak mau memberimu dan maafkanlah orang yang telah menzalimimu." (HR.Ahmad, Al-Hakim dan Al-Baghawy). 

Mungkin ada di antara kita, memilih menumpahkan kemarahan ketika harga diri dijatuhkan. Mendahulukan emosi ketika orang menyakiti dengan kalimat-kalimat sindiran yang disengaja, sedang orang yang pandai memilih memaafkan bahkan  berterima kasih, dan meyakini hal tersebut mengalirnya  transfer pahala. __ya maafkan sajalah orang yang menyakitimu".

"...dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu?, Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An Nuur :22) 

carilah kebaikan pada setiap orang yang anda jumpai, lihatlah ia /mereka dengan prasangka baik 

Untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah, Berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan, Dan anda tidak akan pernah berjalan sendirian. Manusia, jauh melebihi segala ciptaan lain, 

Dengan ini Ingatlah, " Jika suatu ketika anda membutuhkan pertolongan, Akan senantiasa ada tangan terulur : Satu untuk menolong diri anda sendiri, Dan satu lagi untuk menolong orang lain.
_____

Catatan yang dibuang sayang, dari kumpulan ceramah yang pernah kudengar, semoga membawa manfaat dan mengembalikan haqiqat kefitrahan hidup yang sesungguhnya, pula bahwa tidak ada di dunia ini manusia yg sempurna tanpa hilaf dan dosa.__
Wallahu a'lam bisshawab. by :kaimuddin.Mbck

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar