Nikmat Kopi Rokok Sahur

Jeda waktu menunggu sahur : mari tersenyum pada ritme ini dan hirupan kopi satu-satu mengulur waktu tanpamu, ya enak saja dengan aroma kopi hitam ini, sambil nge-rokok ya… sisihkan beberapa menit untuk berdiskusi pada diri sendiri tentang pencapaian yang telah diraih seharian, apa yang tidak berjalan dengan baik, perubahan apa yang dapat Anda lakukan di masa depan, atau hal-hal apa yang perlu Anda lakukan besok. Ingatlah untuk tidak menghabiskan waktu terlalu lama melakukan ini. by wisata kuliner Maros.

Jeda waktu menunggu sahur bukanlah ruang sesak ungkapkan bias perasaan yang selalu tak mampu disampaikan jika secara lisan, dan disini sebuah semesta kecil kehidupan kutuliskan dengan bahasa sederhana seolah saja meracik kopi tengah malam untuk menikmati aroma pahitnya yang menyegarkan, juga sederhana bahwa aku sungguh tak suka hal “yang me-kagetkanmu”, tapi selalu kupercaya bahwa kau ada dan membacanya, salam….
 
Ya…aku kopi hitam dengan aroma wangi yang pahit, kubilang demikian sebagai cemooh untuk diriku sendiri sebelum kau menertawai, dan sekali lagi “menunggu sahur bukanlah ruang sesak”kita dapat menumpahkan senyum, cemas, sedih juga tawa kedalam piring sebagai tambahan menu santap sahur, aku tak berhenti hanya karena anda pembaca tak menemukan apapun dalam tulisan ini, karena scenario hidup kelihatannya sangat rapi tersusun sebagaimana aku sendiri jelas-jelas masih mengesan kesalahan masa lalu itu lalu ku-eja bekas atau titiktitik baik yang tersisa kemudian kujadikan hal yang dengannya aku serius, bermain-main, sedang sakit juga ketika jatuh hati, aku ingat segala peristiwa itu. Akhirnya malam dan siang tak pernah bertemu seolah sedih cemas ragu-ragu masing mendapat tempat dalam introspeksi diri apakah kau mengenal keasyikan hatimu tersebut….?, hingga pada akhirnya kau diam-diam dan mengakui beberapa peristiwa lalu lucu-lucu yang telah kau lalui dan mengesan hari itu, yang kekinian hal sebelumnya itu kau meng-anggapnya peristiwa miris bahkan  membuatmu malu-malu (hal serupa dalam tulisan-tulisanku yang telah sampai padamu dan kini aku sendiri malu-malu membacanya, hihi….)

Apa lagi ya…? : Ketika menunggu santap sahur tulisan-tulisan ini seolah berkeliling dunia dan meng-ungkapkan segala yang terlihat dengan bahasa pas-pasan, terakhir aku memelototi kaca jendela yang berembun itu .  Sebuah catatan telah selesai yang kuberi simpulan “ternyata aku tak tahu apa-apa tentang hikmat menunggu waktu sahur kecuali menuliskan hasratku yang tak lagi boleh lupa bahwa : Niat menandai berpuasa atau tak ada puasa tanpa niat, yah sebuah pesan sederhana buat diri sendiri, atau dengan penalaran bahwa “setiap inci dari niat yang dikatakan disambut Allah penuh dengan intensitas kemaha pemurah-nya. Demikian ku tulis-tulis saja , Wassalam By Kaimuddin Mbck.  

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar