siswa SMA /MA ber-adu "Drama Monolog"

siswa SMA /MA ber-adu "Drama Monolog"

adegan drama monolog
Kiprah siswa/i dalam pentas kolaborasi tadi malam di Baruga Wisata Alam Bantimurung, kelihatan tanpa pamrih.: mereka berekspresi  sekaligus meng-koreksi sendiri atas  tampilan masing-masing, sebuah harapan tuk yang percaya diri dan siap kompetisi mewakili kabupaten (Maros), dengan gelisah kuseebut bahwa ," mesti memberi mereka kebijakan yang mendukung iklim pengembangan kreatifitas dan bakat  : mereka anakanak  yang kita lahirkan, akan membaca dan berbicara mewakili laku kita. (petik dari dialog monolog malam tadi).
Beberapa pementasan drama dalam mewakili sekolah dan kelas mereka (kompetisi siswa sekolah Maros) > pantauan apresiasi kami, kebanyakan mengangkat tema cerita  tentang wujud kerukunan masyarakat dalam mengungkapkan  kegembiraan, kebahagiaan, dan puji syukur atas karunia kemerdekaan dari Tuhan Yang Maha Kuasa, (ya...sebuah ruang yang dicatat oleh mereka sendiri dan mementaskannya), tapi pilihan teks/naskah untuk monolog sungguh pilihan yang kontras,(haha..ha. >.berani mereka teriakkan  keterpurukan hidup juga pemberontakan, aih...dasar anak-anak emang brani kamu ya...?.

Yang juga sebuah ruang malam tadi sebab kehadiran ragam potensi karya seni dan budaya.perwakilan sentra-sentra seni budaya di Kota Maros ini, (kesediaan beberapa pelaku seni yang juga memberi apresiasi malam tadi, kusebut saja mereka : MGMP Pend,Seni Budaya Lokal Maros, UKM kampus "Toddo Limayya" dan Himpunan Mahasiswa Bahasa STKIP. /(siswa sma-ma-beradu drama monolog)
Kekayaan malam tadi adalah  kekuatan yang tidak ternilai. didalamnya juga terkandung keterpeliharaan budaya, jiwa toleransi, integritas dan lebih spesifikasi adalah " gairah berseni.

Selama ini panggung apresiasi itu hanya lebih memperhatikan komersialisasi seni dibanding dari sistem nilai yang dikandung dari sebuah produk seni, menempatkan seni pertunjukan  sebagai obyek penikmatan sesaat, atau hanya pengisi waktu luang (hiburan), telah menjadi sessuatu yang "lucu" dalam simpulan tadi malam usai diskusi/searing dengan teman2 pelaku seni/seniman maros.

Penuh kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak, atas dukungan dan peran sertanya (kusebut juga ayahanda :Dr.Edi, yang meminjamkan lengkap perangkat  sound sistim pribadinya), MGMP Seni Budaya terwakilkan :Tunggal Hayaskoro, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) "Jalin Maros", dan  PT. Bosowa terwakilkan Ilyas Cika, juga sesepuh Himabas : Uak Sena, semoga pentas kolaborasi siswa/i malam tadi dapat berjalan dengan baik dan lancar serta berkelanjutan hingga ke tahun tahun berikutnya.
------------------------------
kaimuddin.mbck, @maros.m-lapor. siswa SMA /MA ber-adu "Drama Monolog"

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar