Naskah Drama Monolog : Seribu Kali Mati

                   Karya : kaimuddin,Mbck

Setting Panggung : Sebuah ruang gelap pengap, tak ada apa-apa kecuali aroma kematian

Prolog    :
Dunia yang sibuk dengan berbagai hiruk pikuk, sebuah ruang lengang, yang mengajak kita untuk keluar sejenak dari rutinitas kemanusiaan, sebuah dunia kemanusiaan yang memiliki keluasan yang tidak terbatas, lebih luas dari dunia luar kita. Sebuah dunia dalam diri kita penuh sunyi…sepi, dan sesuatu  yang setiap saat memicu ledak dari dalam.

Suara dari back stage :
suara-suara kebohongan kemunafikan penuh rekayasa, ritme music horror, (seseorang bertopeng masuk dan membuka topeng serta sarung tangan, menyimpan segala perkakas, "usai merekayasa sebuah kematian", memandanginya dengan perasaan puas , dan meleguh, se-habis bekerja keras , lalu tertidur, , ruang gelap, hanya cahaya lilin pun redup, tak berapa lama ia telah tertidur)

Suara dari back stage :
Jangan berkedip lebih lagi tertidur…., sebab aku tersembunyi dalam lipatan-lipatan mimpimu, sebuah bangunan batu dengan dinding berlumut yang kelihatan rapuh, sepertinya kau sangat mengenalnya…,  langkahmu  menuju kebanyak pintu (suara derap kaki, pemain mengigau, “ ), di balik sebuah pintu terbukalah (suara pintu terbuka berderiit), ruang gelap dan  kosong, suara seperti tergantung di langit (efek suara kematian dengan leher terjerat, pemain mengigau), ketika sedetik sebuah nyala yg memucat dari bola lampu diatasmu,”yah….kau yang  telah membunuhku…!!(mengancam keras, igau pemain semakin kerass), membunuhku...(sedih campur isak tangis)”, aku tergantung lemas diatasmu selalu ada diatasmu, saat kau akan tertidur dan kau sangat mengenalku….haha…ha…kau sangat mengenalku…..(pemain tersentak, gelagapan dan bangun dari tidur)

Pria        : aaa……ah…., dimana aku….dimana aku…. (masuk seorang wanita)
Wanita   : kenapa ki…kenapa  teriak ..teriak …!, dirumah ki ini dirumahta…pa !

Suara dari back stage : kau tak di mana-mana…, kau terpenjara oleh kejahatanmu sendiri….

Pria          : siapa kau….?
Wanita     : saya istrimu pak…saya…istrimu (berusaha meyakinkan)

Suara dari back stage: aku ruh yang telah kau khianati…, kau bunuh, tapi aku  tak dimana-mana tak dilangit juga dibumi, aku hidup.. haha..ha…hidup dalam bayanganmu

Wanita     : sadarki pak…sadarki pak….
Pria         : siapa kau, siapa kau u.? (wanita hanya heran dan manggut-                manggut)

Suara dari back stage : haha…haha…ha…aku sangat dekat denganmu…..aku di de..

Pria         : (tukas cepat) siapa kau…., tunjukkan diri..(wanita menempeleng pria (suaminya) tersebut, pria itu siuman dan menghamburkan tangisnya di paha wanita itu.)

-----Tamat-------
Maros, 18 juli 2009
foto pentas drama di societet de harmoni dengan naskah berjudul "Patung kekasih", tahun 1999, keterangan gambar ending drama terdapat adegan peran pengusaha dan ibu pertiwi,lihat gambar berikut


Pilihan naskah drama lainnya : 

{ 2 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

al_adzani art mengatakan...

Bang... Minta Ijin mentaskan naskah ini di kampus bersama teman2 UKM Seni To'do Limayya PERTI YAPIM

kaimuddin Mabbaco mengatakan...

ok bro...lanjut, britau kalo pentas-mi

Posting Komentar