Revolusi Cara Belajar (1),

mengapa sistem pembelajaran 
yang yang lazim terjadi membosankan dan melelahkan, bahkan terkadang cenderung menakutkan,membuat siswa stress,Ooo....,
Revolusi Cara Belajar (1) : Mari berbagi tentang sebuah  visi bersama yang mengacu pada kualitas anak didik handal, mampu, mandiri dan kreatif. dan sistim ini sebuah revolusi cara belajar yang menyenangkan dan mengasyikkan. Ada empat gaya belajar yang dikemukan oleh Anthony Gregore seorang profesor kurikulum instruksi di Universitas Connecticut yaitu; pertama, sekuensial konkrit yaitu mengutamakan realitas sebagai objek untuk memandang sesuatu. Kedua, acak konkrit yaitu kecenderungan belajar dengan cara bereksprimen. Ketiga, acak abstrak yaitu gaya belajar yang cenderung memandang dunia dengan perasaan dan emosi untuk merefleksikan dan menemukan fikiran baru dari hasil perenungannya. Keempat sekuensial abstrak yaitu gaya belajar yang tidak beraturan dan cenderung mengikuti situasi yang ada, untuk itu perlu mempelajari logika untuk menggali kemampuan yang terpendam.

Dari keempat gaya belajar tersebut diatas maka setiap anak didik memunyai kecenderungan yang unik dalam memaksimalkan kemampuan yang dimiliki. Semakin kreatif seseorang dalam mencipta, maka belajar cara revolusi menjadi alternatif model pertimbangan. Terlebih pada situasi pasar global yang menuntut cepat dalam mengambil keputusan dalam setiap saat. Kecerdasan bisnis untuk tetap bisa survive dengan kompetisi tiada batas antar negara memberi peluang bagi anak didik untuk mandiri dalam belajar. Pembatasan wilayah yang telah terpecahkan melalui media computer dan internet semakin menambah luas jaringan untuk membuka wawasan yang serba baru dengan kecepatan yang tinggi, tetapi mengetahui kemudian adalah hasil bagi kebaikan, dan inilah sesuatu yg menjadi wajib hukumnya dituntut, sebab tidak mengetahui adalah musuh utama bagimu.

Dampak globalisasi membawa keuntungan sekaligus tantangan bagi anak didik untuk kreatif menggunakan kesempatan yang tidak diperoleh sebelumnya oleh guru yang mengajar. Kesempatan untuk mencari informasi tanpa guru sangat mungkin dalam kemajuan teknologi yang serba canggih. Teman bisa berperan sebagai guru, begitupun guru berperan sebagai teman. Anak didikpun berfungsi sebagai guru untuk orang lain dan dirinya sendiri. Di zaman yang serba canggih ini, semuanya menjadi mungkin, bukan sekedar impian kosong mewujudkannya. Jasa dan kepribadian serta penalaran merupakan hal yang dipertaruhkan dalam tuntutan masa sekarang. Menarik, bukan?
ke 4 metode diatas akan kami ejawantahkan /uraikan lebih detail pada episode selanjutnya, insyaallah....

Revolusi Cara Belajar (1)

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar