kata sayang dalam tulis-tulis saja

Hendak kusimpan engkau sayang dalam lubuk yang dalam dan misteri, namun kau terlampau ringaan dan naik keatas, yang tersisa tak lain kecuali : aku me-rekayasa-mu sayang..., demi penciptaan kondisi factual agar serupa dengan harapanmu, aku tak bisa tegak sayang... seperti institusi pemerintahan dan system penegakan hukum kita yang mandul dan selalu dalam intervensi negara asing. karenanya aku gilagilaan padamu sayang seperti wujud sebuah bangunan sosial yang baru, tetapi juga bukan solusi sayang....apa ya...?, satu saja yang jelas, aku, kau, atau "kita" :serupa masyarakat gagal dan tidak sejahtera jika tak korupsi sayang...

Bangsat sekali kata sayang berikut ini dalam tulis-tulis saja : Tapi ketika terbang meng-angkasa di langit, aku tak melihat apapun kecuali imajinasi kita berdenyutan di langit, kau juga ingat peristiwa itu ketika "kita bersenggama di alam pikiran menyelamatkan sepi....

Malam-malam gelisah pada *Jembatan sunyi dan lampu jalan yang meremang, masih begitu saja, seperti perawan yang diam emas, penuh senyum malu malu...., jembatan sunyi dan di sekitaran penuh atribut dan slogan-slogan tanpa malumalu..., malam-malam gelisah sayang.... meski slogan2 juga pada  foto caleg yang seluruhnya tampak benar dan tulus itu, di jembatan kata sayang terasa begitu datar dan hambar.

Puisi pendek: "kekurangan kata"
*Tapi ketika terbang mengangkasa dilangit aku tak melihat apapun kecuali imajinasi kita yang pernah sampai langit, kau juga ingat peristiwa itu ketika "kita bersenggama di alam pikiran menyelamatkan sepi....

*Sosok kaki kecil telanjang berlari lari di bantaran sungai, riuh suara bocah-bocah, saling memanggil untuk berloncatan di pohon yang daunya hampir menyentuh air, " mendung ...tak di wajahnya", hanya pelepah patah dan biji mangga yang berserakan sebagai akhir pesta mereka

.*......Kujahit lukaluka batini di serambi Mu yang Maha….,Tapi…, aku tetap lumpur lekat….tengadah ke langit, Tuhan…, aku pucat pasi…

*Pada Uak Sena, ayo menyasar di bumi ..dan seribu jari kita mencoret-coret di permukaan yang baru....

*Kita dibumi dengan tutupan bau selokan dan kata maaf yang tiada henti...berbeda dengan langit selalu terbuka tempat kau berpendaran setengah lingkaran..sebab di langit juga terhampar "bulan sepotong" yang menawarkanmu untuk selalu pulang. setelah letih k-cari sepotongnya

*Siang dan...menunggumu, : baik benar rimbun daun mangga ini, tak lelah melindungi siapa saja dari terik matahari, berpucuklah...kulihat ulat mengintaimu...

sayang...bodoh _
Masih dengan kekurangan kata sayang sebab, *Masing-masing orang punya kelebihan dalam dirinya, itulah mengapa SUSAH menemu orang yang, “Aku lebih baik dari dirinya..".haha..ha..

Bicara soal daun yang dipenuhi embun, dan tanpa dunia menanggapi  embun diatas daun itu telah menyatu dan bobotnya menjatuhkan daun tersebut, selalu isarat kasar ini kugunakan mengajakmu kembali..., kembali menanggapi ketak sempurnaan"kita".

kata dia menyelamatkan dirinya "ketaksempurnaan selalu saja ada, maka kata dan kesalahan sangat mungkin ngebuatmu ...? tapi kukenali kau masih : benang -benang pengertian.
__________
kaimuddin mbck _dg tene ( "ya..tulis ajha...kalo dak benner..ya...buang ke tong sampah ya..biar dak kececer dan mencemari. dan aku masih menyalakan semua korek api membakar sepi....

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar