Workshop Pembelajaran Seni Tari dan Musik Tradisional

Lanjutan rangkaian, "Workshop Pembelajaran Seni Tari dan Musik Tradisional (2) Kab.Pangkep" di Gedung Pola Pemkab Pangkep. di laksanakan tanggal Ahad, 29 April 2012, oleh Lembaga Pengkajian Strategi Salewangang (LEPASS). Ketika sebelumnya (acara yg sama di di Kedai Coklat, Minggu (11/1/2012). Workshop ini diikuti sekitar 60 penggiat sanggar seni, siswa, mahasiswa dan guru bidang studi seni se-Kabupaten Maros. MAROS, Workshop Pembelajaran Seni Tari dan Musik Tradisional (1) di petakan oleh TRIBUN-TIMUR.COM - Penulis : Mutmainnah__Editor : Muh. Irham . Melaporkan 


Workshop Pembelajaran Seni Tari dan Musik 

Mutmainnah Melaporkan "Para peserta workshop yang dilaksanakan atas kerjasama Unit Pelaksana Teknis daerah (UPTD) Balai Budaya Dinas Pariwisata Sulawesi Selatan (Sulsel) ini dipandu oleh pembina tari di Maros, Luny Suniwati. Direktur LEPASS, Muh Nur Jaya, mengemukakan workshop ini bertujuan menumbuhkan apresiasi masyarakat terhadap karya seni serta kesadaran baru pentingnya pendidikan seni. "Sehingga diharapkan dapat menjalin kerja sama antar pelaku dan pecinta seni. Baik secara individu, institusional maupun komunal sebagai upaya menumbuhkembangkan kreativitas seni masyarakat," tuturnya. 

Sementara menurut Penggiat Budaya Lokal Maros, Kaimuddin Mabbaco, mengatakan workshop ini juga membantu proses aktualisasi pembelajaran seni tari, mengingat minimnya guru bidang studi seni yang khusus mengajarkan tari tradisional di Maros. "Di Maros belum ada guru mata pelajaran seni budaya yang memiliki spesifikasi seni tari dan musik. Ini berdasarkan hasil Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya Maros, " ujarnya. Sementara pemerhati seni-budaya lokal Maros, Wawan Mattaliu, mengungkapkan kegiatan seperti ini perlu terus dilakukan sebagai bagian dari usaha menumbuhkembangkan minat seni dan membangun apresiasi seni-budaya lokal. "Semoga kegiatan bermuatan seni-budaya semacam ini mampu mengugah kesadaran genarasi muda untuk terus berkreasi. Hingga menumbuhkan kembali penguatan seni tradisional sebagai bagian dari sejarah Maros," ungkap legislator DPRD Sulsel ini.


Dalam workshop ini ditampilkan kolaborasi penari dari Universitas Negeri Makassar (UNM) Makassar dan pemusik tradisi Batara Maru' serta pemutaran feature audio visual pementasan tari hasil karya sejumlah seniman Maros.


Workshop Pembelajaran Seni Tari dan Musik 


*Keseragaman Kurikulum ,Workshop“Pendidikan Seni Budaya Lokal”.
oleh Drs.Ilham Syah Azikin,M,Si.



"Dari Dinas Budaya dan Pariwisata Kab. Maros".Penghujung tahun bulan Desember 2009. Sejumlah undangan dan peserta “Lounching Buku Pend. Seni Budaya Lokal”, 0leh supervisiKaimuddin.Mbck,S.Pd, sebagai penulis buku tersebut, tengah berkutat memaparkan hasil rumusan buku yang kemudian diberi judul “Pendidikan Seni Budaya Lokal “ dengan Penerbit Lontara Jakarta, Karya atau hasil penelusuran ini merupakan sebuah bentuk akuisisi aspek Budaya Lokal Maros,tentu Hal ini harus mendapat apresiasi positif. Sebab disadari bersama (dalam pantauan)minimnya kemampuan kurikulum untuk menyerap total instrumen kebudayaan yang sangat beragam sebagai contoh; sangat sulit menemukan kebudayaan Bugis Makassar, dalam kurikulum KTSP yang beredar sekarang. 

Dalam penguatan ungkap supervisi, “untuk memverifikasi semua temuan penelitian, dilakukan konfirmasi kepada dinas Pariwisata setempat, juga trianggulasi temuan kepada pakar bahasa, ahli lontara' dan budayawan Bugis Makassar di Kab.Maros. Namun tentu saja, Pengenalan, revitalisasi dan perangkuman nilai-nilai budaya sebagai ujudkesadaran baru suplemen pembelajaran seni Budaya lokal ini, hendaknya disertai dengan tindakan nyata secara global, sebagai sosialisasi penumbuhan nilai-nilai kearifan lokal tersebut, sebab disadari bersama budaya lokal kita tetap berproses dan dalam evolusi panjang ini, ia mulai jatuh bangun dalam wilayah kulturalnya, budaya-budaya lokal yang tumbuh dalam etnik tertentu beresiko tergerus arus globalisasi sebagai dampak dari kemajuan zaman.

Dalam kesempatan ini kami mengajak kepada seluruh rekan-rekan sebangsa dan setanah air untuk mendukung proses pendataan kekayaan budaya Indonesia. Jika teman-teman memiliki koleksi gambar, artefak, lagu atau video musik juga tari tentang budaya Indonesia, mohon didaftarkan ke Dinas Budaya dan Pariwisata Kab.Maros. Dalam Program Kerja Dinas Budaya dan Pariwisata, selain melakukan pendataan, penelitian jugamelaksanakan proyek memetika Indonesia, ekspedisi, majalah (dalam penggarapan), perlindungan dan pelestarian budaya, sebagai bentuk aplikasi tanggung jawab lembaga. Penerbitan buku ini memberikan sebuah kesempatan baru bagi kehidupan kearifan budaya lokalsebagai sebuah tingkat kepedulian pembelajaran dalam ketetapan bersandar pada keragamanbudaya dan pada produk tradisional Indonesia.

Workshop Pembelajaran Seni Tari dan Musik Tradisional

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar