memaafkan terasa berbeda

Hanya orang yang kuat, yang dapat mengatur emosi dan amarahnya dalam sikap memaafkan, kekuatan ini tersimpan kearifan pandangan bahwa "sudah sewajarnya orang lain berbuat kesalahan, sebagaimana dirinya mungkin pula berbuat salah". Yah, kita sering memandang manusia bukan sebagai manusia. Memandangnya harus menjadi malaikat atau sudah menjadi iblis. maafkanlah...maka anda akan heran dengan kerja hati anda yang di dalamnya tersimpan pengaturan Allah secara fitrah, mari dalam kemenangan perasaan sebab :  . Terasa bebas merdeka. Tidak dipenjara oleh kesakitan hati. Sebaliknya orang yang sulit memaafkan adalah orang yang justru terus disiksa oleh rasa sakit hatinya itu. Jadi, orang yang melakukan kesalahan telah menyakiti diri kita sekali saja. Tapi, karena kita tak memaafkan, maka kita menyakiti diri kita sendiri berkali-kali. Ah,… tragis sekali.
Sabda Rasul :Tuhan bersama ummatku ketika ia mencintai orang yang bertaubat, menyayangi orang yang lemah,membantu orang yang berbuat baik, dan memohonkan ampunan bagi orang yang berdosa.
Mari me-mulai dengan berkata, maaf... meski mungkin anda merasa dan tidak benar-benar bersalah. It's really better for your heart. Ingat bahwa salah satu kunci untuk hidup bahagia adalah: melepaskan diri dari
perasaan marah dan dendam. Ringankanlah kepenatan hidup anda dengan memaafkan, hal ini lebih melegakan hati dan membuka jalan kehidupan yang ringan; yang halangin memaafkan kadang adalah perasaan bahwa jika ia memaafkan maka yang pertama kali mendapat keuntungannya adalah objek yang dimaafkan. padahal Sekali-kali tidak...!!, keuntungan pertama dari memaafkan ada pada pelakunya sendiri. Di sisi Allah yang pemaaf, dia telah membuka jalan bagi keampunan akan banyak kesalahan yang telah ia lakukan. Ingatlah bahwa kita semua berpeluang salah, hanya waktunya yang berbeda, bentuknya berbeda, kadarnya berbeda. Maka jangan egois, Sahabatku, jika kita setiap waktu berharap kemaafan dan ampunan dari Allah yang Maha Baik, mulailah dengan belajarlah memaafkan< nih bikin hidup lebih hidup.

Dialektika hidup kadang gejolak yang memaksa kita   harus berkata bahwa hidup itu perlu bermimpi tetap berharap dan terarah, dan banyak lagi tips yang nyenengin dan motivasi lainnya, berkata ini dan itu...Tapi memaafkan orang yang sangat menyakitkan hati, m-buat terasa berbeda, "terasa berbeda", dan kau bersyukur karena ini. Tuhan kita memaafkan.., ya Allah maafkan semua yang pernah nyakitin hati....

memaafkan terasa berbeda
__________

Nasihat : memaafkan terasa berbeda

Menjadi pribadi yang pemaaf adalah baik, menjadi pribadi yang pandai memaafkan tentu akan lebih baik. Pandai memaafkan, berarti mudah dan cepat dalam hal sesuatu yang memang harus segera dimaafkan. setelahnya berusaha tak menyimpan rasa marah apalagi dendam dalam hati.
Pandai memaafkan , tentu saja tidak akan menyimpan “penyakit” dalam hati dan pikiran kita. bahkan Insan yang pandai memaafkan bahkan membalas orang yang menyakitinya dengan kebaikan yang mengesankan. brani ya....?

Seorang ahli hikmah mengatakan, lupakanlah dua hal.
"Lupakanlah kebaikanmu kepada orang lain
dan lupakanlah kesalahan orang lain kepadamu."

 Sabda Rasul : Tuhan bersama ummatku ketika ia mencintai orang yang bertaubat,
menyayangi orang yang lemah, membantu orang yang berbuat baik,
dan memohonkan ampunan bagi orang yang berdosa.

Tapi terhadap peristiwa memaafkan yang bikin-mu mudah masuk surga, sungguh tak dibiarkan setan. Dari Uqbah bin Amir, dia berkata: "Rasulullah SAW bersabda, "wahai Uqbah, bagaimana jika kuberitahukan kepadamu tentang akhlak penghuni dunia dan akhirat yang paling utama? Hendaklah engkau menyambung hubungan persaudaraan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu, hendaklah engkau memberi orang yang tidak mau memberimu dan maafkanlah orang yang telah menzalimimu." (HR.Ahmad, Al-Hakim dan Al-Baghawy). subhanallah,blon pernah ketemu hal sedahsyat ini.

Sahabatku ,sayangku...cintaku...beby ku...yayangku...( semua-semua deh )
"maafkan segalanya...segera...., penuh santun, tulus , SETULUS- TULUS nya
maka kehidupan ini membuatkanmu "Jejak keagungan", jejak yang bisa dibaca di contoh, jejak ibrah  pelajaran bagi sesama.

Mungkin ada di antara kita, memilih menumpahkan kemarahan ketika harga diri dijatuhkan. Mendahulukan emosi ketika orang menyakiti dengan kalimat-kalimat sindiran yang disengaja, sedang Orang yang pandai memaafkan memilih untuk berterima kasih, dan meyakini adanya transfer pahala ketika mampu memaafkan. yang mengherangkan setelahnya bahwa dia telah memilih jalan yang tidak lagi ada khawatir di dalamnya,

Pandai memaafkan, termasuk  memaafkan diri kita sendiri"...dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu?, Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An Nuur :22) amin ya alloh

Semoga kisah ini membawa manfaat khususnya bagi saia sendiri n umum nya bagi kita semua umat Islam, agar lebih menyadari dan kembali kepada Fitrah bahwa tidak ada di dunia ini manusia yg sempurna tanpa hilaf dan dosa,wallahu alam bi sowab..____kaimuddin mbck, memaafkan terasa berbeda

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar