kumpulan Puisi paling "Hujan" 2

Seperjalan, lebat hujanmu meretas dalam loncatan antara bukit perkampungan dan belantara, hujan yang hanya tahu beranjak,  lalu mengeos...pada sudut pandang yang baru, sesekali menghindari yang tak disukai-nya, padahal ia hujan mengenal tempat cinta duduk menunggu, dan menumpahkan  semua titik rindu nya,Uiihhh....tapi, dan kau tahu bahwa, Ia hujan sering tak sempat bicara lalu menabrak segala-gala di bumi, di embunkanya kaca...menuliskan kaidah "kita masih..di kelembaban ini menorehkan dingin tuk berdekapan. [Baca selengkapnya...



debur riciknya adalah Perasaan  yang  memberi  vitalitas  juga pada  pikiran. Gumamnnya "aku basah, dimana dudukmu serupa kenakan gaun-mu sore itu, atau kau berpayung ya ?"  hujan benar-benar  hasrat, benar-benar cinta. dan terasuk cinta maka hujan menjadi tak terkalahkan.”

iindah, betismu yang di telungkupi hujan (disitu cukup indah) berlari kau ketempat teduh : berhati-hatilah, setelah indah itu karena beberapa kesenangan adalah cara gembira menunggu hujan lebih lebat
kumpulan Puisi paling "Hujan"  
~ 1_cumbu "hujan" yang  mampir dipelukmu
sebuah kasih yang tiba-tiba datang mengurai senyummu sebentar lagi, ingatkah kau saat hujan membasahi seluruh perasaan kita ?,
 : "itu memabukkan sayang....".
dan kita diam-diam berterima kasih padanya, aku hanya tahu bahwa saat seperti ini ku-selalu rindu padamu.
_____________________
kumpulan-puisi-paling-hujan
usai hujan cacing di Amerika

~2_
Sore ini gerimis dan kuharus segera pergi, aku berusaha  lupa tentang rambutmu yang kututupi dari titik-titik hujan, bahkan aku berdiri disini dan tak ingin kau mengantarku, ini jarum-jarum hujan sayang...,jarum hujan yang mengajarkanmu selangkah demi selangkah tentang rahasia, " keterbukaan benih yang akan tumbuh dari tanah, jika saja hujan sore ini tak bercampur dengan airmatamu

~ 3_
ah... mengenanmu aku tak berani berlama-lama sayang....,

seperti keberadaan hujan hari ini yang
mungkin tak mengenalmu, juga aku.
ketika hujan hari ini  mengeras, "kita" tak perlu  saling menjemput, kita benar-benar mengenal hujan sore ini kan..?
        penuh tanda sebagai "kasih yang purba"

 kaimuddin mbck, dalam kumpulan Puisi paling "Hujan" 2

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar