Gelisah Adalah Puisi Yang Menampung Luka

Senin, Oktober 22, 2012

Kau tak dimanapun, sedang pelataran rumah bisu dan angin mati__Sore sebegini batu dan matahari tinggal sepenggalan, matahari yang hampir benam dengan separuh kegelisahan__ Pada remang bayangan silam, pula engkau pergi menangkup gelisah tampa meninggalkan alamat yang tertulis meskipun pada segurat di pasir. 

Catatan elegi sore, ketika hanya punggungmu mengabur  jauh, hampir saja  kukisahkan pada senja bahwa "aku batu dan gelisah terperih" _________(BACA ; PUISI MENGERAS JAUHMU

Ketika bayanganmu adalah memorial yang tertinggal  di tengah taman kota, setangkup  daun kering satu persatu menjejak tanah, kepadanya aku ingin bertukar rasa, bahwa kering adalah sesuatu yang amat jauh, seperti catatan yang menyimpan setangkup gelisah________(BACA: PUISI CINTA :MALAM-MALAM DAN UDARA SELALU BASAH

Engkaulah isarat yang selalu kubaca, meski aku selalu berhenti pada sepisau risau yang 
kau simpan, aku berhenti pada luka yang  kurebus sendiri, ah..kau...
" jika pergi tolong bawa serta bayanganmu"
~~~~~~~~~~~~~~~~
BACA ; PUISI BETAPA JAUHMU 


Catatan puisi : Adalah gelisah bergelayut di pelabuhan, aku menatap  riap-riap rambutmu tergerai, seperti  tarian sedih yang menariku ke-segala duka,  segaris jenjang di lehermu adalah jarak pendek dengan  gelisah yang panjang_ Biadablah diri ini yang melepasmu Pergi_"ini bukan gugup. ini gelisah yang melayarkan kata , ini gelisahku..!!.
"seperti puisi yang tak sampai padamu "

____________________________________________________________

Apresiasi CaTataN gelisah_
Puisi Gelisah 
Mengenangmu adalah gigil rindu  yang sesungguhnya hidup, ia gemetar ketika badai datang,  ia bunuh   taqdirnya sendiri, ia penat  bahwa  kata maaf tak lagi pantas dikirim kemanapun, uh...

Saat-saat batu, puisi ini menampung luka,  kaukah yang membiarkan ruh ini bepergian dalam gelisah ?!!

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images