Naskah Drama "Si Pue-pue"

Naskah Drama Si Pue-pue ini hasil lacak jejak "Pau-Pau rikadong" lalu mereduksinya ulang menjadi naskah drama untuk kebutuhan apresiasi pentas drama tingkat SMU di Kab. Maros Sulawesi Selatan. (periode : reaktualisasi masuknya Islam di  Bontoa Maros, iktikadku mengatakan " sekedar berbagi, semoga membuat lebih baik"

Suara dari backstage : Dinamakan ia si “pue-pue” karena –ketidak utuhan tubuhnya sebagai mana manusia layaknya atau cacat (pada bagian leher, pundak hingga kaki nampak bulat dan kecil ), sehingga diberi penamaan oleh masyarakat kampung dengan istilah sipue-pue atau si cacat. Saksikan drama religi si Pue-pue…..
(si pue-pue masuk lalu menyusul beberapa orang mengerumuni dan mencela ada yang melemparnya dengan kotoran lalu mereka keluar)

Si Puepue : O..karaengku batara….bajikupahang, punna kucinikki ni bunoka, mingka kulabbirangi ri bunoangku nikia tallasakka mingka njari oloolo, oh..karaeng yang menciptakan langit tanpa tiang ini, tentulah kau tahu  keadaanku dan aku akan mengembara menuju kepintumu. ( karena cita-cita inilah si pue-pue persiapkan bekal untuk perjalanan jauhnya,  yang mungkin akan mengitari gunung, melewati pesisir juga menyeberangi sungai. Sipuepue berjalan…lalu istirahat, sesuatu yang tak terduga dialaminya, sekelompok orang hutan dengan berjalan seolah kera suara menggema memenuhi  hutan belantara. Si puepue sujud pasrah, sebelum beberapa orang menombaknya, seseorang berkelebat, lalu menutup si puepue dengan kain, kain di tarik dan sipuepue mengangkat pandanganSi Puepue : “….jika hendak membunuhku lakukanlah, karena tak mungkin lari darimu, sebab kau punya empat kaki dan aku hanya punya dua, kecil pula, dan  ku pantang kembali sebelum bertemu tuhan”. (sekelompok orang hutan exit, sipuepue lanjutkan perjalanan,  si pue-pue di iringi lagu mencari tuhan”o…didalam keremangan ku mencari cahyamu yang hilang sirnah tak terperih semakin kuterlena…)

Suara dari backstage : “resopa temmangingi nappani malomo naletei pammaseNa dewatae, *, berjalanlah terus kebarat sampai kau dipenuhi prasangka baik (sipue-pue mencari-cari dan merasa heran pada sumber suara )

Si Puepue : pohon itukah atau batu ini…?,kucari pintumu tuhan, sampai kekaburan ini menjadi jelas atau sampai aku tak dapat berjalan atau mati dengan tubuh tetap cacat.( Diteruskan langkahnya, hingga ia sampai kesebuah hilir sungai, Di atas dahan pohon dilihatnya  dua ekor burung seolah  bersenda gurau, ia mengendap-endap lalu mengintip),

Si Puepue : ”mungkin ini bagian dari prasangka baik itu, apa yang di bicarakan dua burung itu yah..?”,
Burung berjambul merah kuning itu: ”tapi ,menukik kebawah dengan cepat dan begitu hampir menyentuh tanah kami sempat berputar lalu melasat naik kembali dengan cara berputar, sesungguhnya itu bukan gaya terbang, tapi kami menyembah Tuhan dengan cara seperti itu “,

Burung berlurik-lurik : “kalau aku sih cuma merentangkan sayap dalam waktu yang lama, sampai aku melihat butir-butir makanan untuk kuantar kepada anak-anakku yang lapar, setelah ia makan dengan lahap kamipun tersenyum, disitulah kurasakan kasih sayang tuhanku”.
      
Sipue-pue : “pohon yang memberi petunjuk dan burung berdialog memberi hikmah, bagaimana mungkin aku……? ah..”.(masuk Uak; orang tua bersurban dan bertongkat, sebelum hampir meninggalkan panggung)

Si Puepue :,”uwa’ dimanakah tuhan itu berada ?” ,
Uak :(memegang kepala si pue-pue dan menekannya hingga ketanah) , bahasa isarat uak: dekatkan telingamu ketanah sebab itu bagian dari kesabaran, ayo…tunduk dan rapatkanlah). (Uak/ orang tua > setengah memaksa, sipue-pue akhirnya mengikuti perintah orang tua itu, semakin rapat telinganya ketanah semakin jelas didengarnya suara. 

( Suara dari backstage : (ilustrasi music) dengarlah betapa tersiksanya orang-orang yang mati sebelum bertemu tuhan…”, , iapun akhirnya pingsan, masuk 2 malaikat dan uak disudut panggung mematung) .
Malaikat 1: ”orang ini akan aku lempar ke neraka karena jelas, ia belum bertemu tuhan”.

Malaikat 2 :”tidak….!, ia memang belum bertemu tuhan,  tapi tidakkah kau lihat upaya yang dilakukanya begitu rupa, bukankah kematian lebih baik baginya jika terlebih dahulu ia menemukan  tuhanya ?, sebab jika tidak ia pasti menjadi binatang.

Malaikat 1 : Bagaimanakah anda ini, lihatlah ia telah ma…(masuk malaikat Zabaniah)

Malaikat Zabaniah :”diamlah kalian…., serahkan arwah sipue-pue kepadaku dan lihatlah aku melemparnya keneraka, karena tuhan tahu pasti dimana tempat yang cocok untuknya”. (lampu mati, masuk beberapa nelayan , bersamaan dengan itu sipue-pue tersadar dari pingsanya, ia memperhatikan tubuhnya yang- telah utuh

Si Puepue : oh…Tuhanku benar-benar pengasih”, (tapi ia tetap menangis sejadi-jadinya)“mengapa kalian membangunkan aku, ketika nikmat telah kurasa disisi tuhanku !?” ya..Allah…izinkan kebenaran ini diketahui pula sekampungku. (nelayan tanpa mengerti maksud sipue-pue)    
                                  
  -------Tammat-----
penjelas literasi asing : * artinya kerja keras adalah sebab, Allah mengasihi.
Zabaniah *malaikat penyiksa dalam neraka.

Pilihan naskah drama lainya : 

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar