Apresiasi Gila Atas puisi "Hujan Tak Reda Di Luar Jendela"

Puisi hujan adalah hitungan waktu yang memudar. Hal nyata dari persekutuan sunyi dan rasa sakit, ehm.. hujan mengabarkan sebuah halaman lembab penuh bunga yang hampir kau lupakan juga tentang jalan setapak yang ditumbuhi ilalang". yah... hujan masih jutaan bahasa langit dan betapa seluruhnya hanya sepi yang tertinggal dari kremasi sejak lama. TAPI seseorang dari jarak jendela dan hujan berusaha menutup jalan untuk air matanya.

Puisi Hujan Tak Reda Di Luar Jendela

Hujan tak reda
sementara....
malam kian pucat ,

Di luar jendela ini,
tik-tik hujan hujan
kian..... menggarami luka-luka kerinduan
ya.....hujan tak reda di luar jendela,
menyadarkan 
: akan kesendirian  juga kehilangan..



Apresiasi Gila atas Hujan tak reda di luar Jendela

Hujan di luar jendela seolah gila, lembabnya menangguhkan segala..juga mekanisme kegiatan yang harus stagnan, hujan hampir melumpuhkan. Dan kelumpuhan paling ringan adalah memiliki beberapa potong baju "tak kering-kering", juga sepatu kulit pada giliran antrian, tak terpakai benar lembab musim hujan ini, ( sebab seharian hujan, pakaian tak kering dan kesempatan yang tertunda sangat terkait dengan urat-urat cemas,  diotakku aku membanting-banting hujan di luar jendela itu, rencana-rencana spontan kaki dan tangan demikian beku, segala sesuatu tak tersampaikan : Nyawa tak terkecuali dilemahkannya, uh....

Hujan itu, perihal proses pemiskinan yang menyatakan bahwa jaringan proses pemiskinan itu bukanlah seperti benang kusut, melainkan justru merupakan rajutan benang yang sedemikian rapi-nya sehingga beberapa orang hanya melihat jalan teror untuk mencoba dengan terpaksa meraih keindahan ke-sembrautan tersebut, sebuah upaya cerdas ke pendapat tentang,"sesuatu itu juga eksperiman harus di selesaikan dengan sedikit kegilaan"

Apresiasi atas peristiwa "Hujan" kadang diperspektif dalam melihat persoalan kehidupan. Semisal suara-suara yang selama ini terpinggirkan atau tersubordinasikan dan di-anonimkan dengan "hujan"> oleh Kaimuddin mbck.

Bahasa Hujan tak redah di luar Jendela, teks ini kubayangkan berada jauh di luar diriku, mungkin pada dirimu juga demikian, apalagi jarak jauh itu dijaga dan dilindungi dengan seksama oleh pikiran sendiri, Hujan tak reda di luar Jendela bisa saja merusak akidah-mu, ketika kau melupakan bahwa itu berkah dan kau mengantarainya dengan sumpah serapah,  Hujan kebelet juga terjadi dan pada dunia berita tak terkecuali,  juga pada ilmu pengetahuan yang sangat sibuk membicarakan banjir, tubuh yang hanyut, jembatan patah. Ah...mengapa, Hujan tak reda di luar Jendela ?. 

Hujan tak redah di luar jendela,
 menyadarkan 
 : akan kesendirian juga kehilangan..

*hujan tak reda di luar jendela" aku marah pada tik-tik-tikmu yang bising itu, lihatlah sesuatu terjadi diluar jendela , seseorang berpayung dan menuju pintu rumah....upss, tak kau kenali,  tapi ia ..seseorang mengusap airmatanya untuk tiba di pintumu. Se-demikian itulah  hujan di luar jendela menjadi peristiwa dan tanpa mengerti kau harus tetap mencintai hujan :  tak tahu cara lainnya.....(terkait.

*hujan tak reda di luar jendela. Titik-titiknya  menampar kaca jendela, aku cemburu pada bunga yang hamburi gerimis, ia tetap bergerak riang seakan menemukan kekasihnya, seolah dentum cinta yang tak henti menghantam sejuk dada dan menghujamkan airmata kasihnya ke penjuru semesta, TAPI hujan pada bunga mengeras-kan aku  di setiap aksara uh..mengeraskan orang-orang yang berlarian menghindari titik-titik nya.

*Kebanyakan hujan adalah bayangan rindu, desau deru bersama angin dan gelombang, hujan tak reda di luar jendela terasa beku,  atau entah dengan jiwa yang mana..?, selalu garis-garis gerilya tak seluruhnya bisa diceritakan, tanpa hujan pun aku mencintaimu, ya ..kecuali karena aku memang mencintaimu, cinta itu lebih badai dari hujan, sedang hujan musim gugurpun adalah tebaran hadiah yang jatuh satu-satu di berandamu, sekira saja kau kau mengangguk..ya...
_______
kaimuddin mbck , sebab puisi hujan " tik-tik-tiknya tak redah di luar jendela
catan lain (dalam metafor itu terdapat rumus keindahan, baca di :

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar