Timur -Indonesia "Seminar Kearifan Pappaseng Nene Mallomo

Integritas hari itu menjejak kearifan lokal di wanua Nene Mallomo atau di Sidenreng Rappang, sebuah program  cerdas dari STKIP Muhammadiyah Sidrap di perangkap dengan konsekuensi menguatkan kesejatian mahasiswa/i pada penerapan pesan-pesan luhur mereka, sebagai tanggapan atas tergerusnya  nilai-nilai moral yang bergerak secara plural dan memengaruhi setiap sendi  kehidupan sebab era globalisasi, filterisasi atas gejolak tersebut hari ini menguat dengan paparan 2 pemateri khusus membahas : peran kearifan pappaseng Nene Mallomo (agrsi LamumpatuE ri Timurang_dalam kenyataan peristiwa lampau ini, Nene Mallomo dengan segala kejujuran(*1) dan kearifannya(*2) melahirkan buah pikirannya yang disepakati oleh para cendekiawan yang hadir(*3). Buah pikirannya berupa prinsip yang harus dijalankan oleh aparat kerajaan dalam mewujudkan masyarakat yang taat hukum, yang dalam Prinsip tersebut dikenal dengan ungkapan “Naia Adek Temmakkeana Temmakkeappo” (terjemah : sedang hukum itu tidak mengenal anak cucu).

Buah pikiran Nene Mallomo pemimpin Bugis yang dalam Sejarah Sidenreng Rappang Abad XVI, dikenal  seorang hakim (pabbicara). Timur -Indonesia  "Seminar Kearifan Pappaseng Nene Mallomo, menguat pappasang Nene Mallomo di transmisikan secara tekstual dan kontekstual oleh Kaimuddin Mabbaco, budayawan Maros".... rimassiddinn tauwe tenripauni, (terj : ....nilai pemerstuan tak terkatakan keluar biasaannya), hal yang sangat substansial sebagai pedoman di era itu dalam membangun kerajaan/masyarakat ke arah yang lebih baik. Pedoman tersebut mengantarai lahirnya istilah pangadereng sebagai pranata sosialnya secara timbal balik yang menyebabkan adanya gerak (dinamis) masyarakat, semua diperteguh dalam satu rangkuman ikatan yang mendalam yaitu siri”.


Dan oleh pemateri Gomfried Zantke berkebangsaan Jerman : university of Aflied science Brenan yang diterjemahkan oleh Mutmainnah Sudirman (dosen UIM), menegaskan bahwa keberadaan masyarakat Indonesia dalam perkembangan nilai-nilai sosial masih lebih baik di banding Jerman terutama dalam sifat tenggang rasa, lebih ramah, tambahnya " jejak... history Vitae Magestra adalah insfirasi dari keadaan keadilan dan ketegasan dari seorang Nene’ Mallomo, yang juga merupakan salah seorang penyebar agama Islam di daerah Sidrap....bersambung ke catt :2
__________
Ditulis Rustam Fendy : Ketua Prodi jurusan Bahasa Sastra Daerah STKIP Muhammadiyah Kab, Sidrap____PTM Sidenreng Rappang meneguhkan identitas "Dialog peran kearifan pappaseng Nene Mallomo (agrsi LamumpatuE ri Timurang_lokasi : Auditorium stkip muh Sidenreng Rappang)

*1) kejujuran :Peristiwa keadilan dimana ia menghukum mati anak kandungnya sendiri sebab /tanpa meminjam lalu memakai luku (semacam pembajak sawah) milik petani lain.

*2)kearifannya : dicetuskanya penataan masyarakat ketindak terpuji dalam aspek ade’ (adat), bicara, rapang (contoh), wari (tata cara) dan sara’.

*3)Para cendekiawan : Kajao Laliddo dari Bone, Nene’ Mallomo dari Sidenreng, Puang ri Maggalatung dari Wajo, Topacaleppang dari Soppeng, Macca e dari Luwu , Karaetta ri (dari)Cendrana dan Boto Lempangan dari Gowa.

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar