NEWS SEJARAH BUDAYA BUNUH DIRI

pernah banyak orang selalu ada di sana, selalu ada di sini, kemudian tiba-tiba lenyap dan terus menerus lenyap, uji coba bunuh diri akhirnya menjadi peristiwa istimewa di dunia, begitu seru dan ganjil. Negara China, Paham setanisme dan Jepang tak terkecuali memberikan toleransi terhadap bunuh diri, dan dianggapnya  sebagai bentuk kesucian atau harga diri.Kilasan news berikut ..

Jajaran orang tanpa nyawa usai melakukan aksi bakar diri tahun ini di kawasan Tibet, Budaya bunuh diri ini, sebuah reaktualisasi diri Pemimpin Spiritual Tibet Dalai Lama, menggugat sebuah kondisi putus asa yang dihadapi oleh warga Tibet yang berada di bawah kendali ketat Pemerintahan Beijing,  memuncak dengan  alasan aksi pembangkangan terhadap kekuasaan Beijing,  aksi bakar diri di kawasan Cina bagian barat daya itu. Setidaknya 21 orang warga Tibet  yang menjadi bagian dari Provinsi Sichuan, Cina_ tampak fokus lokasi bunuh diri massal di petakan oleh ANTARA/Reuters:Tokyo. kendatipun para ahli mengatakan bunuh diri adalah tabu dalam budaya Budha Tibet. namun rahib senior tibet itu sadar dari konsekuensi pengorbanan diri-Nya

sejumlah orang Cina daratan yang mengunjungi Tibet, mereka semua memperoleh kesan yang mengerikan, atas suatu budaya bunuh diri yang sedang berlangsung," kata Dalai Lama dalam konferensi pers di Tokyo. Para pejabat Cina telah meluncurkan kebijakan garis keras terhadap Tibet dalam 10 sampai 15 tahun terakhir. "Itu sebabnya, Anda lihat, mengapa insiden menyedihkan ini terjadi, sebagai suatu akibat dari situasi yang penuh keputusasaan," katanya.


Masih dari negara china, sebuah insiden budaya bunuh diri. dikomandoi oleh seorang biarawati Tibet yang melakukan bakar diri hingga meninggal pekan lalu, sementara yang lain menderita luka bakar di kakinya (pada Jumat 1959), ketika akan melakukan aksi bakar diri di luar Kedutaan Besar Cina di India juga seputar pemberontakan yang gagal terhadap kekuasaan tirani Cina, mereka disalahkan atas aksi-aksi bakar diri tersebut dan warga Tibet bebas untuk menerapkan ajaran agama Budha yang dipercayai mereka. Tukas Pendeta Yunior Tibet dalam ijtihadnya.

Gejolak kekuasaan Cina dalam memerintah Tibet dengan tangan besi sejak tentara komunis memasuki kawasan itu pada 1948. Beijing mengutuk Dalai Lama sebagai pendukung separatisme kekerasan, tetapi Dalai Lama menyangkal tuduhan itu. "Kami (adalah) benar-benar berkomitmen (dengan) prinsip non kekerasan," katanya.

Dalai Lama menekankan kembali keinginannya untuk mendapatkan suatu otonomi bagi Tibet dan bukannya kemerdekaan dari Pemerintah Cina. Peraih Penghargaan Nobel Perdamaian yang berusia 76 tahun itu bulan lalu memimpin ribuan biarawan, biarawati dan warga Tibet berdoa berkabung di India bagi mereka yang membakar dirinya hingga tewas. Budaya mem-bunuh diri, sesuatu yang lahir sebab kepasrahan juga sebab perlawanan. jangan pernah melirik apalagi singgah  pada budaya ini,  wassalam.

sedang di Indonesia pula gempar bunuh diri massal ini, pasalnya bahwa masyarakat Bali masa itu bertujuan guna menghindari tertangkap dan dijadikan budak oleh Belanda, ritual bunuh diri massalpun terjadi tahun 1906, yang dikenal dengan istilah budaya "Puputan Bali"
_______
kaimuddin mbck menyadur dari News beberapa serpihan catatan aspek "budaya bunuh diri " ___

{ 2 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Gunandar Azikin mengatakan...

Budaya bunuh diri ataukah bunuh diri yang membudaya ???

kaimuddin Mabbaco mengatakan...

haha..ha..mauta apa, atau apa mauta ?, hihi..hi

Posting Komentar