PENJARA SEPI : INSIDEN PUISI

Insiden Penjara Sepi. Pemandangan mengerikan. "Kami mendengar jeritan para teman se-selnya yang terbakar hidup-hidup, satu-satunya yang kami bisa lakukan adalah mulai membobol atap, sehingga kami bisa keluar dari atas bangunan, kami mulai merobek langit-langit di atas kami," ucapnya.Kebakaran yang melanda sebuah penjara di Kota Comayagua, Honduras, Rabu (15/2/2012), yang menewaskan sebanyak 356 narapidana.Menurut Juru bicara Dinas Pemadam Kebakaran Comayagua, suasana di dalam penjara saaat itu seperti di dalam neraka, dimana para narapidana putus asa meloloskan diri dari maut, kata Arlen Gomez, seorang anggota keluarga narapidana, "Saya mencari saudara saya. Saya tidak tahu apa yang terjadi padanya, dan mereka tidak membiarkan kita masuk,jika saudara kami mati maka seluruh Honduras akan kami buat lebih  Penjara dan Sepi" .

  
kau lipat sepi kesekian kali dan
 menjauh pantai, segalanya seolah tumbuh di
rahim gulita, uh sunyi dan sebuah
 senyum merambat diam-diam dengan
seribu kisah air mata,
Sepi kembali merupa malam, adakah
kau telah terbebas
kulihat kau "memeluk sesuatu dengan
kasar dan  membunuh seluruhnya"
malam sepenuh rindu
pagi sekali : kau  kabut  mengepung
(dan diantara sentadu sepi mengiring ...)

by : kaimuddin mbck
puisi dalam " Penjara Sepi"
____________
Di sini tak ada kau, aku juga kita
  sesuatu  tak terjangkau
pun hujan yang pernah jatuh di bahumu seolah senja yang pucat
sesuatu mungkin harus seperti ini
agar  tak  usai
dalam gigil juga bisu 
tapi pengertian terasa lebih dekat

(dan diantara gerimis ...aku rintik yang jatuh di rambutmu)
___________
Bukan penjara  adalah  PEMBEBASAN DIRI, berkata "ini dan itu", juga bukan penunjukan pretensi aksioma atau ideologi, sederhananya berhentilah merasa....dst. (Link terkait :

tangisan selamat tinggal, sekali waktu  sepi itu menjelma angin membelai rambutmu dan kau seperti tersirap dalam....dst. (Link terkait :

>... suara perempuan diseberang jalan tadi, dengan kalimat terakhir, "aku masih hidup, disela-sela kau mengeluh dan menjerit".
Kecuali insiden, Puisi ini bersumber dari :sangbaco.
buat teman & sahabat Blogger yang beretika tampilkanlah sumbernya ya...

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar