cerita dan puisi mistik Sulawesi Selatan

Dari warung kopi beranjak pulang (masih pukul 21.30 WIT lupa jika malam Jumat) aku Usman memulai cerita mistik ini, (aku Usman : sejak kecil terbiasa lihat hantu ), memasuki belokan setelah jalan utama lalu pemakaman "Butta Toa", kembali bayangan putih samar dan transparan, hal ini pertemuan yang ke 3x dan semakin aku lihat, sosok itu nyata, yah... bisa ditebak itu adalah "longga"/ hantu tertinggi di Sulawsi Selatan,  setinggi  pohon kelapa dan dia berada diposisi mengambang, nangkring di pohon kelapa tepat dihadapanku yang kira2 berjarak 4 meteran. Mukanya rata berwarna putih pucat dan tidak ada hidung, mata serta mulut. Tangannya besar-besar sebesar pisang ambon juga berwarna putih pucat, rambutnya hitam acak-acakan, dia seolah memandang ...

Seketika juga aku kaget dan terpana, tapi alhamdulillah aku bisa menguasai diri, yang kulakukan hanya diam, tidak melihat walaupun aku tau (perasaanku bilang"ia melihat kearahku, dalam hati aku hanya berkata, "Terima kasih telah mau kenal denganku, aku tau kamu ada..", yah meskipun teman yang lewat sini bahkan lebih larut malam TIDAK MELIHATMU, kecuali sekali itu.....?, dan ia mendesakku akhirnya aku mengusap matanya, TEMAN ku pun  merasakan mistik itu : Hantu  dengan wujud 7 nenek-nenek kempot pipinya dengan dandanan menor muncul begitu saja, sesaat kemudian lehernya memanjang dan  kepala ngambang dilangit-langit dan nongol di bubungan rumah tetangga.dengan rambut tergerai panjang ....bilangku "biasa ajalah Songke' (nama temanku) =" percaya miki bahwa  mereka ada..!!". Kita berbeda alam tetapi tetap sama-sama makhluk Allah SWT. Yang jelas berserah diri dan tawakal kepada Allah SWT, berpikir positif dan tetap Lillahita`ala mengembalikan semuanya kepada yang kuasa, Wallahualam bissawab... hanya Allah yang tau kenapa mereka selalu suka menampakkan diri tiba-tiba.

Puisi mistik 1. (setelah translet ...

"BoHong --

Tatkala kau terbaring, 
tersembunyi daratan dalam lipatan-lipatan mimpimu, 
sebuah bangunan batu dengan dinding berlumut yang kelihatan rapuh,  langkahmu  menuju kebanyak pintu, di balik sebuah pintu terbukalah ruang gelap dan  kosong, suara seperti tergantung di langit ketika sedetik sebuah nyala yang memucat dari bola lampu diatasmu,”aku telah terbunuh….”, katamu,  ketika sesosok manusia tergantung lemas diatasmu dan kau sangat mengenalnya.__
(7 an > jangan , jika banyak bohong taudzmu..tidak bermanfaat, ketika kau minta perlindungan...  )

 

Puisi Mistik 2 

"Wajah dalam Lukisan"

Menimang lipatan wajah di kanvas kalbu...
   pada sepenggalan makna di rahim malam ?
   deras indahmu kali ini, dingin membawamu  pulang ke-      segala samudera, sebuah pemandangan di ujung   
     tanjung, untuk dilukisnya sebagai takjub,      
         
ada yang menunggu hidup dan mati…dalam 
aneka warna semantik: ini berlebihan--- 
ketika malam bagai amuk dan bola embun turun pada 
kanvas  basah,  ada yang duduk bersimpuh beku dalam lukisan tersebut, hingga pagi tiba  dan lukisan itu memahamkan, betapa 
wanita "sebaik-baik ciptaan"                                         
_________________________________
Pinggir sungai Maros, 18-19 Juli 2010. 

Puisi Mistik 3

Mati itu Hening

puncak yang hening
permukaan bumi dari atas tampak berkerikil dan terjal
hening...kelam susup rebahku pada dingin yang
                                  tak sampai padamu
 hening....aku memucat di bawah jengkalan langit, 
                                  ini dengus air bah menyusup kedalam
                                  degup bumi dan merangkak ke-kekal  kisaran
                                  sunyi, nisan di perutku tegak menancap
                                  langit,  riuh degup jantung pecah pecah
puncak yang hening, aku terhenti ….
_________________________________
Pinggir sungai Maros, 18-19 Juli 2010. 
Ucapan terima kasih pada Usman atas cerita peristiwa mistik-nya.

{ 0 comments... baca di bawah ini atau tambah komentar }

Posting Komentar